Jamu Encok (Sido Muncul)

Farmasi-id.com > Jamu > Jamu Pegal Linu Encok > Jamu Encok (Sido Muncul)

By | 26/11/2017 | Berikan Ulasan

Kandungan dan Komposisi Jamu Encok (Sido Muncul)

  • Melaleucae Fructus (merica bolong) 0.7 g,
  • Retrofracti Fructus (cabe jawa) 0.7 g,
  • Kaempferiae Rhizoma (kencur) 0.7 g,
  • Zingiberis Rhizoma (jahe) 0.7 g,
  • Orthosiphonis Folium (remujung) 0.7 g,
  • Zingiberis aromaticae Rhizoma (lempuyang) 0.35 g,
  • Languatis Rhizoma (laos) 0.35 g,
  • Piperis nigri Fructus (merica hitam) 0.35 g
  • Cyperi Rhizoma (teki) 0.35 g,
  • Blumeae Folium (sembung) 0.35 g,
  • Rhei Radix (klembak) 0.35 g,
  • Messuae Flos (nagasari) 0.35 g, E
  • Alyxiae Cortex (pulosari) 0.35 g,
  • Ocimi basilici Folium (lampes) 0.28 g,
  • Achyranti Folium (sangketan) 0.28 g,
  • Stevia rebaudiana Folium 0.14g

Khasiat dan kegunaan

Membantu meredakan nyeri akibat encok, pegal linu dan nyeri pada persendian.

Dosis dan Aturan Pakai Jamu Encok (Sido Muncul)

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Jamu Encok (Sido Muncul):

2 x sehari @ 1 bungkus selama 3 hari, selanjutnya tiap hari sebungkus sampai sembuh.
1 bungkus diseduh dengan ± 100 cc air hangat.

Perhatian

Tidak direkomendasikan untuk wanita hamil dan menyusui serta penderita gangguan ginjal.

Cara Penyimpanan

Simpan ditempat kering.

Kemasan dan Sediaan

Bungkus @ 7 gram

Izin BPOM

POM TR.082290371

Harga Jamu Encok (Sido Muncul)

Rp 11.000

Produsen Jamu Encok (Sido Muncul)

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul

LAINNYA:  Sabdo Herba Rantas Angin
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Jamu Encok (Sido Muncul) Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Jamu Encok (Sido Muncul), yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Jamu Encok (Sido Muncul)?

Jika Anda lupa menggunakan Jamu Encok (Sido Muncul), segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Jamu Encok (Sido Muncul) Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Jamu Encok (Sido Muncul)?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Jamu Encok (Sido Muncul) yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Alyxia Stellata (Pulasari) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Alyxia stellata yang dikenal oleh orang Indonesia dengan sebutan Pulasari (Pulosari), Palasan, atau Palawaras, adalah suatu tanaman herbal dengan ciri batangnya dapat tumbuh hingga ketinggian tiga meter, daun berwarna hijau, memiliki buah berwarna hijau saat muda dan hitam saat tua, bunganya tumbuh di ketiak daun dengan mahkota bunga berbentuk corong berwarna putih. Tanaman dapat tumbuh pada daerah hutan tropis hingga ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan cahaya matahari penuh atau di bawah bayangan, dan pada kondisi tanah lembab namun mampu mentoleransi tanah yang sedikit kering.

Kandungan kimia yang ada pada tanaman ini meliputi pinoresinol, minyak atsiri, kumarin, triterpen, alkaloid, polifenol, andrografin, andrografoid, dan panikulin.

Bagian kulit tanaman ini (Alyxiae cortex) aromanya harum dan sering digunakan untuk menghilangkan bau badan. Selain itu digunakan juga untuk mengobati batuk, sariawan, perut mulas, demam, haid, dan keputihan. Akar tanaman ini biasanya digunakan untuk mengobati buang air besar berdarah.

Kandungan minyak atsiri yang ada pada palasari berkhasiat untuk menyembuhkan radang. Kombinasinya dengan alkaloid dapat membantu mengurangi kejang dan mengurangi rasa nyeri. Kandungan saponinnya dapat bermanfaat untuk mengurangi pembengkakan akibat akumulasi cairan tubuh atau biasa dikenal dengan sebutan edema.
Sekilas Tentang Zingiber Officinale (Jahe) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Tumbuhan Jahe mempunyai bau aromatik, rasa pedas, hangat dan tidak beracun.Rimpang jahe mengandung minyak asiri. Minyak asiri tersebut terdiri atas n-nonylaldehide, d-camphene, d-β-phellandrene, methyl heptenone, cineol, d-borneol, geraniol, lonalool, acetates, caprylate, citral, chavicol, gengerol, shogaol, dan zingiberene. Selain itu, rimpang jahe juga mengandung resin tepung kanji dan serat.

Efek farmakologis jahe adalah menambah nafsu makan, memperkuat lambung, peluruh kentut, peluruh keringat, pelancar sirkulasi darah, penurun kolesterol, antimuntah, antiradang, antibatuk, dan memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak yang dikeluarkan rimpang jahe.
Sekilas Tentang Piper Retrofractum (Cabai Jawa) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Tanaman cabai jawa bisa memiliki panjang batang sampai 10 meter. Batangnya keras menyerupai kayu, tiap ruas (nondus) keluar akar lekat. Daun bulat memanjang dengan bagian dasarnya berbentuk jantung, ujungnya meruncing. Bunganya berkelamin tunggal yang tersusun dalam bulir dan tumbuh tegak. Bulir jantan lebih tegak daripada bulir betina. Buahnya buni, sebelum masak berwarna hijau, keras rasanya pedas dan tajam (di pasaran dunia lebih bermutu dan disukai daripada yang telah masak), bila telah masak berwarna merah, lembek dan rasanya manis. Cocok ditanam di pekarangan dan di ladang yang tanahnya tidak lembab dan banyak mengandung pasir dengan ketinggian sampai 600 m dpl.

Cabai jawa memiliki kandungan seperti minyak atsiri, pipernia, piperidina, hars, zat pati, minyak lemak. Cabai jawa sering digunakan untuk menyembuhkan gangguan pencernaan, bronkhitis, batuk, asma, ayan (epilepsi), demam setelah melahirkan, obat kumur dan kejang perut.
Sekilas Tentang Piper Nigrum (Piper Albi/Lada) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Piper nigrum (piper nigri/piper albi (lada/merica)) merupakan suatu tanaman herbal yang memiliki banyak kandungan kimia yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tanaman lada memiliki ciri daun berbentuk bulat telur dengan ujung runcing dengan ukuran lebar sekira 5 hingga 10 cm dan panjang 12 hingga 18 cm. Tanaman lada memiliki batang beruas yang tumbuh menjalar dengan akar tunggang yang lebih mirip serabut. Bagian yang dijadikan obat adalah buahnya.

Lada memiliki aroma yang khas dengan rasa yang sedikit pedas. Beberapa kandungan kimia yang ada pada lada seperti beta caryophyllene, terpenes, alkaloid (piperine, piperonal, dan sebagainya). Selain itu juga memiliki kandungan saponin, flavonoid, minyak atsiri, resin, dan amilum).

Efek farmakologi yang dihasilkan oleh lada diantaranya meluruhkan haid, merangsang hormon anfrogen dan estrogen, mencegah osteoporosis, relaksan otot, menghabat munculnya prostaglandin dan lain-lain. Lada sering digunakan untuk mengatasi penyakit demam, masuk angin, rematik, penyakit lambung (mual, sakit perut, kembung), dan sakit kepala.
Sekilas Tentang Kaempferia Galanga (Kencur) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Rimpang kencur mengandung minyak asiri yang terdiri atas borneol, methyl-p-cumaric acid, dnnamicacid ethyl ester, pentadecane, cinnamic aldehyde, dan camphene. Selain itu, rimpang kencur mengandung alkoloid, mineral, flavonoid, pati, dan gum. Efek farmakologis tanaman kencur adalah untuk menambah daya tahan tubuh serta menghilangkan masuk angin dan kelelahan.

Bagian dari tanaman kencur yang dapat digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Berikut beberapa pemanfaatan rimpang kencur untuk pengobatan.

Berikut beberapa manfaat dari kencur:

  • Mengobati tetanus

  • Mengatasi keracunan

  • Menghentikan muntah

  • Mengatasi masuk angin dan fatigue

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Sekilas Tentang Cyperus Rotundus (Teki Ladang) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Cyperus rotundus atau teki ladang merupakan tanaman herbal yang biasa tumbuh di kondisi tanah kering, namun juga bisa tumbuh di tanah lembab. Pada jaman Mesir dan Yunani kuno, tanaman ini digunakan sebagai aromatik (parfum) dan untuk memurnikan air. Selain itu Cyperus rotundus juga diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans sehingga dapat membantu mencegah karies gigi.

Pada pengobatan TCM (Traditional Chinese Medicines), Cyperus rotundus dikenal sebagai herbal pengatur energi "qi". Oleh pengobatan Ayurveda (India kuno) tanaman ini dignakan untuk mengobati demam, gangguan pencernaan, dismenore, dan lain-lain.

Oleh orang Arab, umbi Cyperus rotundus yang telah dipanggang digunakan untuk mengobati bisul, luka, dan memar. Umbi tanaman ini dapat dimakan sebagai sumber karbohidrat yang kabarnya dimakan oleh penduduk benua Afrika saat dilanda kelaparan.

Kandungan kimia pada tanaman ini antara lain α-cyperone, β-selinene, cyperene, patchoulenone, sugeonol, kobusone, dan isokobusone.
Sekilas Tentang Orthosiphon Stamineus (Kumis Kucing) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Ciri tanaman kumis kucing adalah berbatang basah, tinggi sampai 1,5 m, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya berwarna putih seperti kumis kucing, batangnya berbentuk empat persegi dan mudah di patahkan. Biasanya tanaman ini tumbuh liar di ladang, di tepi sungai dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab sampai ketinggian 700 m dpl, ada juga yang ditanam sebagai tanaman hias. Bagian yang dapat dijadikan obat adalah seluruh bagian tumbuhan.

Tanaman kumis kucing ini dikenal sebagai antiinflamasi dan diuretik. Berikut adalah beberapa manfaat dari tanaman kumis kucing ini:

  • Mengatasi kencing tidak lancar

  • Membantu meluruhkan batu ginjal

  • Membantu mengatasi kencing manis (diabeets melitus)

  • Mengatasi sakit pinggang

Sekilas Tentang Alpinia Galanga (Lengkuas) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Alpinia galanga atau yang di Indonesia dikenal dengan sebutan lengkuas, merupakan suatu tanaman jenis umbi-umbian yang banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik, baik di daerah dataran tinggi maupun rendah.

Tanaman lengkuas memiliki ciri seperti memiliki ketinggian hingga mencapai hingga 2 meter, batangnya ditutupi oleh pelepah daun, dengan daun berciri tumbuh tunggal, memanjang, dan berwarna hijau. Tanaman lengkuas memilili bunga majemuk yang berkumpul diujung tangkai dengan mahkota bunga yang berwarna hijau di bawah dan berwarna putih di kuncupnya.

Lengkuas banyak digunakan sebagai bumbu dapur karena aromanya yang harum. Tanaman ini juga banyak digunakan dalam dunia pengobatan untuk mengobati berbagai macam masalah kesehatan. Lengkuas memiliki kandungan kimia seperti flavonol, galangin, eugenol, kamfor, kadinena, minyak atsiri, sineol, dan sebagainya. Bagian yang dapat dijadikan obat yaitu rimpang dan buahnya.

Efek farmakologis dan manfaat lengkuas bagi kesehatan di antaranya mampu menetralkan racun (antitoksik), menurunkan panas (antipiretik), menghilangkan rasa sakit (analgetik), meluruhkan kentut (carminative), meluruhkan kencing (diuretik), obat jamur, menyegarkan (stimulant), memperkuat lambung, dan meningkatkan nafsu makan (stomachica). Minyak atsiri lengkuas yang sudah menguap dapat merangsang kulit dan mukosa. Bila diminum, lengkuas berkhasiat menolak angin, menahan gerakan usus kecil, dan berefek antiseptik ringan. Bila disemprotkan pada lalat atau serangga bisa mati. Sementara itu, rimpang lengkuas digunakan untuk demam, kejang panas, masuk angin, tidak nafsu makan, menghilangkan bau mulut dan bau badan, sariawan berat (stomatitis aphtosa), sakit gigi, sakit tenggorokan, menghilangkan dahak pada bronkhitis, batuk, radang paru (pneunomonia), paru-paru mengandung nanah, radang lambung (gastritis), radang telinga (otitis), obat kuat (afrodisiak), pelancar haid (emenagog), diare, disentri, kolera, membersihkan darah nifas, rematik, keseleo, jerawat, eksim, panu, kurap, kutil, dan bercak-bercak di kulit. Buah lengkuas menghilangkan rasa dingin, lambung serta ulu hati kembung dan sakit, muntah, mual, diare, cikutun (singultus), serta nafsu makan kurang {anorexia).
Sekilas Tentang Rheum Palmatum (Kelembak) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Rheum palmatum atau kelembak adalah suatu tanaman yang berasal dari keluarga polygonaceae dengan ciri tanaman berdaun lebar melengkung, bergerigi, dan berbentuk mirip seperti tangan. Kelembak bisa tumbuh hingga ketinggian 2,5 meter. Bagian yang sering digunakan sebagai produk herbal adalah akarnya karena memiliki kandungan asam krisofanat, alizarin, glikogalin, tertrarin, dan lain-lain.

Beberapa manfaat tanaman ini bagi kesehatan seperti untuk membersihkan darah, menambah nafsu makan, menurunkan demam, mengatasi kekejangan, mengobati susah buang air besar, pencahar, dan diuretik. Wanita hamil dilarang mengonsumsi tanaman ini sebab dapat menyebabkan stimulasi uterus. Hati-hati mengonsumsi daun kelembak pada penderita penyakit arthritis, dan gangguan ginjal, sebab dapat meningkatkan atau memperparah kondisinya. Jika dikonsumsi dalam waktu lama, efek sampingnya dapat berupa hipertrofi (hati, tiroid, perut), mual, sakit perut, muntah, dan diare."
Sekilas Tentang Zingiber Aromaticum (Lempuyang Wangi) Pada Jamu Encok (Sido Muncul)
Zingiber Aromaticum (lempuyang wangi) memiliki rasa pahit, pedas, dan bersifat aromatik. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam lempuyang wangi, di antaranya minyak asiri seperti limonen dan zerumben. Efek farmakoiogis lempuyang wangi, di antaranya untuk antikejang dan penghilang rasa sakit (analgesik), asma, bengkak pada kaki setelah melahirkan, cacingan, kolera, kurang darah (anemia), influensa, malaria, masuk angin, muntah-muntah, penambah nafsu makan (stomachica), nyeri perut, reumatik, radang lambung (gastritis), sesak papas, sembelit (constipatio), TBC, urat saraf lemah, wasir, serta obat gosok untuk penghangat badan.
Sekilas Tentang Sido Muncul
Sido Muncul adalah suatu perusahaan jamu terbesar di Indonesia. Perusahaan itu awalnya didirikan oleh Ibu Rakhmat Sulistio (Go Djing Nio) yang memiliki kemampuan membuat dan mengolah jamu dari bahan rempah. Dari kemampuan itu maka beliau lantas mendirikan usaha jamu di Yogyakarta.

Salah satu produk awal dari usaha itu adalah jamu "Tujuh Angin" yang diproduksi pada tahun 1941. Produk ini merupakan cikal bakal munculnya jamu "Tolak Angin". Ibu Rakhmat Sulistio memformulasikan jamu tersebut sehingga memiliki khasiat dan manfaat untuk menyembuhkan masuk angin. Jamu Tujuh Angin ini laris manis manis dipasaran sehingga usaha jamu Ibu Rakhmat Sulistio semakin berkembang maju. Akibat perang kemerdekaan melawan Belanda pada 1949, usaha jamu ini terpaksa berpindah lokasi ke Semarang dan di sanalah ia mendirikan usaha jamu dengan nama "Sido Muncul" yang memiliki arti "impian yang terwujud". Pada saat itu usaha ini hanya memiliki tiga orang karyawan.

Usaha yang semakin berkembang dan jumlah permintaan yang semakin meningkat, maka banyak pelanggan yang meminta dibuatkan kemasan produk jamu yang lebih praktis agar dapat mudah dikonsumsi. Oleh karenanya dibuatlah produk Tolak Angin. Produk itu awalnya dibuat dalam bentuk serbuk yang kemudian dapat diseduh.

Pada tahun 1970, dibentuklah suatu badan usaha bernama CV. Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul dan lima tahun kemudian pada 1975, bentuk perusahaan yang awalnya berupa CV, berubah menjadi berbentuk PT (Perseroan Terbatas) dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Generasi kedua pendiri perusahaan ini, Ibu Desy Sulistio, memutuskan untuk membuka pabrik Sido Muncul di Kaligawe, Semarang pada tahun 1984.

Tahun 1997 perusahaan ini menambah fasilitas produksinya dengan mendirikan pabrik di lahan seluas 30 hektar di Ungaran. Pabrik baru ini diresmikan pada 11 November 2000 dan disaat yang sama perusahaan menerima dua sertifikat pengendali mutu yakni CPOB dan CPOTB. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa produk jamu dan farmasi yang diproduksi oleh Sido Muncul sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

Sido Muncul kemudian melebarkan sayapnya dengan membuat divisi food yang mana divisi ini membuat berbagai produk makanan dan minuman kesehatan seperti Kuku Bima Energi, Permen Tolak Angin, Kopi Jahe Sido Muncul, Alang Sari Plus, dan lain-lain.

Salah satu hal yang unik adalah logo perusahaan ini tidak berubah sejak lama yakni berupa lumpang atau alat penumbuk/penghalus bahan jamu yang terdapat foto seorang ibu dengan anaknya yang menurut beberapa sumber, gambar tersebut adalah gambar Ibu Rakhmat Sulistio dengan cucunya, Bapak Irwan Hidayat, yang saat ini menjadi Presiden Direktur Sido Muncul.

Saat ini produk yang telah dihasilkan oleh Sido Muncul berjumlah lebih kurang 250 varian produk yang beberapa diantaranya telah diekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Australia, Korea Selatan, Nigeria, Algeria, Amerika Serikat, Arab Saudi, Mongolia, dan Rusia. Sido Muncul terus berusaha agar dapat menjual produknya di negara-negara lainnya di seluruh dunia.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2017, 26 November). Jamu Encok (Sido Muncul). Diakses pada 28 Januari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/jamu-encok-sido-muncul/


Format MLA (Modern Language Association)

"Jamu Encok (Sido Muncul)". Farmasi-id.com. 26 November 2017. 28 Januari 2020. https://www.farmasi-id.com/jamu-encok-sido-muncul/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Jamu Encok (Sido Muncul)", 26 November 2017, <https://www.farmasi-id.com/jamu-encok-sido-muncul/> [Diakses pada 28 Januari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda