Heparviton NF

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Kolagogum, Kolelitolitik, & Hepatoprotektor > Heparviton NF

By | 13/04/2017

Komposisi

  • Phospholipids esensial 50 mg,
  • ekstr Curcuminoid 20 mg,
  • Oleum Xanthorrhizae 30 mg,
  • vit E 60 mg,
  • Selenium 25 mcg,
  • Zn 15 mg.

Indikasi

Suplemen untuk memelihara kesehatan fungsi hati.

Dosis

1 kapsul 3 kali/hari

Perhatian

Batu empedu.

Efek Samping

Diare (pada dosis besar)

Kemasan dan Sediaan

Kapsul 10 x 5

Produsen

Tempo Scan Pacific / Bode

Sekilas Tentang Selenium

  1. Membantu fungsi kognitif otak.

  2. Membantu sistem kekebalan tubuh.

  3. Penting bagi metabolisme hormon tiroid dan sintesis DNA.

  4. Mengurangi peradangan dan mencegah penggumpalan darah.

  5. Menekan jumlah virus HIV dalam darah penderitanya.

Sumber: kacang brazil, udang, kepiting, salmon, beras merah, telur, ayam, bawang putih, bayam, jamur shitake.

Sekilas Tentang Vitamin E

  1. Mencegah rambut rontok.

  2. Melancarkan peredaran darah di kulit kepala.

  3. Menyeimbangkan produksi sebum.

  4. Menjaga kadar hormon.

  5. Mengurangi efek samping obat-obatan.


  1. Mengatasi diabetes.

  2. Memperbaiki kualitas sperma.

  3. Mencegah kulit terbakar.

  4. Menjaga kesehatan kuku.

  5. Mengatasi garis-garis halus dan kerutan.

Sumber: kuning telur, tahu, bayam, kacang tanah, kedelai, almond, alpukat, udang, labu, brokoli, dan minyak biji bunga matahari.

Sekilas Tentang Zinc

  1. Mengatur kekebalan tubuh.

  2. Mengobati diare.

  3. Mempengaruhi proses belajar dan memori anak.

  4. Mengatasi pilek.

  5. Menyembuhkan luka.


  1. Membuat penglihatan menjadi lebih tajam.

  2. Mengoptimalkan fungsi reproduksi.

  3. Mencegah kepikunan.

  4. Membantu regenerasi sel.

  5. Sebagai antioksidan.

Sumber: tiram, daging merah, unggas, seafood (kepiting dan lobster), sereal, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu.

Sekilas tentang hati

Hati merupakan organ terbesar kedua pada tubuh manusia. Hati bekerja keras melakukan banyak fungsi seperti melawan infeksi dan penyakit, mengeluarkan toksin atau racun, mengendalikan kadar kolesterol. Hati juga berperan dalam pembentukan fibrinogen dalam plasma darah. Fungsi fibrinogen dalam plasma darah yaitu berperan dalam proses pembekuan darah. Fibrinogen sangat diperlukan saat terjadi luka pada jaringan kulit. Hati memproduksi empedu, cairan berwarna hijau kekuningan yang memiliki banyak fungsi bagi sistem pencernaan dan ekskresi tubuh.

Beberapa penyakit yang bisa terjadi pada hati seperti:

Hepatitis

Hepatitis merupakan kelainan hati yang banyak dialami oleh manusia. Kata hepatitis berasal dari Bahasa Yunani kuno “hepar” yang memiliki arti hati, dan Bahasa Latin “itis” artinya memiliki arti peradangan. Istilah hepatitis menggambarkan kondisi peradangan yang dialami oleh hati. Hepatitis dapat disebabkan oleh virus. Virus merupakan agen biologi yang hanya dapat berkembangbiak pada sel organisme lain. Virus tidak digolongkan sebagai makhluk hidup karena tidak menunjukkan ciri ciri makhluk hidup. Beberapa jenis hepatitis diuraikan sebagai berikut:

  • Hepatitis A – Hepatitis A disebabkan oleh HAV (Hepatitis A Virus) yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terinfeksi dan beberapa kasus karena seks oral dengan penderita hepatitis A.

  • Hepatitis B – Hepatitis B merupakan jenis hepatitis yang disebabkan oleh HBV (Hepatitis B Virus) yang ditularkan melalui kegiatan seks dengan penderita atau kontak dengan cairan tubuh penderita. Hati penderita ini dapat mengalami pembengkakan yang berujung pada kerusakan hati.

  • Hepatitis C – Hepatitis C disebabkan oleh HCV (Hepatitis C Virus) yang ditularkan melalui transfusi darah dari penderita. Penderita penyakit ini biasanya saling berbagi jarum yang tidak steril saat menggunakan obat-obatan.

  • Hepatitis D – Penyakit ini disebabkan oleh HDV (Hepatitis D Virus) yang ditularkan melalui transfusi darah atau hubungan badan. Penyakit ini hanya dapat diderita oleh orang yang sudah menderita hepatitis B. Meskipun belum ada vaksin untuk hepatitis D, tetapi pencegahan dapat dilakukan dengan vaksin hepatitis B.

  • Hepatitis E – penyakit ini disebabkan oleh HEV (Hepatitis E Virus) yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terinfeksi kotoran penderita hepatitis E.

  • Hepatitis alkoholik – Penyakit ini disebabkan oleh kelebihan konsumsi minuman beralkohol yang terakumulasi selama bertahun-tahun.

  • Hepatitis autoimun – penyakit ini merupakan penyakit hepatitis keturunan yang sangat langka, disebabkan oleh fungsi sel darah putih sebagai sistem imun tubuh tidak berjalan semestinya. Sistem imun tubuh justru menyerang sel sel organ hati sehingga rusak dan tidak bekerja dengan baik.


Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)

NAFLD merupakan kondisi yang merujuk pada penumpukan lemak pada hati. Kondisi ini biasanya ditemui pada orang dengan masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Fungsi lemak bagi tubuh salah satunya adalah melindungi organ, namun hal ini tidak berlaku bagi hati. Semakin sedikit lemak yang terakumulasi di hati maka kondisi kesehatan hati akan semakin baik. Kelainan ini terbagi dalam 4 tahap yaitu:

  • Steatosis – Penumpukan lemak dengan jumlah yang banyak ditemukan pada hati. Kondisi ini tidak berbahaya.

  • Non-alcoholic steatohepatitis – Terjadi peradangan pada hati.

  • Fibrosis – kondisi dimana peradangan terus menerus akhirnya menyebabkan luka di sekitar hati dan pembuluh darah, tetapi fungsi hati masih berjalan normal.

  • Sirosis – Hati menyusut dan terlihat bopeng setelah sekian tahun mengalami peradangan, dapat menyebabkan gagal hati dan kanker hati.


Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah kelainan turunan dengan kecenderungan untuk menyerap zat besi lebih banyak. Normalnya tubuh menjaga penyerapan zat besi dalam batas yang dibutuhkan tubuh saja, namun penderita hemokromatosis tidak dapat melakukan itu. Hal ini disebabkan ada mutasi gen HFE yang mengatur penyerapan zat besi dalam tubuh. Zat besi dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Fungsi hemoglobin adalah untuk mengikat oksigen dalam darah. Namun kelebihan zat besi dalam tubuh bukan menguntungkan justru menimbulkan berbagai masalah antara lain:

  • Merasa kelelahan sepanjang waktu

  • Nyeri sendi

  • Disfungsi ereksi

  • Tidak mengalami haid


Perawatan yang sesuai untuk penderita hemokromatosis adalah cuci darah. Selain itu untuk mencegah komplikasi akibat penyakit ini langkah yang perlu dilakukan antara lain:

  • Menghindari suplemen zat besi

  • Menghindari makanan dengan kandungan zat besi tinggi

  • Mengurangi jumlah asupan vitamin C

  • Menghindari konsumsi minuman keras berlebihan


Sirosis Bilier Primer

Sirosis bilier primer merupakan kondisi kelainan pada hati akibat terjadi kerusakan pada saluran empedu di hati. Empedu yang dihasilkan oleh hati pada keadaan normal akan disalurkan menuju kantong empedu. Fungsi kantong empedu adalah sebagai tempat penyimpanan sekaligus penyerapan air dan elektrolit dari empedu.

Apabila terjadi kerusakan atau penyumbatan di saluran empedu, maka empedu yang seharusnya dikeluarkan akan tertahan di hati dan lama kelamaan akan mengalami kerusakan fungsi hati. Penyakit ini disebabkan oleh sistem imun tubuh yang menyerang saluran empedu sehingga saluran empedu rusak. Kebanyakan penyakit ini diderita oleh wanita pada usia 40-60 tahun.

Kanker hati

Kanker hati merupakan kanker yang jarang ditemukan namun cukup berbahaya. Kanker ini berasal dari sel sel hati, dan bukan kanker yang tumbuh di ogrgan lain lalu menyebar ke hati. Kanker hati jarang terlihat gejala awalnya, hanya dapat terlihat saat kanker mulai memasuki tahap berbahaya. Gejala yang ditunjukkan antara lain:

  • Kehilangan berat badan

  • Kehilangan nafsu makan

  • Cepat kenyang walaupun sedikit makan

  • Muntah muntah

  • Sakit kuning


Sekilas tentang nutrisi hati

Untuk mengoptimalkan sistem kerja hati, kita tentu saja membutuhkan dukungan dari nutrisi yang bisa kita dapatkan dari makanan maupun asupan suplemen. Nah, untuk memudahkan Anda mengenali nutrisi yang tepat untuk suplemen yang aman untuk hati, Anda bisa memeriksa kandungan nutrisi yang aman untuk hati Anda .

1. Fruktosa

Hati kita menyimpan glikogen sebagai bahan bakar darurat. ketika simpanan glikogen dalam hati telah tinggi, hati kita akan mampu menghasilkan T3 (hormon tiroid aktif) yang mampu mengontrol metabolisme. Tanpa adanya gula yang memadai dalam bentuk fruktosa dan glikosa, tentu saja metabolisme tubuh akan menurun. Untuk mendapatkan asupan nutrisi fruktosa ini, Anda bisa mendapatkannya dari buah-buahan matang dan juga madu.

2. Vitamin B

Vitamin B terlibat dalam tahap pertama proses detoksifikasi dalam hati. Detoksifikasi adalah proses melarutkan racun dalam air yang berlanjut pada pembuangan melalui ginjal. Inilah yang membuat suplemen vitamin B penting untuk Anda dapatkan. Sebelum mengonsumsi suplemen vitamin B, penting untuk menambahkan nutrisi asam amino glisin yang merupakan komponen utama dari gelatin.

3. Gelatin

Asam amino glisin sangat penting dalam tahap kedua proses detoksifikasi racun dalam hati. Proses ini dikenal juga dengan istilah konjugasi. Kandungan glisin banyak ditemukan dalam jaringan ikat dan tulang yang dilarutkan untuk membentuk gelatin. Anda bisa mendapatkannya dari sup yang menggunakan kaldu tulang.

4. Molibdenum

Fungsi utama molibdenum yang merupakan salah mineral logam penting adalah untuk memfasilitasi pemecahan asam amino yang mengandung sulfur. tentu saja ini sangat penting untuk kesehatan hati. Molibdenum juga digunakan untuk melindungi hati dari racun alkohol.

5. N-asetil-sistein (NAC)

NAC (N-asetil-sistein) merupakan antioksidan penting yang merupakan prekursor untuk glutathione, racun terbesar yang ada dalam tubuh. Studi klinis telah menunjukkan NAC efektif untuk memerangi penyakit hati dan regenerasi hati. Selain itu, NAC telah terbukti secara klinis dapat meringankan gejala penyakit mental, seperti depresi, skizofrenia, dan gangguan kepribadian.

Selain mendapatkannya dari makanan, Anda bisa mendapatkan nutrisi-nutrisi tersebut dari suplemen yang tersedia di apotek ataupun toko obat. Semoga ini bermanfaat agar Anda dapat mengenali manfaat nutrisi yang Anda butuhkan untuk kesehatan hati.
Sekilas Tentang Obat Kolagogum, Kolelitolitik, & Hepatoprotektor

Kolagogum adalah obat atau zat yang merangsang sekresi empedu ke dalam usus.

Kolelitolitik adalah obat atau zat pelarut batu empedu digunakan untuk melarutkan batu-batu empedu kecil yang tidak dikalsifikasi. Mereka menekan jumlah kolesterol yang disintesis oleh hati atau menghambat jumlah kolesterol yang diserap dari usus. Mereka digunakan untuk memecah batu empedu pada pasien yang tidak perlu menjalani operasi.

Hepatoprotektor adalah obat untuk mencegah kerusakan pada hati.