Interdoxin

By | Juli 9, 2021 |

INTERDOXIN®
KAPSUL

Kandungan dan Komposisi Interdoxin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Interdoxin adalah::
INTERDOXIN® 50 Kapsul
Tiap kapsul mengandung:
Doxycycline hyclate setara dengan
Doxycycline ……………………………… 50 mg

INTERDOXIN® 100 Kapsul
Tiap kapsul mengandung:
Doxycycline hyclate setara dengan
Doxycycline ………………………………100 mg

CARA KERJA OBAT:
Doxycycline bekerja dengan jalan menghalangi pembentukan protein bakteri, dan tempat kerjanya pada 30S-ribosom bakteri.
Doxycycline mempunyai spektrum luas terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Interdoxin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Interdoxin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
  • Infeksi saluran pernafasan: Infeksi saluran pernafasan bawah termasuk pneumonia yang disebabkan Haemophilus influenzae, Klebsiella sp., S. pneumonia
  • Pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumonia
  • Pengobatan bronkitis dan sinusitis kronis
  • Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Klebsiella, Enterobacter, S. faecalis, E coli
  • Infeksi kulit: acne vulgaris
  • Penyakit karena hubungan 5eksual: Infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis termasuk infeksi uretra yang tidak terkomplikasi, infeksi endocervical atau rectal. Urethritis non-gonococcal yang disebabkan oleh Ureaplasma urealyticum (T. mycoplasma). Chancroid atau infeksi-infeksi yang disebabkan oleh Haemophylus ducreyi
  • Sebagai alternatif untuk pengobatan gonore dan sifilis
  • Infeksi mata yang disebabkan oleh Gonococci, Staphylococci dan H. influenzae seperti trachoma dan konjungtivitis
  • Infeksi Rickettsia

Kontraindikasi Interdoxin

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Interdoxin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:
  • Penderita yang hipersensitif / alergi terhadap golongan tetrasiklin
  • Wanita hamil, menyusui, dan anak di bawah umur 8 tahun

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Interdoxin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Interdoxin?

Jika Anda lupa menggunakan Interdoxin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Interdoxin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Interdoxin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Interdoxin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Interdoxin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Interdoxin yang mungkin terjadi adalah:

:
  • Saluran cerna: anoreksia, mual dan muntah, diare, glositis dan superinfeksi oleh mikroorganisme yang tidak peka
  • Kenaikan kadar urea darah
  • Darah: anemia hemolitik, trombositopenia, neutropenia, eosinofilia
  • Reaksi hipersensitif : urtikaria, anafilaksis dan Lupus Erythematosus

PERINGATAN/Perhatian:

  • Penggunaan golongan tetrasiklin pada kehamilan dan menyusui dan juga pada anak di bawah 8 tahun dapat menimbulkan perubahan warna permanen pada gigi anak
  • Hati-hati pemakaian pada penderita dengan kerusakan hati dan penderita yang sedang mendapat obat-obatan yang bersifat hepatotoksik
  • Pada pemakaian jangka panjang perlu dilakukan pemeriksaan secara periodik terhadap sistem organ termasuk sistem organ hepatopoetik, ginjal, dan hati
  • Sebaiknya diminum bersama makanan untuk mencegah iritasi lambung

Interaksi Obat Interdoxin

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Interdoxin antara lain:

:
  • Phenytoin, Phenobarbital dan Carbamazepine dapat mempercepat masa paruh eliminasi, sehingga akan menurunkan kadar Doxycycline dalam plasma
  • Absorbsi golongan tetrasiklin dengan cara pemberian oral dapat terganggu bila diberikan bersama-sama dengan susu dan mineral-mineral seperti Ca, Al, Mg, Fe
  • Dengan oral kontrasepsi akan menurunkan efektivitas oral kontrasepsi

ATURAN PAKAI:

  • Dewasa dan anak-anak di atas 8 tahun dengan berat badan › 45 kg:
    • Hari pertama 200 mg diberikan dosis tunggal atau 100 mg 2 kali sehari, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan yang dapat diberikan 100 mg sehari atau 50 mg 2 kali sehari untuk infeksi yang lebih berat, terutama infeksi kronik saluran kemih sebaiknya diberikan 200 mg sehari
  • Anak-anak di atas 8 tahun dengan berat badan ‹ 45 kg:
    • Hari pertama 4,4 mg/kg BB sehari terbagi dalam 2 dosis, selanjutnya 2,2 mg/kg BB sehari
    • Pada infeksi berat dapat diberikan 2,2 mg/kg BB setiap 12 jam
  • Infeksi gonococcal tidak terkomplikasi (kecuali infeksi anorectal pada laki-laki), infeksi urethral tidak terkomplikasi, endocervical atau rectal, urethritis non gonococcal: 100 mg 2 kali sehari selama 7 hari
  • Sifilis primer dan sekunder:
    • 30 mg sehari dalam dosis terbagi selama 10 hari
    • Terapi sebaiknya diteruskan sedikitnya 24-48 jam sesudah gejala-gejala dan demam telah reda

Izin, Kemasan & Sediaan Interdoxin

:
INTERDOXIN® 50 Kapsul
Kotak berisi 5 strip @ 4 kapsul
Reg. No. DKL7817608801Al

INTERDOXIN® 100 Kapsul
Kotak berisi 5 strip @4 kapsul
Reg. No. DKL7817608801B1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
SIMPAN DI BAWAH 30°C
TERLINDUNG DARI CAHAYA

Diproduksi oleh PT Interbat
JI. H.R.M. Mangundiprojo no. 1
Buduran, Sidoarjo-61252
Jawa Timur, Indonesia

Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *