Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

By | Juli 31, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma adalah:

Kalium permanganat

Farmakologi Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

Kalium Permanganat termasuk golongan peroksidan yang dapat melepaskan oksigen (proses oksidasi) sehingga dapat membunuh kuman (bakterisid). Kalium permanganat berupa kristal ungu, mudah larut dalam air. Dalam larutan encer merupakan peroksidan. Pelepasan Oksigen terjadi bila zat ini bersentuhan dengan zat organik. Inaktivasi menyebabkan perubahan warna larutan dari ungu menjadi biru. Zat ini bekerja sebagai iritan, deodoran dan astringen.

Indikasi, manfaat, dan Kegunaan

Membantu penyembuhan luka yang tidak dalam, ulkus tropikum, jamur kaki (kutu air), pemphigus dan impetigo.

Dalam klinik zat ini digunakan untuk :

  • Kompres luka dan segala macam infeksi kulit
  • Sebagai antidotum pada intoksikasi bahan bahan yang mudah teroksidasi misalnya alkaloid, kloralhidrat dan barbiturat
  • Irigasi kandung kemih yang terinfeksi
  • Pencuci perineum pasca persalinan

Kontraindikasi Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hindari penutupan rapat pada penggunaannya.


Dosis dan Aturan Pakai Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma:

Untuk ulkus tropikum:

Kompres larutan 1 : 10.000, diganti 2-3 kali sehari. Ulkus tropikum memerlukan waktu 2-4 minggu diikuti dengan terapi prokain benzylpenicillin.

Untuk jamur kulit kaki (tinea pedis/kutu air):

Rendam kaki dengan luka berat yang basah dengan larutan PK setiap 8 jam.

Untuk Impetigo dan keropeng yang tidak dalam:

Lap luka dan bersihkan dengan lembut dengan larutan PK.

Cuci Luka:

– Kompres 1g/4000ml

– Mandi (aqua 10-20 ltr) 1g/5000ml ± 1g/4000ml

– Rendam Duduk 1g/5000ml ± 1g/4000ml (aqua 2 ltr)

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

  • Dapat mengiritasi selaput lendir
  • Gangguan hati dan ginjal tidak perlu penurunan dosis


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma?

Jika Anda lupa menggunakan Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma yang mungkin terjadi adalah:

Sering muncul iritasi lokal pada kulit, pewarnaan pada kulit dan pakaian.

Interaksi Obat Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma antara lain:

Tidak ditemukan adanya interaksi obat, namun demikian hindari penggunaan bersama obat topikal lain.

Kemasan dan Sediaan Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

Larutan 1 : 10.000 (0,01%)

Catatan:

Larutan PK kadang dijual dalam larutan 1:1000 dan perlu pengenceran sebelum menggunakannya.

Produsen Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Kalium Permanganat (PK) – Kimia Farma:

Kimia Farma

Sekilas Tentang Kimia Farma
PT Kimia Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang menurut sejarahnya sudah ada sejak jaman Hindia-Belanda. Perusahaan ini berdiri pada 1817 yang pada awalnya perusahaan ini bernama NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co yang kemudian oleh Pemerintah Indonesia dimasa awal kemerdekaan dinasionalisasi dan dilakukan peleburan dengan beberapa perusahaan farmasi lainnya pada 1958 yang kemudian namanya berubah menjadi PNF (Perusahaan Negara farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Pada 16 Agustus 1971, status PNF berubah menjadi PT dan namanya kembali mengalami perubahan menjadi PT Kimia Farma (persero). Pada 4 Juli 2001, status PT Kimia Farma berubah menjadi perusahaan publik seiring dengan pencatatan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (Saat ini menjadi Bursa Efek Indonesia) sehingga berubah namanya menjadi PT Kimia Farma Tbk. Jumlah karyawan perusahaan ini diperkirakan mencapai 5.758 orang.

Perusahaan ini telah mengantongi berbagai sertifikat mutu seperti CPOB, ISO 9001, ISO 9002, ISO 14001, dan juga telah mendapatkan persetujuan dari US-FDA sehingga produk perusahaan ini bisa dipasarkan di Amerika Serikat.

PT Kimia Farma memiliki beberapa fasilitas produksi yang terletak di berbagai daerah yang berbeda yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Sarolangun, Watukadon, dan Tanjung Morawa. Setiap fasilitas produksi memproduksi produk yang berbeda-beda.

Untuk pemasaran produk, PT Kimia Farma melakukannya melalui anak perusahaannya bernama PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) yang memang dibentuk untuk pemasaran dan penjulan produk induk perusahaannya. Perusahaan ini memiliki 46 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Selain bergerak di bidang produksi produk obat dan farmasi, PT Kimia Farma juga merambah bisnis apotek, laboratorium, dan klinik kesehatan. PT Kimia Farma Apotek merupakan anak perusahaan yang didirikan untuk menjalankan dan mengelola bisnis apotek dan PT Kimia Farma Diagnostik untuk usaha laboratorium dan diagnostik. Baru-baru ini PT Kimia Farma megakuisisi PT Phapros, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.

Produk PT Kimia Farma selain dijual di Indonesia juga diekspor ke berbagai negara di dunia. Beberapa produk yang dijual selain obat jadi dan sediaan farmasi, juga menjual bahan baku pembuatan obat seperti iodine dan quinine. Produk-produk tersebut diekpor ke beberapa negara seperti India, Jepang, Taiwan, New Zealand, dan negara-negara Eropa. Untuk produk kosmetik, produk PT Kimia Farma telah berhasil menembus pasar Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, dan Vietnam.
Banyak Dibaca Hari Ini
Banyak Dibaca Minggu Ini
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *