Farsorbid 5/Farsorbid 10/Farsorbid Injeksi

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Obat Antiangina > Farsorbid 5/Farsorbid 10/Farsorbid Injeksi

By | 09/09/2018
Produsen Fahrenheit
KomposisiIsosorbide dinitrate.
IndikasiTerapi & profilaksis angina pektoris.
DosisTab Dws 10 mg 4 x/hari atau sblm tidur 10 mg sbg terapi profilaksis. Tab sublingual Dws 1-2 tablet letakkan di bwh lidah (sublingual) setiap 2-3 jam selama diperlukan. Injeksi 2-10 mg/jam (hanya untuk pemberian infus IV).
Pemberian ObatSebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan pada saat perut kosong 1/2 jam sblm makan.
Kontra IndikasiGlaukoma, anemia, hipertiroid, peningkatan TIK, infark miokardium .
PerhatianToleransi & toleransi silang dengan gol nitrit/nitrat lain.
Efek Samping Hipotensi ortostatik, wajah/leher panas & kemerahan, sakit kepala, gangguan GI, denyut nadi cepat, ruam kulit (jarang).
Interaksi ObatAlkohol meningkatkan efek hipotensi ortostatik secara intensif. Simpatomimetik menurunkan efek anti angina.
Kategori Keamanan Kehamilan C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
SediaanKemasan/Harga
Farsorbid Injeksi 10 mg/10 mL
2 × 1’s (Rp120,000/boks)
Farsorbid 5 SL tablet 5 mg
10 × 10’s (Rp19,500/boks)
Farsorbid 10 tablet 10 mg
10 × 10’s (Rp38,000/boks)
Sekilas Tentang Obat Antiangina

Obat antiangina adalah obat yang digunakan untuk terapi perawatan atau pengobatan angina pektoris, suatu gejala dari penyakit jantung iskemik. Angina pektoris merupakan suatu kondisi berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke dalam miokardium. Gangguan tersebut bisa karena suplai oksigen yang turun (adanya aterosklerosis koroner atau spasme arteria koroner) atau kebutuhan oksigen yang meningkat. Sebagai manifestasi keadaan tersebut akan timbul angina pektoris yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi infark miokard. Angina pektoris dibagi menjadi 3 jenis yaitu angina klasik (stabil), angina varian, dan angina tidak stabil. Beberapa obat yang termasuk dalam obat antiangina seperti nitrat, beta-blocker, dan calcium channel blocker.

Nitrat bekerja dengan cara memperlebar pembuluh darah dengan menstimulasi EDRF (endothelium-derived relaxing factor) dan digunakan untuk meredakan angina eksersional (angina yang dipicu oleh aktivitas) dan vasospastik. Akibatnya tekanan pada ventrikel berkurang dan mengurangi ketegangan dan kebutuhan oksigen pada jantung. Biasanya nitrat short-acting digunakan untuk meredakan kondisi dimana angina telah terjadi dan nitrat longer-acting digunakan untuk pencegahan angina.

Beta blocker atau antagonis beta digunakan untuk menghambat aksi dari reseptor beta-adrenergik yang memodulasi fungsi jantung, fungsi pernapasan, dan pelebaran pembuluh darah. Cara kerjanya yakni dengan mengurangi kekuatan kontraksi otot jatung dan memperlambat denyut jantung. Obat ini efektif saat nyeri dada angina dipicu oleh aktivitas.

Obat calcium channel blocker (penghambat kalsium) merupakan obat yang berfungsi menurunkan tekanan darah dengan mengatur kalsium yang berhubungan dengan aktivitas listrik di jantung. Obat ini secara langsung akan mencegah vasospasme arteri koroner dengan cara melebarkan arteri koroner dan perifer, meningkatkan efisiensi miokard, menurunkan denyut jantung, dan meningkatkan aliran darah koroner.