Geneva Day Light Cream Sensitive

Farmasi-id.com > Kulit > Pelindung Kulit dari Sinar Matahari > Geneva Day Light Cream Sensitive

By | 18/12/2016

Komposisi

Aqua, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Propylene Glycol, Niacinamide, Cyclopentasiloxane, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Caprylyl Methicone, Bis-PEG-18 Methyl Ether Dimethyl Silane, Cetearyl Alcohol, Stearic Acid, Caprylic/Capric Triglyceride, Dimethicone, Glyceryl Stearate, Talc, Ethylhexyl Cocoate, Silica, Cetyl Alcohol, Butyrospermum Parkii Butter, Triacontanyl PVP, Ethoxydiglycol, PEG-20 Stearate, Dimethiconol, Titanium Dioxide, Butylene Glycol, Tocopheryl Acetate, Xanthan Gum, DMDM Hydantoin, Aminomethyl Propanol, Polyacrylate Crosspolymer-6, Dimethylmethoxy Chromanyl Palmitate, Disodium EDTA, BHT, Allantoin, Magnesium Stearate, Aluminum Hydroxide, Chamomilla Recutita Flower Extract, Iodopropynyl Butylcarbamate.

Indikasi 

Melindungi kulit dari sinar UV A dan UV B, mencerahkan serta memelihara kelembaban kulit yang sensitif

Aturan Pakai 

Oleskan tipis dan merata pada kulit yang telah dibersihkan, diamkan selama 15 menit sebelum anda beraktivitas dibawah sinar matahari. Dapat diulang sesuai keperluan.

Cara Penyimpanan 

Simpan dibawah suhu 30°C

Kemasan dan Sediaan

Pot 1 Kg; Pot 12.5 gram; Pot 15 gram; Pot 250 gram; Pot 5 gram; Tube 10 gram; Tube 20 gram, Krim.

Izin BPOM

No Reg : NA 18150101368

Produsen

Graha Farma

Sekilas Tentang Aluminium Hydroxide

Aluminium hidroksida merupakan mineral alami yang termasuk dalam golongan antasida. Aluminium hidroksida digunakan untuk mengobati mulas, sakit perut, asam lambung, atau gangguan pencernaan asam. Aluminium hidroksida juga digunakan untuk mengurangi kadar fosfat pada orang dengan kondisi ginjal tertentu.

Sekilas Tentang Titanium Dioxide

Titanium dioksida merupakan suatu mineral yang terdapat bebas di alam namun saat ini bentuk sintesisnya sudah bisa diproduksi oleh pabrik. Titanium dioksida ini biasa digunakan dalam produk makanan, obat, suplemen, dan kosmetik sebagai bahan tambahan untuk memberikan warna putih cerah pada produk dan kegunaan lainnya. Titanium dioksida banyak dipakai dalam produk tabir surya karena sifatnya tahan terhadap sinar UV baik UVA maupun UVB dan mampu menyerapnya, mirip seperti zinc oksida.

Titanium dioksida juga umum digunakan sebagai pigmen dalam kapsul gelatin, pelapis tablet, sirup, dan sebagainya. FDA menyetujui penggunaan titanium dioksida untuk digunakan sebagai pewarna makanan, obat, dan kosmetik (pasta gigi dan lipstik).

Sekilas Tentang Niacinamide/Nicotinamide

Niacinamide, juga disebut nicotinamide, adalah bentuk vitamin B-3, dan merupakan suatu nutrisi penting. Kekurangan vitamin B-3 dapat menyebabkan gangguan pada kulit, ginjal, dan otak. Berikut adalah manfaat dari niacinamide:


  1. Mengencangkan kulit.

  2. mempertahankan kelembaban kulit

  3. Meminimalkan kemerahan dan noda hitam. 

  4. Menjaga kulit tetap halus dan lembab.

  5. Mengatur produksi minyak pada kulit. 


  1. Melindungi dari kerusakan kulit akibat sinar matahari.

  2. Mengobati hiperpigmentasi.

  3. Meminimalkan garis-garis halus dan kerutan.

  4. Melindungi dari stres oksidatif.

  5. Mengobati jerawat.

Sumber: telur, sereal, sayuran hijau, kacang polong, ikan, susu.

Sekilas Tentang Alcohol (Ethanol)

Alkohol dalam berbagai bentuknya merupakan suatu zat yang memiliki sifat antiseptik, disinfektan, dan antidot. Alkohol memiliki banyak bentuk yang digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Pada pembahasan ini kita batasi alkohol dalam bentuk alkohol, n-butanol, dan ethanol. Alkohol dapat diaplikasikan pada kulit sebagai disinfektan kulit sebelum injeksi dan sebelum pembedahan pada operasi. Alkohol dalam bentuk ethanol (suatu komposisi kimia alkohol sederhana) secara intravena digunakan untuk perawatan toksisitas methanol atau toksisitas ethylene glycol saat fomepizole tidak tersedia. Efek toksik dari glycol dapat terkristalisasi pada ginjal dan menyebabkan efek yang sangat serius. Diperkirakan alkohol mulai digunakan sebagai antiseptik pada sekira tahun 1363 namun kemungkinan jauh lebih awal dari itu. Alkohol umumnya dihasilkan dari fermentasi ragi, gula, dan pati pada buah-buahan seperti anggur, kaktus, tebu, gandum, dan sebagainya.

Alkohol dalam bentuk n-butanol (produk minor hasil fermentasi gula) dalam jumlah kecil digunakan dalam industri makanan dan miuman sebagai pelarut dan pengaroma. Alkohol berupa ethanol (alkohol yang secara alami diproduksi oleh fermentasi gula oleh ragi) memiliki sifat memabukkan biasanya dijumpai pada produk-produk minuman keras seperti bir, wine, dan sejenisnya. Efek samping yang biasa terjadi saat seseorang mengonsumsi alkohol adalah pusing, mual, dan muntah. Alkoho dapat bersifat adiktif, menyebabkan alkoholisme, dan ketergantungan serta menimbulkan efek penarikan. Mengonsumsi alkohol dalam jangka lama dapat menyebabkan kerusakan hati kerusakan otak, dan berisiko menyebabkan kanker. Kebanyakan efek tadi ditimbulkan jika mengonsumsinya dalam dosis besar dan frekuensi sering. Namun kemungkinan efek samping itu bisa saja terjadi pada penggunaan dosis ringan dan moderat. Alkohol pada bir bekerja dengan meningkatkan efek neurotransmiter yang disebut γ-aminobutyric acid atau GABA. GABA adalah inhibitor major neurotransmiter pada otak dan dengan memfasilitasi aksinya, alkohol dapat menekan aktifitas sistem saraf pusat. Alkohol juga secara langsung berefek pada sistem neurotransmiter lainnya termasuk glutamate, glycine, acetylcholine, dan serotonin. Hasilnya akan terjadi peningkatan kadar dopamin dan opioid endogen pada otak.

Pada industri farmasi, alkohol digunakan sebagai pelarut atau media "transportasi" pada berbagai jenis obat baik obat bebas maupun obat resep. Selain itu ia juga digunakan sebagai pengawet produk farmasi.

Sekilas Tentang Caprylic (Capric Triglyceride)

Caprylic atau capric triglyceride adalah suatu bahan yang secara umum terbuat dari minyak kelapa dan glycerin. Bahan ini telah lama dikenal (lebih dari 50 tahun lalu) dan telah digunakan secara luas untuk berbagai macam produk kesehatan dan perawatan seperti untuk produk makanan, perawatan tubuh, kosmetik, suplemen, dan lain-lain. Caprylic bermanfaat untuk kesehatan antara lain untuk menghaluskan kulit dan juga sebagai antioksidan. Maka tak heran bila bahan ini banyak dijumpai pada produk-produk perawatan kulit. Pada produk kosmetik, caprylic sebagai agen dispersi agar bahan-bahan pada kosmetik dapat berikatan sekaligus bertindak sebagai pengawet alami agar produk kosmetik dapat bertahan lama. Caprylic mempunyai ciri berupa cairan bening dan rasanya sedikit manis. Berikut beberapa manfaat caprylic:

Menjaga kesehatan kulit

Caprylic memiliki manfaat sebagai antioksidan yang membantu menetralkan racun yang berasal dari berbagai polutan yang ada pada lingkungan. Antioksidan akan menghentikan proses oksidasi yang dapat membuat kulit mengalami degenerasi dan terlihat kusam. Oleh sebab itu banyak produk sabun yang menggunakan caprylic sebagai salah satu komposisinya. Caprylic juga dikenal sebagai bahan yang memiliki manfaat sebagai pelembut kulit, anti-aging (anti penuaan), dan pencerah kulit.

Agen pendispersi dan pelarut

Pada produk kosmetik dan perawatan tubuh, caprylic digunakan sebagai agen pendispersi yang membuat campuran bahan-bahan tidak mengalami penggumpalan dan tetap berada dalam kondisi stabil sekaligus berfungsi untuk mengawetkannya secara alami. Selain sebagai agen pendispersi, caprylic juga digunakan sebagai pelarut untuk bahan-bahan yang asalnya menggumpal agar dapat terpecah dan ia termasuk dalam bahan pelarut yang aman sekaligus alami.

Berikut berbagai produk yang menggunakan caprylic sebagai salah satu bahannya:



  1. Lipstik;

  2. Pelembab bibir;

  3. Eye liner;

  4. Krim pelembab wajah;

  5. Krim perawatan kulit;

  6. Sunblock/sunscreen.


FDA menyatakan bahwa caprylic adalah bahan yang aman untuk digunakan pada jumlah kecil karena ia bukanlah bahan utama melainkan sebagai bahan tambahan saja. Namun kemungkinan ada orang yang tidak cocok menggunakannya khususnya pada mereka yang alergi pada minyak kelapa. Namun secara umum ia merupakan bahan yang aman.

Sekilas Tentang Tocopheryl Acetate

Tocopheryl Acetate atau Vitamin E acetate adalah ester atau asam asetik dan tokoferol (vitamin E). Ia sering digunakan dalam produk-produk perawatan kulit seperti krim kulit. Tocopheryl acetate tidak teroksidasi dan dapat masuk ke dalam kulit menuju sel hidup dan sekitar 5% akan dikonversi menjadi tokoferol. Tocopheryl acetate berfungsi sebagai antioksidan dan mampu melindungi kulit dari efek negatif akibat sinar ultraviolet matahari. Selain itu tocopheryl acetate juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka dan mengurangi jaringan parut.

Sekilas Tentang Magnesium Stearate

Magnesium stearate merupakan suatu zat tambahan yang biasanya ada pada produk-produk makanan, obat-obatan, produk suplemen, dan kosmetik. Secara kimia, magnesium stearate adalah garam magnesium dari stearic acid. Zat ini mencegah bahan-bahan dalam kapsul melekat dan menempel pada peralatan produksi kapsul obat dan biasanya kebutuhannya sangat kecil. Selain itu manfaat lainnya adalah kapsul yang dihasilkan akan lebih mudah untuk ditelan dan masuk ke dalam saluran pencernaan manusia karena sifatnya seperti pelumas.

Magnesium stearate juga membantu meningkatkan efek terapeutik dari bahan aktif obat untuk meningkatkan penyerapan dan kelarutan kapsul obat. Magnesium stearate ini aman untuk digunakan.

Sekilas Tentang Edetate Disodium (EDTA)

Edetate disodium (EDTA)/edetate dinatrium (diNa EDTA) adalah suatu agen pengkelat yang berguna untuk mengeluarkan logam berat seperti timbal dan merkuri dari dalam darah. Selain itu edetate disodium (EDTA) digunakan untuk menurunkan kadar kalsium dalam darah ketika kadarnya sangat tinggi dan juga untuk mengontrol irama jantung yang disebabkan oleh obat jantung digitalis seperti digoxin dan lanoxin.

Pada perawatan kesehatan dirumah sakit, edetate disodium (EDTA) biasa diberikan melalui injeksi atau infus ke dalam vena. Ia hanya dapat diberikan oleh dokter dan atau tenaga medis profesional. Pasien penyakit jantung, gagal jantung kongestif, kelainan irama jantung, diabetes, kadar potasium rendah (hipokalemia), riwayat kejang, tumor otak, dan cedera kepala sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Pada produk kosmetik dan perawatan tubuh seperti pelembab kulit, skin care, pembersih kulit, sabun mandi, shampo, dan sebagainya, edtate disodium (EDTA) digunakan untuk mengikat ion logam dan menonaktifkannya sehingga membantu melindungi produk-produk tadi dari kerusakan, menjaga kemurnian, menjaga aroma, dan mencegah munculnya bau tak sedap dari produk.

FDA Amerika Serikat mengkategorikan keamanan edetate disodium (EDTA) untuk digunakan oleh wanita hamil masuk dalam kategori C. Belum diketahui secara jelas apakah obat ini masuk ke dalam ASI, wanita menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Sekilas Tentang Silica (Silicon Dioxide)

Silica (silicon dioxide) adalah satu dari beberapa mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Silica bermanfaat sebagai mineral pembentuk tulang sekaligus melindungi komponen tulang. Silica dapat menambah kepadatan tulang dan mencegah penyakit degenerasi tulang serta kondisi seperti osteoporosis, osteopenia, kehilangan massa tulang akibat usia, dan sebagainya. Silica juga bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan tulang retak, patah tulang, dislokasi sendi, dan cedera hamstring.

Silica juga dapat membuat kuku, gigi, kulit, dan rambut menjadi sehat. Silica dapat menguatkan kuku yang rapuh dan rambut yang mudah patah. Selain itu ia juga memiliki efek anti-aging atau anti penuaan sehingga mampu mencegah keriput dan kerutan pada kulit.

Sumber: sayuran hijau; bawang bombai, kentang rebus, dan biji-bijian.

Sekilas Tentang Propylene Glycol

Propylene glycol (PG) merupakan suatu bahan yang secara kimia berasal dari propene yang merupakan produk sampingan dari minyak alam. Propene kemudian dirubah menjadi propylene oxide. Karena dianggap karsinogen, maka kemudian diproses lagi melalui proses hidrolisasi (pemisahan molekul dengan penambahan air), dihasilkanlah propylene glycol.

Propylene glycol berbentuk cairan minyak yang memiliki sifat tidak berbau, jernih, dan tidak berwarna dan larut dalam air. Oleh karenanya propylene glycol ini banyak digunakan untuk produk topikal seperti lotion. Propylene glycol juga digunakan pada produk kosmetik dan bahan tambahan dalam obat agar penyerapannya dalam tubuh menjadi lebih efisien. Propylene glycol ini aman untuk digunakan.

Sekilas Tentang Dimethicone (Simethicone)

Dimethicone aktif (simethicone) digunakan untuk meringankan ketidaknyamanan di saluran pencernaan yang disebabkan oleh gas seperti kembung, sering bersendawa, dan sebagainya. Cara kerja dimethicone yaitu mengurangi ketegangan di permukaan gelembung gas kemudian gelembung gas tadi bergabung menjadi gelembung yang lebih besar di saluran pencernaan sehingga mempermudah pengeluarannya. Dimethicone tidak dapat digunakan untuk mengurangi atau mencegah pembentukan gas di saluran pencernaan. Dimethicone sering dikombinasikan dengan obat lain untuk berbagai jenis indikasi.

Obat ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil dikarenakan penelitian tidak menemukan bukti bahwa obat tersebut melintasi plasenta. Obat ini juga aman dikonsumsi oleh wanita menyusui.

Sekilas Tentang Allantoin

Allantoin adalah zat yang berasal dari hasil ekstraksi akar tanaman comfrey. Allantoin mampu menenangkan dan melindungi kulit sehingga membuat kulit tetap lembut dan terjaga kelembabannya. Zat ini tidak menyebabkan iritasi. Karena kebutuhan allantoin yang sangat besar untuk produk-produk kosmetik, maka saat ini allantoin yang digunakan kebanyakan merupakan allantoin sintesis yang merupakan produk samping dari pengolahan diazolodinyl urea.

Berikut ini beberapa manfaat allantoin:


  1. Meningkatkan kadar air kulit.

  2. Mendorong pengelupasan alami pada stratum corneum, lapisan luar kulit.

  3. Merangsang proliferasi sel kulit dan mendorong pertumbuhan jaringan baru.

  4. Mempercepat penyembuhan luka dan iritasi kulit.

  5. Meningkatkan proses regenerasi sel, mencegah kulit kering, dan memperbaiki sel kulit yang rusak.


  1. Mencegah kulit pecah-pecah dan terbakar akibat paparan sinar UV.

  2. Menenangkan dan melembutkan kulit.

  3. Melindungi kulit dari radikal bebas.

  4. Melindungi lapisan terluar epidermis dan mensintesa sejumlah protein dan lipid yang ada pada stratum corneum.

  5. Menghaluskan kulit.

Sekilas Tentang Stearic Acid (Asam Stearat)

Stearic acid (asam stearat) adalah suatu asam lemak yang larut dalam air yang biasanya berasal dari lemak hewani atau lemak nabati dan minyak. Secara umum stearic acid ini digunakan dalam produksi tablet dan kapsul sebagai agen pengemulsi, agen pelarut, dan juga pelumas kapsul. Stearic acid juga digunakan dalam pembuatan lotion, deterjen, sabun, sampo, dan juga pada cocoa butter dan shea butter. Stearic acid ini aman untuk digunakan.

Sekilas tentang kulit

Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.
Sekilas tentang sunblock dan sunscreen

Terdapat dua tipe dari produk pelindung matahari, kimiawi dan fisik. Masing-masing memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda untuk melindungi kulit. Berikut ini penjelasannya.

Sunscreen

Sunscreen, atau tabir surya, adalah lotion cair kimiawi yang bertindak sebagai penyaring sinar matahari. Lotion sunscreen masuk ke dalam kulit dan akan menyerap radiasi UV sebelum mencapai lapisan kulit Anda dan merusaknya. Namun, tetap akan ada sebagian sinar matahari yang terserap oleh tubuh. Tekstur sunscreen lebih tipis dan akan terlihat tidak kasat mata saat diaplikasikan.

Sunblock

Sunblock mengandung mineral seperti zinc oxide atau titanium dioxide yang membangun lapisan di atas permukaan kulit, berfungsi sebagai dinding penghalang kulit dari sinar matahari. Tekstur lotion sunblock lebih kental, berwarna putih susu, dan dapat terlihat jelas oleh mata. Sunblock adalah rekomendasi perlindungan terbaik jika Anda memiliki aktivitas berjam-jam di bawah sengatan matahari, seperti berenang atau bermain di pantai.

Produk manapun yang Anda pilih, penting untuk memilih tingkat SPF yang terbaik untuk Anda. Para ahli merekomendasikan untuk menggunakan pelindung matahari yang memiliki fitur tahan air dengan jangkauan SPF 30 hingga 60. Selain itu, pastikan setiap produk yang Anda gunakan mengandung komposisi penangkal UVA seperti: zinc oxide, titanium dioxide, avobenzone, ecamsule, and oxybenzone.
--------------------
Istilah yang perlu diketahui
--------------------
Broad Spectrum

Ada dua tipe sinar matahari: UVA dan UVB. Huruf A pada UVA berarti ”Aging” (penuaan) dan B pada UVB artinya “Burning” (pembakaran). Tabir surya yang mengandung UVB lebih populer sejak zaman dahulu, tetapi yang sebenarnya Anda butuhkan adalah produk pelindung matahari yang bertuliskan “Broad Spectrum”, artinya produk pelindung matahari tersebut memiliki fitur pelindung dari kedua sinar UV baik A maupun B.

SPF

SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor. SPF dalam sebuah produk pelindung matahari akan memberi tahu Anda sebaik apa produk tersebut dalam melindungi kulit Anda dari sengatan matahari. Angka SPF adalah penentu seberapa lama Anda dapat berada di bawah sinar matahari tanpa terbakar selama memakai produk tersebut. Jadi, jika biasanya Anda membutuhkan waktu sekitar 15 menit sampai kulit Anda mulai terbakar matahari tanpa dilindungi apapun, dan Anda menggunakan SPF 10, produk tersebut akan memperpanjang waktu Anda hingga 10 kali lipat lebih lama sebelum terbakar, atau 15×10 menit = 150 menit alias 2,5 jam. Jika kulit Anda biasanya terbakar matahari dalam 10 menit jika tidak pakai krim pelindung, dan Anda menggunakan SPF 30, maka krim ini akan melindungi Anda dari paparan matahari selama 300 menit. Dan seterusnya.

Semakin tinggi angka SPF tidak mengindikasikan seberapa kuat perlindungan yang disediakan oleh produk tersebut. SPF10 melindungi Anda dari terik matahari sama baiknya dengan SPF15 atau SPF50 sekalipun. Tingkat SPF tinggi akan memblokir lebih banyak UVB, namun tidak menyediakan 100% proteksi dari risiko kulit gosong. Namun, produk ber-SPF tinggi mampu memberikan perlindungan lebih baik dari risiko kerusakan kulit jangka panjang, seperti kanker kulit.

Semakin kecil tingkat SPF, Anda harus lebih sering untuk mengaplikasikan ulang untuk memperlama waktu Anda beraktivitas di bawah terik matahari tanpa khawatir terbakar.

Perlu diingat bahwa produk pelindung matahari, baik itu tabir surya atau sunblock, mudah terbilas air, membuat sebagian tubuh Anda menjadi rentan terhadap sinar UV. Mengaplikasikan perlindungan matahari secara tidak merata atau tidak cukup sering dapat mengurangi efektivitasnya. Berapapun tingkat SPF dari produk yang Anda gunakan, gunakan ulang secara merata baik setelah jangka waktunya habis, atau segera setelah selesai berenang atau berkeringat.
Sekilas tentang whitening (pemutih kulit)

Produk whitening atau pemutih kulit merupakan produk perawatan kulit yang bermanfaat untuk mencerahkan maupun memutihkan kulit. Terkadang whitening juga dikenal dengan sebutan lightening, brightening, depigmantation, dan bleaching. Cara kerja dari produk pemutih kulit biasanya dengan mengurangi jumlah melanin pada kulit.

Melanin merupakan zat utama yang bertanggung jawab atas warna kulit sesorang. Melanin adalah kelas polimer gelap yang dihasilkan oleh tubuh melalui proses melanogenesis. Kulit dengan jumlah melanin sedikit maka warnanya akan lebih putih. Selain melanin, faktor lainyang mempengaruhi warna kulit yaitu jumlah darah pada pembuluh darah, ketebalan kulit, dan kandungan karotenoid pada kulit.
####
Tips memilih produk pemutih kulit

1. Kenali Tipe Kulit Wajah

Hal pertama yang harus kita lakukan sebelum mencoba krim pemutih wajah tentu saja adalah mengenali tipe kulit kita sendiri. Mengapa kita harus mengetahui hal ini? Berbagai produk kecantikan mengandung beberapa zat yang dapat menimbulkan reaksi negatif pada jenis kulit tertentu, dan hal ini bisa saja terjadi pada kita karena menggunakan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit kita. Bukannya tambah cantik, eh malah semakin banyak jerawat atau komedo yang muncul pada wajah; atau kulit yang menjadi kering dan kasar. Tentu saja kita tidak mau hal ini terjadi bukan?

Memang ada berapa sih tipe kulit itu? Nah tipe kulit ini terbagi menjadi empat, yaitu tipe kulit normal, berminyak, kering, serta kombinasi. Contohnya, untuk kita yang berkulit sensitif sebaiknya menggunakan krim pemutih dengan berbagai zat alami di dalamnya. Nah untuk kulit kering, sebaiknya hindari krim pemutih dengan kandungan lemon karena lemon justru menyebabkan kulit menjadi kering. Mengetahui betul jenis kulit kita sangatlah penting untuk meminimalisir timbulnya reaksi negatif setelah menggunakan berbagai produk kecantikan ini.

2. Tentukan Tujuan Menggunakan Cream Pemutih Wajah

Tentu saja tujuan utama kita menggunakan menggunakan krim pemutih adalah memutihkan warna kulit kita, tapi kita juga perlu lebih spesifik lagi tentang tujuan kita dalam menggunakan krim pemutih agar tidak berlebihan dalam pemakaiannya. Segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, kan? Umumnya, krim pemutih berfungsi untuk memutihkan kembali warna kulit atau memperbaiki kondisi kulit yang terkait dengan hiperpigmentasi, khususnya pada daerah kulit yang menghitam dengan cara mengurangi produksi melanin pada daerah tersebut.

Krim pemutih yang bagus pada umumnya dapat mengatasi berbagai permasalahan kulit, seperti: menyamarkan noda hitam, menyamarkan bekas luka, memutihkan kembali daerah yang menghitam pada siku atau lutut, mengembalikan warna kulit akibat paparan sinar matahari, menyamarkan tanda lahir, atau meningkatkan warna kulit. Nah fungsi dari krim pemutih sendiri bisa berbeda-beda antara satu dengan lainnya, terdapat beberapa krim yang bertujuan untuk menyamarkan bekas luka atau untuk meningkatkan warna kulit karena bagian tertentu yang menghitam. Selain itu, menggunakan krim pemutih yang sesuai dengan tujuan kita akan mengoptimalkan hasil yang kita dapat dalam waktu yang singkat. So, tentukan tujuanmu saat memutuskan menggunakan krim pemutih ya!

3. Konsultasi dengan Pakar Kecantikan

Berkonsultasi dengan dokter kecantikan, dokter kulit, atau dermatologis merupakan pilihan yang tepat sebelum kita memulai melakukan perawatan wajah menggunakan berbagai produk kecantikan yang dijual secara bebas di pasaran. Selain kesehatan wajah kita yang lebih terjaga, berkonsultasi dengan ahlinya akan mendapatkan informasi baru tentang keadaan kulit kita sebenarnya dan mendapat rekomendasi yang tepat tentang krim pemutih yang sekiranya cocok dengan kulit kita, sehingga uang kita tidak akan sia-sia terbuang karena mencoba berbagai krim pemutih yang ada. Sounds good, right?

Ada baiknya kita juga menghindari berbagai produk kecantikan yang mengandung hydroquinine karena ketika digunakan dalam jangka waktu yang lama, zat ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan kulit akan menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Hydroquinine juga sudah dilarang untuk digunakan pada beberapa negara karena efek jangka panjangnya yang dapat membahayakan kesehatan kulit. Batas aman zat ini untuk terkandung dalam suatu krim pemutih hanyalah 2%. Tapi jangan khawatir, tanpa adanya zat hydroquinine pada krim pemutih kita masih ada banyak zat lainnya yang mampu untuk memutihkan kulit kita tanpa menimbulkan dampak buruk!

4. Memastikan Kandungan Cream Aman

Nah seperti yang kita bahas di point sebelumnya, terdapat beberapa zat yang dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit kita, khususnya kulit wajah. Mungkin jika digunakan dalam jangka waktu pendek tidak berdampak buruk, namun bisa jadi berdampak buruk apabila digunakan dalam jangka waktu panjang. Tentu saja kita tidak mau hal ini terjadi kan?

Aman serta berhasil atau tidaknya suatu produk kecantikan tergantung pada bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, dan antara kulit wajah satu dan lainnya bisa saja membutuhkan waktu yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Dalam memilih krim pemutih wajah, disarankan untuk benar-benar memperhatikan kandungan yang terkandung di dalamnya agar keamanannya terjaga. Beberapa zat yang sebaiknya terkandung dalam krim pemutih yang akan kita gunakan antara lain:

  • Glycolic acid dan salicylic acid yang berfungsi untuk menyamarkan noda hitam dan memutihkan kulit;

  • Vitamin E yang berperan sebagai anti-oksidan;

  • Vitamin C yang bermanfaat untuk memutihkan kulit;

  • Vitamin B3 yang bermanfaat untuk meningkatkan keelastisan kulit;

  • Ekstrak buah lemon untuk memutihkan dan melembabkan kulit;

  • Ekstrak licorice untuk mengurangi pigmentasi pada kulit;

  • Alpha hydroxy acid untuk mengeksfoliasi kulit secara maksimal sehingga sel-sel kulit mati dapat terangkat;


Sebaliknya, ada beberapa zat yang harus kita hindari dalam memilih krim pemutih untuk digunakan sebagai perawatan wajah kita karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan kulit kita. Beberapa zat tersebut antara lain mercury, hydroquinone, streoids, serta pewarna.

5. Memilih Brand yang Terpercaya

Banyak konsumen yang membutuhkan krim pemutih untuk mempercantik wajahnya, dan hal ini menyebabkan banyak brand berlomba-lomba memproduksi krim pemutih dan mempromosikan bahwa produk mereka adalah produk yang terbaik daripada brand lainnya. Namun, tidak jarang juga beberapa krim pemutih mengandung bahan-bahan berbahaya untuk kesehatan kulit kita. Untuk mengantisipasi hal ini, kita bisa mencari tahu tentang brand ini lebih jauh. Caranya pun sangat mudah, tidak perlu repot-repot melakukan survei langsung ke perusahaannya namun bisa hanya melalui mengakses website perusahaan tersebut.

Melalui website, kita akan mendapatkan banyak informasi mengenai perusahaan tersebut, seperti: sejarah brand, visi dan misi perusahaan, bahan-bahan yang terkandung pada produk kecantikan, review positif dan negatif krim pemutih yang kita inginkan, produk serupa dengan krim pemutih yang akan kita gunakan, dan lain-lain. Dengan membaca ulasan yang ada pada website, kita akan mendapatkan banyak informasi mengenai brand tersebut dan dapat memutuskan apakah krim pemutih ini akan aman untuk perawatan kulit wajah kita atau tidak.

6. Jangan Lupa Memakai Tabir Surya

Tabir surya juga salah satu hal penting yang perlu kita ingat ketika akan melakukan perawatan wajah menggunakan krim pemutih karena krim pemutih cenderung menyebabkan kulit kita menjadi super-sensitif terhadap paparan sinar matahari. Nah kulit yang dalam keadaan super-sensitif terhadap paparan sinar matahari ini akan lebih cepat menghitam daripada kulit dalam keadaan normal. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

Menggunakan tabir surya ketika kita juga menggunakan krim pemutih sebagai perawatan wajah kita merupakan solusi yang tepat karena tabir surya yang berfungsi untuk melindungi kulit kita dari sinar UVA dan UVB. Kadar SPF pada tabir surya pun minimal 30+ sehingga kulit kita mampu terlindungi secara maksimal. Selain menggunakan tabir surya, kita dapat menggunakan topi atau baju yang berlengan panjang agar kulit kita benar-benar dapat terlindungi dari paparan sinar matahari secara langsung.

7. Baca Ulasan Produk Cream pemutih yang akan Dibeli

Seperti yang kita bicarakan sebelumnya, tidak semua krim pemutih atau produk kecantikan mengandung zat-zat yang aman untuk kesehatan kulit kita. Tidak semua brand terkenal memproduksi krim pemutih yang aman untuk kulit kita; dan tidak berarti juga brand yang belum terlalu terkenal memproduksi krim pemutih yang sembarangan kandungannya.

Memutuskan baik buruknya suatu produk kecantikan perlu melalui berbagai pertimbangan, salah satunya adalah sudah mendapat lisensi dari BPOM dan kita bisa membaca ulasan masyarakat mengenai produk kecantikan tersebut. Membaca ulasan masyarakat tentang suatu produk juga merupakan hal penting karena masyarakat benar-benar juga menguji coba produk tersebut dan dapat menjadi masukan tentang baik buruknya untuk kita sebelum memutuskan krim pemutih mana yang akan kita gunakan sebagai rutinitas perawatan wajah; yang tentunya aman untuk kesehatan kulit kita dan jitu untuk memutihkan warna kulit wajah.

8. Memastikan Harganya Rasional

Tidak jarang kita menemukan krim pemutih yang dijual dengan harga cukup mahal dan dengan jaminan bahan-bahan yang berkualitas dan terjamin keamanannya serta mampu memutihkan wajah kita dalam waktu singkat. Saat ini, banyak brand yang menawarkan jaminan uang kembali apabila harga produk yang dijual mereka terlalu tinggi daripada harga pasaran atau ketika produk tidak memberikan kita hasil yang memuaskan. Tawaran yang cukup menggiurkan bukan?

Tawaran ini cukuplah bagus untuk kita yang baru saja mencoba menggunakan perawatan wajah dengan krim pemutih yang masih dalam trial and error, karena uang kita tidak akan terbuang sia-sia ketika kita mendapatkan produk kecantikan yang hasilnya tidak terlalu memuaskan. Namun, hal ini juga bukan berarti krim pemutih yang murah atau tidak menawarkan jaminan uang kembali tidak bagus kualitasnya lho!

Yang perlu kita lakukan sebelum memilih krim pemutih adalah bahan-bahannya yang aman untuk kesehatan kulit wajah kita. Nah yang perlu kita curigai adalah produk kecantikan yang menawarkan mampu memutihkan warna kulit wajah dengan harga yang jauh lebih murah di bawah rata-rata harga pasar, karena produk-produk ini cenderung menggunakan bahan yang berbahaya untuk menekan harga produksi.

9. Mencoba Sample Produk

Mencari krim pemutih yang tepat bagaikan sebuah percobaan trial and error, yang berarti kita perlu mencoba lebih dari satu produk sebelum mendapatkan produk yang benar-benar tepat untuk perawatan wajah kita. hal ini juga berarti kita membutuhkan banyak biaya untuk membeli satu produk ke produk lainnya, dan apakah ada solusi yang tepat untuk menekan biaya; namun dengan kecantikan wajah yang tetap terjaga?

Selalu ada solusi dari sebuah masalah! Yup, untuk percobaan trial and error ini, kita bisa mengatasinya dengan membeli krim pemutih dalam kemasan kecilnya terlebih dahulu atau mencoba sample yang biasanya tersedia dalam counter produk tersebut. Ketika mencoba sample produk, kita perlu benar-benar mengamati efek yang ditimbulkan produk ini sebelum memutuskan untuk membelinya.

Untuk mencoba suatu produk kecantikan, efeknya akan cepat terlihat apabila kita menggunakannya pada bagian siku atau lutut. Apabila kita tidak cocok dengan suatu krim pemutih, biasanya akan muncul gejala tertentu seperti kulit yang menjadi kemerahan, gatal, iritasi, atau rasa terbakar dan berarti kita perlu untuk mencoba krim pemutih lainnya. Setelah yakin dengan keamanan suatu krim pemutih, maka kita bisa membeli dalam kemasan lebih besar dan pastinya tidak akan membuang sia-sia uang kita.

Selain itu ada hal yang bisa kita perhatikan ketika mencoba sample produk kecantikan, mulai dari tekstur hingga wangi produk tersebut. apabila terdapat zat yang berbahaya pada suatu produk, maka tekstur produk tersebut cenderung lengket pada kulit, wangi yang menyengat dan menimbulkan rasa mual, serta warna krim yang tidak merata dari permukaan sampai dasar.

10. Pastikan Terdaftar di BPOM

Tips terakhir untuk memilih krim pemutih yang aman untuk wajah adalah adanya produk tersebut sudah mengantongi lisensi dari BPOM, yang berarti produk ini aman untuk digunakan baik dalam jangka waktu panjang maupun pendek. Namun saat ini banyak juga produk yang memalsukan lisensi dari BPOM, dan kita bisa mengeceknya apakah lisensi ini benar-benar asli dengan mengakses situs website BPOM. Apabila detail dari produk tersebut tidak keluar, bisa jadi nomor sertifikasi BPOM tersebut palsu atau produk tersebut sedang dalam proses sertifikasi.