Fibrozol

By | Juni 26, 2022 |

Apa Kandungan dan Komposisi Fibrozol?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Fibrozol adalah:

Cilostazol.

Sekilas Tentang Cilostazol Pada Fibrozol
Cilostazol adalah obat yang digunakan untuk mengurangi gejala klaudikasio intermiten pada individu dengan penyakit pembuluh darah perifer. Ini diproduksi oleh Otsuka Pharmaceutical Co. dengan nama dagang Pletal.

Meskipun obat yang mirip dengan cilostazol telah meningkatkan risiko kematian pada pasien dengan gagal jantung kongestif, penelitian dengan ukuran yang signifikan belum membahas orang tanpa penyakit tersebut.

Cilostazol adalah penghambat fosfodiesterase cAMP selektif. Ini menghambat agregasi trombosit dan merupakan vasodilator arteri langsung. Efek utamanya adalah pelebaran arteri yang memasok darah ke kaki dan penurunan koagulasi trombosit.

Penggunaan

Cilostazol disetujui untuk pengobatan klaudikasio intermiten. Dosis tipikal adalah 100 mg dua kali sehari. Efeknya mungkin memakan waktu hingga 3 bulan untuk menjadi jelas.

Interaksi dan efek samping

Obat-obatan yang berinteraksi dengan cilostazol termasuk itrakonazol, eritromisin, ketokonazol, diltiazem, dan omeprazole. Jus jeruk bali berinteraksi dengan obat; jus jeruk lainnya tidak.

Kemungkinan efek samping cilostazol termasuk sakit kepala, diare, tinja abnormal, peningkatan denyut jantung, dan jantung berdebar.

Catatan penting

Cilostazol, jelas efektif untuk kondisi yang melemahkan yang pengobatannya saat ini seringkali tidak memadai, adalah anggota kelas farmakologis yang berbahaya bagi orang dengan gagal jantung parah dan tidak dipelajari pada orang lain. Cilostazol telah dipelajari pada orang tanpa gagal jantung, tanpa bukti bahaya, tetapi lebih banyak data akan diperlukan untuk menentukan bahwa tidak ada risiko sama sekali. Meskipun cilostazol tidak akan disetujui untuk kondisi sepele, Komite Penasihat Kardio-Renal dan FDA menyimpulkan bahwa pasien dan dokter yang mendapat informasi lengkap harus dapat memilih untuk menggunakannya untuk mengobati klaudikasio intermiten. Pelabelan pasien dan dokter akan menjelaskan dasar kekhawatiran dan informasi tidak lengkap yang tersedia.

Fibrozol Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Fibrozol?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Fibrozol adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Terapi gejala-gejala iskemik, termasuk ulserasi, nyeri, ekstremitas dingin; oklusi arterial kronik. Pencegahan rekurensi infark serebri (tidak termasuk emboli serebral kardiogenik).

Apa Saja Kontraindikasi Fibrozol?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Fibrozol dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitivitas. Pasien dengan gagal jantung kongestif; perdarahan (misalnya hemofilia, peningkatan fragilitas kapiler, perdarahan intrakranial, perdarahan saluran cerna, & perdarahan saluran kemih, hemoptisis, perdarahan badan vitreus), peningkatan tendensi perdarahan. Hamil & laktasi.

Apa saja Perhatian Penggunaan Fibrozol?

Pasien yang sedang menggunakan antikoagulan, selama menstruasi, preisposisi mengalami perdarahan, dengan stenosis arteri koroner, DM atau gangguan toleransi glukosa, gangguan hati & ginjal berat, hipertensi dengan TD tinggi secara konsisten. Anak. Lanjut usia.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Fibrozol Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Fibrozol?

Jika Anda lupa menggunakan Fibrozol, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Fibrozol Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Fibrozol?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Fibrozol yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Fibrozol?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Fibrozol yang mungkin terjadi adalah:

Gagal jantung kongestif, infark miokard, angina pektoris, takikardi ventrikel; tendensi perdraahan; pansitopenia.

Apa Saja Interaksi Obat Fibrozol?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Fibrozol antara lain:

Dpt meningkatkan tendensi perdarahan pada pemberian bersama dengan antikoagulan, obat antiplatelet, trombolitik, prostaglandin. CYP3A4, HIV protease inhibitor, antijamur azole, simetidin, diltiazem, & jus grapefruit dapat meningkatkan kadar cilostazol dalam darah.

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Fibrozol Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Fibrozol untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Fibrozol?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Fibrozol:

Dosis lazim: 100 mg 2 x/hari.

Bagaimana Cara Pemberian Obat Fibrozol?

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong: Berikan sekurang-kurangnya 30 mnt sblm atau 2 jam sesudah makan.

Sediaan, Kemasan, Harga Fibrozol?

  • Fibrozol tablet 100 mg, 3 × 10’s (Rp276,000/boks)
  • Fibrozol tablet 50 mg, 5 × 10’s (Rp300,000/boks)

Apa Nama Perusahaan Produsen Fibrozol?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Fibrozol:

Sanbe

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published.