Lamda

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Obat Jantung > Lamda

By | 12/08/2015

ProdusenPharos
KomposisiAmiodarone HCl.
IndikasiGangguan ritme jantung yang serius & tidak dapat diatasi secara peroral, seperti gangguan ritme atrium dengan ritme ventrikel cepat, sindrom takikardi Wolf-Parkinson-white, gangguan ritme simtomatik yang didokumentasikan & kelainan ritme ventrikel.
DosisAwal 5 mg/kg BB dalam lar infus IV glukosa selama 20 mnt hingga 2 jam & ulangi 2 atau 3 x per 24 jam. Pemeliharaan: 10-20 mg/kgBB/hari (umum: 600-800 mg/24 jam hingga 1.2 g/24 jam) dalam 250 lar glukosa. Diberikan via rute vena sentral. Diganti dengan obat peroral: 3 tab/hari mulai dr hari pertama pemberian infus. Dpt ditingkatkan hingga 4 atau 5 tab/hari.
Kontra IndikasiHipersensitivitas terhadap yodium atau amiodaron. Sinus bradikardi & blok jantung SA tanpa protesis, penyakit sinus tanpa protesis (kemungkinan sinus arrest), ggn  konduksi tingkat tinggi tanpa protesis, hipertiroid, kolaps sirkulasi, hipotensi berat. Kombinasi dengan antiaritmia yang menginduksi torsades de pointes. Hamil trimester 2 & laktasi. Anak <3 tahun.
PerhatianHipokalemia. Monitor EKG, TD, & fungsi hati secara berkala. Anestesi, gawat pernapasan akut sesudah pembedahan. Kombinasi dengan antiaritmia golongan yang sama; obat dengan efek inotropik negatif atau efek bradikardi &/atau konduksi AV lambat.
Efek Samping yang Mungkin TimbulFlebitis superfisial; rasa panas & kemerahan pada wajah, berkeringat, mual, kerontokan rambut; penurunan TD sementara dalam derajat sedang; bradikardi. Peningkatan transaminase serum, gawat napas akut. Jarang: efek pro aritmia, penyakit hati akut & kronik selama terapi jangka lama, syok anafilaksis, hipertensi intrakranial jinak (pseudomotor serebri), bronkospasme, &/atau apnea dalam kegagalan pernapasan berat pada asma.
Interaksi ObatAntiaritmia Kelas Ia & III, bepiridil, sisaprid, difemanil, eritromisin IV, mizolastin, vinkamin IV, sultoprid, sparfloksasin. Neuroleptik yang menginduksi torsades de pointes, halofantrin, moksifloksasin, pentamidin, diltiazem inj, golongan penyekat β selain sotalol & esmolol. Meningkatkan efek antikoagulan oral. Meningkatkan kadar siklosporin, fenitoin dalam darah. Diltiazem per oz, digitalis, esmolol, obat hipokalemik, obat bradikardi.
Kategori Keamanan Kehamilan D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Lamda injeksi 50 mg/mL
3 mL x 5 × 1’s (Rp125,000/boks)
Sekilas tentang penyakit jantung

Penyakit jantung umumnya adalah setiap gangguan yang mempengaruhi jantung. Kadang-kadang istilah “penyakit jantung” digunakan secara sempit sebagai sinonim untuk penyakit arteri koroner. Penyakit jantung dalam arti luas mencakup berbagai jenis penyakit jantung, seperti angina, aritmia, penyakit jantung kongenital, penyakit arteri koroner, kardiomiopati dilatasi, serangan jantung (infark miokard), gagal jantung, kardiomiopati hipertrofik, regurgitasi mitral, prolaps katup mitral, dan stenosis paru.
Sekilas Tentang Pharos
Pharos merupakan suatu perusahaan farmasi besar di Indonesia yang didirikan pada 30 September 1971 oleh Drs. Eddie Lembong Apt. Nama Pharos sendiri diambil dari nama suatu mercusuar di Alexandria, Mesir. Perusahaan ini bergerak di banyak lini usaha sehingga membentuk sekira 17 perusahaan yang masing-masing perusahaan berfokus pada lini usahanya masing-masing. Semua perusahaan itu bergabung dalam suatu group usaha bernama Pharos Group. Beberapa perusahaan itu seperti Faratu Medika Laboratories (industri kosmetik), Century Franchisindo Utama (franchise apotek Century), Nutrindo Jaya Abadi (marketing produk farmasi), dan lain-lain.

Pharos memiliki banyak produk terkenal dan jangkauan pemasarannya telah meluas hingga ke negara-negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Vietnam, Malaysia, Filipina, bahkan fasilitas produknya selain di Indonesia juga telah ada di Singapura dan Vietnam. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan juga sertifikat ISO 9001/2000.