Januvia

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > Obat Antidiabetes > Januvia

By | 05/05/2015 | Berikan Ulasan

Komposisi

Sitagliptin Phosphate 100 mg pertablet.

Indikasi

Sebagai terapi tambahan selain diet & olahraga untuk meningkatkan kontrol glikemik terhadap pasien diabetes tipe 2. dikombinasi dengan metformin atau thiazolidinediones untuk pengobatan pada pasien diabetes tipe 2 yang tidak cukup dengan terapi tunggal saja, diet & olahraga.

Perhatian

Diabetes tipe 1 atau diabetes ketoacidosis, gagal ginjal sedang-berat, pasien dengan penyakit ginjal tahap lanjut yang membutuhkan dialisa hemo atau peritoneal. Hamil & menyusui. Anak-anak

Efek Samping

Sakit dibagian perut, mual, diare, reaksi hipersensitivitas.

Kategori Keamanan Kehamilan
Kategori B: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).

Kemasan

Box @ 28 tablet .

Dosis

100 mg sekali sehari. Untuk penderita gagal ginjal sedang (CrCl >= 30-<50 ml/min) 50 mg sekali sehari. untuk gagal ginjal berat (CrCl < 30 ml/min) 25 mg sekali sehari

Pemberian Obat

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Produsen

PT.Merck Sharp & Dohme

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Januvia Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Januvia, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Januvia?

Jika Anda lupa menggunakan Januvia, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Januvia Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Januvia?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Januvia yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: / 5. Jumlah peringkat:

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Diabetes
Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Diabetes yang umum terjadi adalah diabetes Tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes Tipe 1 pankreas tidak dapat memproduksi insulin sedangkan pada diabetes tipe 2 pankreas dapat membuat insulin tapi dalam kadar yang tidak cukup banyak. Ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan insulin secara optimal. Meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat penderita diabetes sering merasa haus atau lapar dan juga sering buang air kecil.

Antidiabetes merupakan obat yang mengontrol tingkat glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 5 Mei). Januvia. Diakses pada 21 Januari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/januvia/


Format MLA (Modern Language Association)

"Januvia". Farmasi-id.com. 5 Mei 2015. 21 Januari 2020. https://www.farmasi-id.com/januvia/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Januvia", 5 Mei 2015, <https://www.farmasi-id.com/januvia/> [Diakses pada 21 Januari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda