Floxacom

By | Juli 3, 2021 |

Produsen Floxacom

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Floxacom:

Combiphar

Klasifikasi Obat

G

Kandungan dan Komposisi Floxacom

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Floxacom adalah:

Levofloxacin

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Floxacom

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Floxacom adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Sinusitis maksilaris akut, eksaserbasi akut dari bronkitis kronik, pneumonia yang didapat dari lingkungan, ISK termasuk pielonefritis ringan sampai dengan sedang, infeksi kulit dan struktur kulit (ringan sampai dengan sedang) tak terkomplikasi

Sekilas Tentang Obat Kuinolon
Kuinolon merupakan suatu jenis antibiotik bakterisida spektrum luas yang berbagi struktur inti bisiklik yang berhubungan dengan senyawa 4-kuinolon. Kuinolon biasa digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif seperti pada penyakit infeksi saluran kemih, infeksi kulit, infeksi mata, infeksi telinga, pneumonia dan sebagainya.

Kuinolon bekerja dengan cara mengkonversi target mereka (gyrase dan topoisomerase IV) menjadi enzim toksik yang memecah kromosom bakteri yang menyebabkan bakteri terhambat pertumbuhannya dan tidak dapat memperbanyak diri.

Dosis dan Aturan Pakai Floxacom

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Floxacom:

Eksaserbasi akut dari dari bronkitis kronik : 500 mg/24 jam selama 7 hari. Pneumonia yang didapat dari lingkuangan : 500 mg/24 jam selama 7 – 14 hari. Sinusitis maksilaris akut : 500 mg/24 jam selama 10 – 14. Infeksi kulit dan struktur kulit tak terkomplikasi : 500 mg/24 jam selama 7 – 10 hari. ISK terkomplikasi, pielonefritis akut : 250 mg/24 jam selama 10 hari

Pemberian Obat Floxacom

Berikan bersama makanan

Kontraindikasi Floxacom

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Floxacom dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitif terhadap levofloksasin dan kuinolon lain. Wanita hamil atau diduga hamil, wanita menyusui, anak < 18 tahun

Perhatian Penggunaan Floxacom

Hentikan pembarian obat ini jika terjadi reaksi hipersensitivitas (ruam kulitatau reaksi kulit lain, jantung berdebar-debar, kesulitan menelana atau bernafas, pembengkakan bibir/lidah, tenggorokan rasa tercekik, serak). Diperlukan menyusui dosis pada pasien dengan insufisiensi ginjal (bersihan kreatinin < 50 mL/menit) untuk menghindari terjadinya akumulasi obat. dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. hentika terapi jika terjadi nyeri, inflamasi, atau ruptur tedon. hindari pemaparan berlebihan terhadap sinar matahari. pasien diabetes. diketahui atau diduga ada ganggua SSP. Dapat menyebabkan kejang dan psikosis toksik. hentikan penggunaan jika terjadi peningkatan TIK dan stimulasi SSP. pasien yang mengalami diare sesudah menggunakan obat antibiotik. lakukan pemeriksaan periodik terhadap fungsi ginjal, hati dan sistem hematopoietik selama terapi jangka panjang. pasien harus minum cukup air untuk menghindari terjadinya kristaluria

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Floxacom Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Floxacom?

Jika Anda lupa menggunakan Floxacom, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Floxacom Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Floxacom?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Floxacom yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Floxacom

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Floxacom yang mungkin terjadi adalah:

Syok, gejala anfilaksis, nekrolisis epidermal toksik, kejang, gagal ginjal akut, ikterus,agranulositosis, pneumonia intertisial, batuk serius dari kolitis disertai dengan fases berdarah ysng menyerupai gejala kolitis pseudomembran dan abdomiolitis. Reaksi hipersensitivitas. jarang : insomnia, pusing atau sakit kepala, peningkatkan BUN atau kreatinin, peningkatan SGOT/SGPT, leukopenia, anemia, eosinofilia, trombositopenia, mual, rasa tidak nyaman pada perut, diare, anoreksia, nyeri perut, atau dispepsia. tendonitis

Interaksi Obat Floxacom

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Floxacom antara lain:

Antasid, sukralfat, kation logam, multivitamin sebaiknya diberikan dengan selang waktu sekurang-kurangnya 2 jam sebelum atau sesudah pemberian levofloksasin. Pemberian bersama OAINS dapat meningkatkan stimulasi SSP dan kejang. Pemberian bersama dengan obat antidiabetes dapat menyebabkan hipoglikemia atau hiperglikemia

Kemasan, Sediaan, dan Harga Floxacom

Kaplet 500 mg x 10, Harga Rp 40.000

Sekilas Tentang Combiphar
PT Combiphar ((Combined Imperial Pharmaceutical Incorporation) adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1971 di Bandung. Awalnya perusahaan ini hanya industri kecil atau home industri yang memproduksi OBH (Obat Batuk Hitam), antibiotik, dan analgesik. Pada 1985 Dr. Biantoro Wanandi dan Hamadi Wijaya membawa kemajuan pesat bagi PT Combiphar seperti berhasil mandapatkan sertifikat CPOB pada tahun 1991, mendirikan beberapa fasilitas produksi baru untuk memisahkan fasilitas profuksi produk sefalosporin dengan produk lainnya, bekerja sama dengan Rohto untuk memproduksi produk kesehatan mata, bekerja sama dengan Sanofi-Syntelabo , dan sebagainya.

Hasil kerjasama dengan Sanofy akhirnya membuat didirikannya perusahaan baru bernama PT Sanofi-Syntelabo Combiphar (SSC) yang kemudian pada 2006 berubah namanya menjadi PT Pharma Health Care. Pada 2006 PT Combiphar berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2000.

PT Combiphar memiliki pabrik di daerah Padalarang, Bandung, Jawa Barat dan kantor pusatnya ada di Graha Atrium Senen, Jakarta. Saat ini CEO PT Combiphar dijabat oleh Michael Wanandi, anak dari pendiri perusahaan ini. Dibawah kepemimpinannya, perusahaan ini berhasil meraih penghargaan Asia's Leading SMEs dalam ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards 2018.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *