Huai Jiao Wan

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Ambeien / Wasir > Huai Jiao Wan

Kandungan dan Komposisi Huai Jiao Wan

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Huai Jiao Wan:

  • Sophorae Japonicae Fructus 35.544 mg
  • Aurantii Immaturus Fructus 17.891 mg
  • Angelicae Sinensis Radix 17.891 mg
  • Sanguisorbae Officinalis Radix 17.891 mg
  • Saposhnikoviae Divaricata Radix 17.891 mg
  • Scutellaria Baicalensis Radix 17.891 mg
  • Mel depratum 20 mg
  • Talc 5 mg
  • Starch 100 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Huai Jiao Wan

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Huai Jiao Wan:

Membantu meringankan gejala wasir, sembelit dan melancarkan buang air besar. Digunakan pada buang air besar berdarah serta nyeri-gatal karena wasir.

Cara Pakai dan Dosis

Diminum sehari 2 x 9 pil.

Cara Penyimpanan Huai Jiao Wan

Simpan di tempat yang kering, sejuk dan terhindar dari sinar Matahari langsung. Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kemasan dan Sediaan Huai Jiao Wan

Dus @ Botol @ 100 pil

Izin BPOM Huai Jiao Wan

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Huai Jiao Wan:

TI164450041

Produsen Huai Jiao Wan

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Huai Jiao Wan:

Hubei Minkang Pharmaceutical CO LTD – China

Importir

PT Saras Subur Abadi

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Huai Jiao Wan Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Huai Jiao Wan, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Huai Jiao Wan?

Jika Anda lupa menggunakan Huai Jiao Wan, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Huai Jiao Wan Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Huai Jiao Wan?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Huai Jiao Wan yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Rasa manis madu disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Madu memiliki beberapa kandungan seperti: fruktosa, glukosa, Maltosa, Sukrosa, Air, Gula paling tinggi, Abu (analisis kimia), dll.

Berikut adalah beberapa manfaat madu:

  • Antioksidan

  • Meredakan sakit tenggorokan dan batuk

  • mengurangi bau badan

  • Meredakan bengkak

  • Mengobati luka

  • Mengurangi alergi

Scutellariae Baicalensis atau disebut juga Chinese skullcap merupakan suatu tanaman herbal yang banyak digunakan di China sebagai tanaman untuk pengobatan. Khasiat tanaman ini telah diketahui sejak dua ribu tahun lalu yang tercatat dalam tulisan Shuowen Jiezi dari jaman Dinasti Han, di China. Tanaman ini digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit seperti diare, disentri, hipertensi, insomnia, perdarahan, inflamasi, dan infeksi saluran pernapasan. Kandungan bioaktif seperti baicalin, wogonoside dan aglycones baicalein wogonin dapat ditemui pada akarnya. Kandungan bioaktif ini memiliki manfaat farmakologi seperi antikanker, hepatoproteksi, antibakteri, antivirus, antioksidan, antikonvulsan, neuroprotektif, dan lain-lain.

Scutellariae Baicalensis merupakan tanaman yang masuk dalam keluarga Lamiaceae. Tanaman ini banyak tumbuh di China, Rusia, Mongolia, Korea (Utara dan Selatan), dan beberapa negara Eropa. Masyarakat China biasanya menggunakan akarnya untuk digunakan dalam pengobatan dan biasanya ketika dibuat obat mereka menyebutnya Huang-Qin. Karena kepopulerannya, maka tanaman ini masuk dalam daftar Farmakope China. Akar yang sudah dikeringkan kemudian direbus atau diolah sebagai tincture.

Hasil penelitian pemberian Xiaochai Hutang (preparat dengan kandungan Huang-Qin) pada penderita hepatitis B di tahun 1994 mendapati bahwa fungsi livernya membaik sekira 78 persen dan pada penderita hepatitis selain hepatitis A dan B fungsi livernya mengalami peningkatan 67 persen. Penelitian lainnya juga mendapati bahwa ekstrak akar Scutellariae Baicalensis mampu mematikan sel kanker paru namun tidak pada fibroblast. Kemungkinan aktivitas protein p53 dan Bax yang menimbulkan efek ini. Tanaman ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker limfoma dan mieloma. Wogonoside memiliki efek antikanker pada penderita AML (acute myeloid leukemia). Manfaat antibakterinya efektif mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri Bacillus cereus, Escherichia coli, Listeria monocytogenes, Salmonella anatum dan Staphylococcus aureus.
Sekilas Tentang Angelica Sinensis (Ginseng Putri) Pada Huai Jiao Wan
Angelica sinensis (ginseng putri) merupakan herba perenial yang memiliki aroma wangi dan rasanya ini memiliki akar tinggal segar berwarna cokelat, yang bercabang-cabang menjadi kumpulan akar-akar kecil liat dan sangat rapat, mirip tanaman gentian. Tanaman ini daunnya menyerupai seledri maka tak heran jika tanaman ini disebut juga dengan Shan Chin (seledri gunung).

Angelica sinensis memiliki efek farmakologi yang bermanfaat untuk Menstimulasi dan mengatur haid, menambah tenaga dan menyegarkan badan, menghilangkan rasa sakit, meredakan rasa nyeri, memulihkan kesehatan dan fungsi-fungsi vital, merangsang selera makan; meningkatkan kesehatan otot, merangsang sistem kekebalan tubuh, haid tidak normal (tidak teratur dan terasa sakit), sindrom pra-haid, sakit kepala, nyeri karena luka trauma atau luka-luka operasi, kelumpuhan, selera makan yang buruk, dan kanker.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Wasir (Hemoroid)
Wasir (nama lain: ambeien/hemorrhoid/piles) adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan.

Gejala patologis wasir bergantung pada jenisnya. Wasir internal biasanya timbul bersama perdarahan rektum tanpa rasa nyeri, sedangkan wasir eksternal dapat menunjukkan beberapa gejala atau jika terkena trombosis akan ada nyeri signifikan dan pembengkakan di area anus. Sejumlah faktor yang meningkatkan tekanan intra-abdomen, khususnya konstipasi, dipercaya mempunyai andil dalam perkembangan kondisi ini.

Perawatan awal untuk wasir yang ringan hingga sedang meliputi peningkatan konsumsi serat, cairan oral untuk menjaga hidrasi, NSAID untuk membantu mengatasi nyeri, dan istirahat. Beberapa prosedur kecil dapat dilakukan jika gejalanya parah atau tidak membaik dengan penanganan konservatif. Pembedahan dibatasi hanya untuk pasien yang tidak membaik setelah berbagai tindakan tersebut dilakukan.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2017, 20 April). Huai Jiao Wan. Diakses pada 28 Mei 2020, dari https://www.farmasi-id.com/huai-jiao-wan/


Format MLA (Modern Language Association)

"Huai Jiao Wan". Farmasi-id.com. 20 April 2017. 28 Mei 2020. https://www.farmasi-id.com/huai-jiao-wan/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Huai Jiao Wan", 20 April 2017, <https://www.farmasi-id.com/huai-jiao-wan/> [Diakses pada 28 Mei 2020]


Bagikan ke Rekan Anda