MEDTYAPHEN

Farmasi-id.com > Antibiotik > MEDTYAPHEN

Kandungan

Thiamphenicol 500 mg

Indikasi

  • Medtyaphen (thiamphenicol) digunakan untuk demam tifus, paratifus, infeksi Salmonella sp sp, H. influenzae, terutama infeksi meningeal, Rickettsia, Lympogranulloma psittacosis, bakteri gram negatif penyebab bakteria meningitis, infeksi kuman yang resisten terhadap antibiotik lain.
  • Antibiotik ini sangat umum digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih misalnya gonore

Dosis

Dewasa anak bayi > 2 minggu 50 mg / kg BB / hari dalam 3 – 4 dosis bagi,

Bayi < 2 minggu dan prematur 25 mg / kg BB / hari dalam 4 dosis.

Kontra Indikasi

  • Medtyaphen (thiamphenicol) dikontraindikasikan terhadap pasien yang hipersensitf terhadap Medtyaphen (thiamphenicol) dan antibiotik derivat chloramphenicol lainnya.
  • Sebaiknya tidak diberikan kepada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Jangan menggunakan antibiotik ini untuk pengobatan influenza, batuk pilek dan infeksi lain yang disebabkan oleh virus.

Efek Samping

  • Efek samping yang disebabkan oleh pemakaian Medtyaphen (thiamphenicol) adalah reaksi hipersensitivias / alergi, gangguan pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare.
  • Obat ini dapat juga menyebabkan sariawan, glositis, ensefalopati, depresi mental, sakit kepala, ototoksisitas, anemia hemolitik dan reaksi jarish-herxheimer.
  • Jika antibiotik ini digunakan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan pendarahan, neuritis optik dan perifer.
  • Efek samping Medtyaphen (thiamphenicol) yang berpotensi fatal adalah penekanan pada sumsum tulang belakang, sindrom abu-abu pada bayi baru lahir dan prematur.
  • Jika tanda – tanda hipersensitivitas muncul segera hubungi pihak medis karena bisa menyebabkan shock anafilaktic yang bisa berakibat fatal.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

Studi pada reproduksi hewan telah menunjukkan Medtyaphen (thiamphenicol) memberikan efek buruk pada janin. tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi manfaat penggunaan obat lebih tinggi pemberian pada ibu hamil dapat diberikan meski terdapat potensi resiko.

Perhatian

  • Penderita dengan gangguan fungsi ginjal sebaiknya dosis Medtyaphen (thiamphenicol) dikurangi untuk mencegah terjadinya akumulasi obat.
  • Selama pemakaian dianjurkan untuk minum minimal 1.5 liter/hari untuk mencegah kristaluria.
  • Pada pemakaian dalam jangka waktu yang panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah secara periodik untuk antisipasi terjadinya diskrasia darah.
  • Medtyaphen (thiamphenicol) juga terdeteksi ikut keluar bersama ASI, sehingga jika memungkinkan pemakaian Medtyaphen (thiamphenicol) selama menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

  • Medtyaphen (thiamphenicol) dapat meningkatkan efek warfarin dan sulfonylurea.
  • Juga meningkatkan kadar fenitoin dalam plasma darah.
  • Metabolisme Medtyaphen (thiamphenicol) meningkat pada pemberian bersamaan dengan fenobarbital dan rifampisin.

Nama Generik

Medtyaphen (thiamphenicol)

Nama Brand

Alfatic
Phenomed
Anicol
Promixin
Anicol
Renamoca
Anicol Forte
Riamycin
Biothicol
Riamycin
Biothicol
Rindofen
Canicol
Saltiam
Cetathiacol
Saltiam
Cetathiacol
Sendicol
Comthycol
Sendicol
Conucol
Sendicol
Conucol
Sithiam
Corsafen
Solathim
Daiticin
Solathim
Dexycol
Thiamet
Dexycol
Thiamex
Dionicol
Thiamfilex
Dionicol
Thiamfilex
Fenibios
Thiamika
Fosicol
Thiamol
Fosicol
Thiamycin
Fusaltrax
Thiamycin
Genicol
Thiamycin
Hufathicol
Thianicol
Ipibiofen
Thiaven
Kalticol
Thislacol 500
Kalticol
Tiamfenikol
Lacophen
Tiamfenikol
Lacophen
Tiphutic
Lacophen
Tiphutic
Lanacol
Urfamycin
Medtyaphen
Urfamycin
Mesacol
Urfekol
Mirakap
Urfekol
Nikolam
Venacol
Nikolam
Venacol
Nufathiam
Venacol
Opiphen
Yekathiacol
Opiphen
Zecathiam
Phenobiotic
Zicafen
Phenobiotic 500

Kemasan dan Sediaan

Dus, 10 Strip @ 10 Kapsul 500 mg

Izin BPOM

DKL0109501701A1

Produsen

Imedco Djaja / Imedco Farma

Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini dan di sini.
Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Informasi lengkap mengenai infeksi dapat Anda baca di sini.