METHOTREXATE DBL

Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > METHOTREXATE DBL

By | 10/06/2015
Produsen::Tempo Scan Pacific/Hospira
Klasifikasi Obat:G
Komposisi:Methotrexate
Indikasi:Antineoplasma, kemoterapi, prosiasis berat
Dosis:Dewasa BB 70 kg jadwal pemberian dosis tunggal seminggu 10-25 mg IM atau intra vena sampai didapat respon yang cukup. Dosis mingguan kurang dari 100 mg IM, intra vena cepat.
Kontra Indikasi:Hamil, gangguan hati atau ginjal berat, diskrasia darah.
Perhatian:Infeksi, ulkus peptikum, kolitis ulserativa, lemah, usia sangat muda atau sangat tua.
Efek Samping:Leukopenia, trombositopenia, ulkus pada mulut, diare, stomatitis, kerusakan hati dan ginjal, osteoporosis, rekasi neurotoksik, gangguan gastrointestinal (saluran cerna).
Interaksi Obat:Efek ditingkatkan oleh PABA, kloramfenikol, fenilbutazon, fenitoin, probenesid, salisilat, sulfonamid, tetrasiklin. Toksisitas fatal dengan AINS.
Kemasan:Vial 50 mg/2 mL x 1 (HARGA UNTUK 1 VIAL), Harga: Rp 195.000
Sekilas Tentang Kemoterapi Sitotoksik

Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.

Sekilas tentang kanker dan tumor

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  1. Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.

  3. Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.


Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.