Forgesic

By | Maret 24, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Forgesic

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Forgesic adalah:
  • Injeksi, tiap ml mengandung Tramadol HCl 50 mg
  • Kapsul 50 mg, tiap kapsul mengandung Tramadol HCl 50 mg

Farmakologi Forgesic


Farmakodinamik:

Tramadol HCl merupakan suatu analgetik sintetis yang bekerja di sentral yang memiliki susunan kimia mirip dengan derivat opiat. Bentuk reaksinya berupa keterikatan induk dan metabolit M1 ke reseptor-reseptor opioid-μ dan secara lemah menghambat pengambilan kembali norepinefrin dan serotonin, Tramadol HCl mempunyai suatu kelompok substitusi metil pada suatu bagian fenol yang mempengaruhi afinitas keterikatannya dengan reseptor opiat. Tramadol HCl menghambat aktivitas monoaminergik spinal sehingga dapat mengurangi rasa nyeri.

Farmakokinetik:

  • Absorpsi, Pada pemberian secara oral Tramadol di absorbsi dengan mudah tetapi merupakan subjek untuk jalur metabolisme pertama. Waktu paruh eliminasi pada pemberian oral kira-kira 6 jam
  • Distribusi, Tramadol secara luas didistribusikan, melalui plasenta, dan sedikit dalam air susu ibu
  • Metabolisme, Tramadol di metabolisme oleh N- dan 0-demetilasi dan glukuronidasi atau sulpasi dalam hati. Melabolit 0-desmetiltramadol secara farmakologi aktif
  • Ekskresi, Tramadol terutama diekskresikan dalam urin sebagai metabolit

Sekilas Tentang Tramadol Pada Forgesic
Tramadol merupakan suatu obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit (analgesik) yang termasuk dalam golongan obat opioid yakni suatu obat yang mampu menghasilkan efek anti nyeri yang mirip seperti morfin. Obat ini digunakan untuk meredakan atau mengurangi rasa nyeri mulai dari level moderat hingga parah. Obat ini bekerja dengan melakukan pengikatan pada reseptor μ-opioid pada neuron. Ia juga merupakan suatu SNRI (serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor) yang dikonversi di dalam hati menjadi O-desmethyltramadol yakni suatu opioid yang mengikat kuat pada reseptor μ-opioid. Selain itu tramadol juga menghambat serotonin reuptake dan menghambat norepinefrin reuptake. Jalur ini saling melengkapi dan sinergis, meningkatkan kemampuan tramadol untuk memodulasi persepsi dan respons terhadap rasa sakit.

Efek analgesiknya mulai muncul sekira satu jam setelah pemberian oral dan mencapai puncaknya pada dua hingga empat jam setelah pemberian secara oral. Obat ini memiliki sepersepuluh potensi morfin jika dibandingkan dengan pethidine dan codein. Untuk nyeri moderat atau sedang, efikasinya sama dengan morfin dan untuk nyeri parah efikasi kurang dari morfin. Bentuk sediaan tramadol bermacam-macam seperti cairan, sirup, tetes, eliksir, effervescent, serbuk, tablet, kapsul, supositoria, injeksi, dan lain-lain.

Pemberian tramadol dikontraindikasikan pada pasien yang mengalami defisiensi enzim CYP2D6 yakni suatu enzim yang sangat penting untuk menghasilkan efek terapeutik tramadol yang mana ia mengubah tramadol menjadi desmetramadol. Penggunaan tramadol pada wanita hamil juga harus dihindari karana dapat memengaruhi janin atau bayinya. Namun obat ini terkadang juga digunakan untuk analgesik pada proses persalinan. Wanita menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini kecuali atas petunjuk dokter. Penggunaan pada anak dan lansia harus atau petunjuk dokter dan pemantauan ketat sebab pada lansia berpotensi mengalami efek depresi pernapasan, sedasi, dan sebagainya. Pasien dengan gangguan hati atau ginjal harus atas petunjuk dan pemantauan dokter sebab obat ini dimetabolisme di hati dan dieliminasi oleh ginjal.

Efek samping yang sering terjadi setelah pemberian tramadol seperti nausea, pusing, mulut kering, gangguan pencernaan, nyeri abdominal, vertigo, muntah, konstipasi, sakit kepala, dan mengantuk. Dibandingkan dengan opioid lainnya efek samping berupa depresi pernapasan dan konstipasi termasuk lebih rendah. Obat ini dapat memengaruhi respon imun tubuh.

Penggunaan dalam jangka panjang dalam dosis tinggi dapat menyebabkan ketergantungan dan efek penarikan. Gejala penarikan yang dapat terjadi diantaranya mati rasa, kesemutan, paresthesia, tinitus, halusinasi, paranoia, gangguan kecemasan ekstrem, kepanikan, dan kebingungan. Overdosis dapat menghasilkan efek depresi, adiksi, dan kekejangan. Bahkan kasus kematian telah dilaporkan dalam overdosis dan penggunaannya dengan alkohol. Karena dapat berpotensi disalahgunakan untuk penggunaan rekreasional maka penggunaan dan pengawasan obat ini sangat ketat dan hanya diberikan atas saran petunjuk dokter.

Obat ini pertama kali dipatenkan pada 1963 dan dijual dengan nama brand Tramal oleh perusahaan farmasi asal Jerman Barat, Grünenthal GmbH. Pada tahun 90-an penggunaannya disetujui di Inggris. Di Amerika Serikat obat ini disetujui penggunaannya oleh FDA pada 1995.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Forgesic

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Forgesic adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


  • Nyeri akut dan kronis yang berat
  • Nyeri setelah operasi


Dosis dan Aturan Pakai Forgesic

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Forgesic:

Oral:

Dewasa dan anak-anak ‹ 14 tahun : 1 – 2 kapsul / hari (max 8 kapsul / hari)
Apabila masih ada rasa nyeri dapat ditambahkan 1 kapsul setelah selang waktu 30 – 60 menit.
Besar dosis disesuaikan dengan intensitas nyeri.

Injeksi:

  • Secara IV: 1 – 2 ampul
  • Secara IM: 1 – 2 ampul

Apabila masih ada rasa nyeri dapat ditambahkan 1 ampul setelah selang waktu 30 – 60 menit.
Dosis harian tidak boleh lebih dari 8 ampul.
Pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati perlu dilakukan penyesuaian dosis.

Overdosis

Gejala-gejala yang muncul pada intoksikasi meliputi miosis, muntah, koma, depresi pernapasan dan kolaps kardiovaskuler,

Mengatasi Overdosis:

  • Keracunan akut lewat mulut dapat diatasi dengan pengosongan lambung
  • Terapi intensif (untuk mengatasi kegagalan pernapasan dan shock) dengan Naloxon HCl, Nalorphin HBr, dan Levallorphan tartrat

Kontraindikasi Forgesic

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Forgesic dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Intoksikasi akut dapat terjadi jika digunakan dengan alkohol, obat-obat analgesik opiat lainnya
  • Penderita dengan gagal ginjal dan gangguan hati
  • Penderita yang mendapat pengobatan penghambat MAO
  • Penderita yang hipersensitif terhadap Tramadol atau opiat,
  • Penderita dengan depresi pernapasan, terutama dengan adanya sianosis, sekresi bronkus yang berlebihan, penderita trauma otak dan kondisi di mana tekanan intrakranial meningkat

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Forgesic

  • Hati-hati bila digunakan pada penderita trauma kepala, peningkatan tekanan Intrakranial, gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat atau hipersekresi bronkus karena dapat meningkatkan risiko kejang atau syok
  • Dapat terjadi penurunan fungsi paru apabila penggunaan Tramadol dikombinasikan dengan obat-obat depresi SSP lainnya atau apabila melebihi dosis yang dianjurkan
  • Tramadol tidak boleh digunahan pada penderita ketergantungan obat, meskipun termasuk agonis opiat, Tramadol tidak dapat menekan gejala “withdrawal” akibat pemberian morfin
  • Pertimbangkan manfaat dan risiko yang mungkin terjadi bila digunakan pada wanita hamil
  • 0,1% Tramadol diekskresikan melalui ASI, sebaiknya tidak diberikan selama menyusui
  • Selama minum obat ini jangan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin

Interaksi Obat Forgesic

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Forgesic antara lain:

  • Penggunaan Tramadol bersama dengan obat-obat yang bekerja pada SSP (seperti tranquiliser, hipnotik) dapat meningkatkan efek sedasinya
  • Penggunaan Tramadol bersama dengan tranquiliser juga dapat meningkatkan efek analgetiknya
  • Tramadot HCl tidak berinteraksi dengan zat-zat antikoagulan atau hipoglikemi dan dapat dikombinasikan dengan analgetik yang bekerja di perifer atau analgetik non steroid
  • Simetidin meningkatkan daerah di bawah kurva konsentrasi-waktu dan bioavaibilitas rata-rata dan menunjukan kecepatan bersihan dan volume distribusi, namun kadar maksimum Tramadol dalam plasma dan waktu paruh tetap
  • Kombinasi dengan Karbamazepin dapat mengurangi waktu paruh Tramadol
  • Kombinasi dengan MAO inhibitor tidak dianjurkan


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Forgesic Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Forgesic?

Jika Anda lupa menggunakan Forgesic, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Forgesic Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Forgesic?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Forgesic yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Forgesic

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Forgesic yang mungkin terjadi adalah:

  • Pada dosis normal, seperti pada golongan analgesik opioid dapat terjadi: mual, muntah, konstipasi, rasa mengantuk, kebingungan/ kekacauan, dapat pula terjadi spasme uretra atau saluran empedu, antidiuretik
  • Mulut kering, berkeringat, kulit kemerahan, vertigo, bradikardi, palpitasi, hipotensi ortostatik, kedinginan, kelelahan, miosis, pusing, sakit kepala, dispepsi, gatal
  • Dosis lebih besar dapat menyebabkan depresi pernapasan, hipotensi dengan kegagalan sirkulasi dan koma
  • Kejang-kejang dapat terjadi pada bayi. Efek ketergantungan ringan,

Kemasan, Sediaan, Izin BPOM Forgesic

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Forgesic:


  • Forgesic® Injeksi
    Dus @ 5 ampul @ 1 ml
    No.Reg DKL9702323943A1
  • Forgesic® Kapsul
    Dus @ 5 strip @ 10 kapsul
    No.Reg DKL9602323401A1

Cara Penyimpanan Forgesic

Simpan pada suhu kamar (25-30)°C dan tempat kering.

Produsen Forgesic

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Forgesic:

PT Bernofarm

Sekilas Tentang Bernofarm
PT Bernofarm merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 11 Maret 1971 di Surabaya. Awalnya perusahaan ini hanya merupakan suatu home industri dengan satu buah mesin produksi yang saat itu perusahaan masih bernama CV. Sumber Farma. Pada saat itu jumlah karyawan perusahaan ini masih sekira 20 orang, namun saat ini mencapai hingga 2900 orang karyawan.

Nama perusahaan ini diambil dari nama salah satu kota industri farmasi di Swiss yaitu "Bern". Pada 1976, perusahaan ini memindah lokasi produksinya ke Sidoarjo seluas 20 ribu meter persegi yang digunakan untuk fasilitas produksi produk beta-laktam (steril dan non steril), sefalosporin (steril dan non steril), dan juga untuk produksi produk non beta-laktam dan non sefalosporin. Perusahaan memproduksi obat generik dan juga obat bermerek dengan berbagai bentuk sediaan seperti kapsul, tablet, sirup, serbuk injeksi, ampul, vial, krim, dan sebagainya. Selain itu juga memproduksi produk lainnya sebagai permintaan pihak lain. Setelah itu perusahaan memperluas area produksinya kembali ke daerah baru masih di Sidoarjo seluas 48 ribu meter persegi.

Pada 1991, PT Bernofarm menerima sertifikat CPOB dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu perusahaan telah mendapatkan beberapa sertifikat pengakuan mutu seperti ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, ISO 18001:2007, dan sebagainya. Produk PT Bernofarm telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Produk Lainnya Dengan Kandungan Tramadol Hydrochloride
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *