Lactulose

By | Oktober 14, 2021 |

Apa Kandungan dan Komposisi Lactulose?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Lactulose adalah:

Lactulose

Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Lactulose?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Lactulose adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Mengobati konstipasi pada dewasa dan anak
  • Sebagai suplemen yang menjaga kesehatan sistem pencernaan, khususnya pada anak
  • Mengobati ensefalopati sistemik portal (penurunan fungsi otak)

Cara Kerja Obat

Laktulosa bekerja dengan cara menarik cairan ke dalam tubuh agar feses menjadi lebih lunak, mengubah keasaman feses, serta membantu mencegah pertumbuhan bakteri dalam usus. Laktulosa juga dapat digunakan untuk mengobati ensefalopati sistemik portal yaitu penyakit yang menyebabkan terjadinya penurunan fungsi otak.

Apa saja Peringatan Penggunaan Lactulose?

  • Wanita yang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau menyusui dan anak-anak dapat mengonsumsi obat ini dengan seizin dokter
  • Penderita galaktosemia atau saat tubuh tidak dapat mencerna galaktosa, diabetes melitus, dan intoleransi laktosa
  • Penderita obstruksi intestinal atau gangguan berat pada usus
  • Laktulosa sebaiknya dikonsumsi bersama makanan, air, atau jus untuk mengurangi rasa tidak nyaman atau mual, khususnya pada penderita gangguan sistem pencernaan
  • Penderita yang sedang menggunakan obat-obatan lain dalam waktu yang sama
  • Penderita yang memiliki alergi terhadap laktulosa atau obat lain.
    Dilarang mengonsumsi laktulosa dalam jangka panjang atau tanpa sepengetahuan dokter

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Lactulose?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Lactulose:

Dosis awal
Mengobati konstipasi kronis
Dewasa: 10-30 gram per hari selama 3 hariAnak 5-14 thn: 10 gram per hari selama 3 hari 

Anak 1-6 thn: 3,3-6,7 gram per hari selama 3 hari

Bayi <1 thn: 3,3 gram per hari selama 3 hari
Sebagai suplemen yang menjaga kesehatan sistem pencernaan anak
1 sachet berisi dosis sebesar 2,5 gram, dapat diminum bersamaan dengan makanan sebanyak 1-2 kali sehari

Mengobati ensefalopati portal sistematik
20-33,4 gram sebanyak 3 kali per hari (dapat disesuaikan untuk mencegah diare)
Dosis pemeliharaan dan dosis lanjutan laktulosa dapat disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan usia, kondisi kesehatan, dan respons pasien terhadap obat. Pastikan dosis pada penderita anak diberikan sesuai dengan anjuran dokter. Perhatikan takaran pada kemasan sebelum Anda mengonsumsi laktulosa.

Bagaimana Cara Pemberian Obat Lactulose?

  • Penderita konstipasi sangat disarankan untuk mengonsumsi banyak cairan, Anda juga dapat juga mengonsumsi makanan yang mengandung sorbitol, seperti buah apel, yang dapat membantu proses pelunakan feses. Laktulosa dapat dikonsumsi pada saat makan pagi untuk membuat konsistensi feses menjadi lunak
  • Laktulosa membutuhkan dua hari untuk bekerja sehingga Anda mungkin tidak dapat langsung merasakan manfaatnya. Temui dokter jika gejala atau penyakit tidak membaik beberapa hari setelah obat dikonsumsi. Jangan pernah menggabungkan dosis laktulosa jika Anda melewatkan waktu minum obat yang pertama, melainkan konsumsi laktulosa sesuai dengan dosis yang telah diberikan pada waktu minum obat berikutnya. Selalu baca keterangan pada kemasan obat sebelum pembelian dan pengonsumsian obat. Pastikan dokter Anda mendapatkan informasi yang diperlukan terkait pengobatan lain yang sedang berlangsung dalam waktu yang sama
  • Seimbangkan konsumsi laktulosa dengan diet makanan berserat tinggi dan olahraga cukup. Hindari makanan manis, seperti permen, kue, puding, dan keju karena dapat membuat konstipasi makin parah

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Lactulose Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Lactulose?

Jika Anda lupa menggunakan Lactulose, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Lactulose Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Lactulose?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Lactulose yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Lactulose?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Lactulose yang mungkin terjadi adalah:

Laktulosa yang dikonsumsi untuk jangka waktu lama dapat menyebabkan efek samping tertentu, seperti:

  • kehausan
  • kembung
  • mual
  • kram perut

Gejala-gejala tersebut dapat mereda setelah tubuh beradaptasi dengan laktulosa. Anda dapat mengonsumsi laktulosa bersamaan dengan makanan, air, atau jus untuk mengurangi rasa mual.

Pengonsumsian laktulosa yang berlebihan juga dapat menyebabkan diare dengan komplikasi seperti dehidrasi, hypernatremia, dan hipokalemia. Segera temui dokter jika gejala terus berlanjut atau muncul gejala-gejala lain, seperti kram lambung.

Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *