Forres

By | Agustus 4, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Muskuloskeletal > Forres

Kandungan dan Komposisi Forres

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Forres adalah:

Eperisone HCI


Bentuk Sediaan:

Tablet salut selaput


Farmakologi:

Relaksasi otot rangka melalui penekanan refleks spinal, penurunan sensitivitas muscle spindle, dan menghambat rigiditas otot. Memiliki efek analgesik dengan penghambatan refleks nyeri dan vasodilatasi dengan cara antagonisme calcium. Absorpsi baik, kerja cepat (dalam 20 menit), Tmax : 1,6 – 1,9 jam,  T1/2 : 1,6 – 1,8 jam, ekskresi terutama di urin.


Indikasi:

Untuk pengobatan simptomatik pada kondisi-kondisi yang disertai dengan spasmus muskuloskeletal.


Dosis:

Untuk dewasa diberikan 3 tablet peroral sehari dalam dosis terbagi tiga, diberikan setelah makan. Dosis dapat disesuaikan dengan umur pasien dan beratnya gejala.


Kontra Indikasi:

Hipersensitif


Peringatan dan Perhatian:

– Dapat mengakibatkan lesu, pusing atau mengantuk. Hentikan penggunaan Forres® atau kurangi dosis pada awal timbulnya gejala.

– Hati-hati pada penggunaan pada pasien dengan gangguan hati.

– Sebaiknya tidak mengendarai kendaraan bermotor atau mengoperasikan mesin selama menggunakan Forres.

– Keamanan penggunaan Forres pada wanita hamil belum terbukti. Forres sebaiknya digunakan jika kebutuhan pengunaannya lebih penting dari pada resiko yang mungkin timbul.

– Sebaiknya tidak digunakan selama menyusui. Dan jika terpaksa harus digunakan, sebaiknya pasien berhenti menyusui.

– Keamanan penggunaan Forres pada anak-anak belum terbukti karena belum pernah dilakukan penelitian secara klinis.


Efek Samping:

Efek Samping jarang ditemukan: gangguan fungsi hati dan ginjal, kelainan sel darah merah dan hemoglobin, ruam kulit, tidak bisa tidur, nyeri kepala, mengantuk, kekakuan, mati rasa dan menggigil pada tungkai dan lengan, mual dan muntah, anoreksia, rasa tidak enak pada lambung, mulut kering, konstipasi, diare, sakit perut, rasa penuh pada perut, feses lunak, atau gangguan pada saluran cerna jarang terjadi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Forres Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Forres, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Forres?

Jika Anda lupa menggunakan Forres, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Forres Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Forres?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Forres yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 4 Agustus). Forres. Diakses pada 4 Desember 2020, dari https://www.farmasi-id.com/forres/


Format MLA (Modern Language Association)

"Forres". Farmasi-id.com. 4 Agustus 2020. 4 Desember 2020. https://www.farmasi-id.com/forres/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Forres", 4 Agustus 2020, <https://www.farmasi-id.com/forres/> [Diakses pada 4 Desember 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *