Ethinex

By | Mei 6, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Hemostatik > Ethinex

Kandungan dan Komposisi Ethinex

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Ethinex:

Tranexamic acid.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Ethinex

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Ethinex:

Fibrinolisis lokal: epistaksis, prostatektomi, konisasi servikal. Edema angioneurotik herediter. Perdarahan abnormal sesudah op. Perdarahan akibat pencabutan gigi pada penderita hemofilia.

Kontraindikasi Ethinex

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Ethinex dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Penderita yang mendapat gangguan penglihatan warna, perdarahan subaraknoid, riwayat tromboembolik.

Perhatian Penggunaan Ethinex

Hati-hati pada penderita trombosis atau koagulopati, penggunaan dosis berlebihan; insufisiensi ginjal; pemberian secara cepat, hematuria krn gangguan pada parenkim ginjal, edema angioneurotik herediter. Hamil & laktasi.

Efek Samping Ethinex

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Ethinex:

Gangguan GI, pusing, eksantema, sakit kepala. Pemberian injeksi IV secara cepat dapat menyebabkan pusing & hipotensi.

Interaksi Obat Ethinex

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Ethinex antara lain:

Cairan injeksi/transfusi yang mgd penicillin; kontrasepsi oral yang mgd estrogen.

Kategori Keamanan Penggunaan Ethinex Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Ethinex untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Dosis dan Aturan Pakai Ethinex

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Ethinex:

500-1000 mg 3 x/hari dengan injeksi IV lambat (1 mL/menit).

Sediaan, Kemasan, Harga Ethinex

  • Ethinex injeksi 50 mg/mL, 5 mL x 5 × 1’s (Rp36,000/boks)
  • Ethinex Forte powd for injeksi 100 mg/mL, 5 mL x 5 × 1’s (Rp42,000/boks)

Produsen Ethinex

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Ethinex:

Ethica Industri Farmasi Joint Venture with Fresenius Kabi

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Ethinex Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Ethinex, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Ethinex?

Jika Anda lupa menggunakan Ethinex, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Ethinex Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Ethinex?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Ethinex yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Tranexamic acid (TXA) atau yang dikenal juga dengan sebutan asam traneksamat adalah suatu zat obat yang digunakan dalam terapi pencegahan kehilangan darah/perdarahan pada kasus trauma mayor, kehilangan darah setelah persalinan/melahirkan, operasi/bedah, setelah cabut gigi atau gigi tanggal, hidung berdarah atau mimisan, dan menstruasi berat. Obat ini juga digunakan dalam terapi angioedema herediter.

Tranexamic acid bekerja dengan menghambat aktivasi plasminogen menjadi plasmin (fibrinolysin), suatu enzim yang mendegradasi gumpalan fibrin, fibrinogen, dan protein plasma lainnya termasuk faktor procoagulan V dan VIII. Tranexamic acid juga secara langsung menghambat aktivitas plasmin, namun dibutuhkan dosis yang lebih tinggi. Tranexamic acid mampu menjalin ikatan yang lebih kuat daripada aminocaproic acid untuk menuju ke reseptor kuat dan lemah.

Pada pasien dengan engioedema herediter, penghambatan pembentukan dan aktivitas plasmin akan mencegah serangan angioedema melalui pengurangan aktivitas yang diinduksi oleh plasmin dari protein komplemen pertama (C1).

Pemberian tranexamic pada tiga jam pertama setelah kejadian, efikasi tranexamic acid dapat terlihat dengan berkurangnya perdarahan pada pasien yang mengalami trauma berat disertai perdarahan signifikan. Pemberian dalam tiga jam pertama pada kasus cedera kepala berat dapat membantu mengurangi risiko kematian. Pada wanita yang mengalami kehilangan banyak darah saat menstruasi, mengonsumsi tranexamic acid mampu mengurangi perdarahannya. Tidak diperlukan penyesuaian dosis untuk digunakan pada wanita berusia antara 12 hingga 16 tahun. Pada wanita setelah melahirkan, penggunaan tranexamic acid juga dapat mengurangi perdarahan. Berbagai macam jenis operasi atau bedah seperti pada operasi tulang, operasi jantung, dan lainnya di mana pasien banyak mengeluarkan darah, penggunaan tranexamic acid dapat membantu mengurangi perdarahannya.

Pemberian tranexamic acid dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap tranexamic acid, riwayat kekejangan, riwayat tromboembolisme arterial atau penyakit tromboembolisme aktif, gangguan ginjal parah termasuk batu ginjal, dan lain-lain yang tidak disebutkan di sini.

Efek samping yang mungkin dapatterjadi setelah penggunaan tranexamic acid antara lain gangguan penglihatan, mual, muntah, diare, hipotensi, penggumpalan darah, reaksi alergi, anafilaksis, pusing, dan lain-lain yang tidak disebutkan disini.

Hati-hati penggunaan tranexamic acid pada pasien dengan gangguan ginjal, pasien dengan disseminated intravascular coagulation (DIC). Penggunaan pada wanita hamil tidak dianjurkan karena obat ini masuk ke dalam plasenta. Penggunaan pada wanita menyusui juga tidak direkomendasikan sebab obat ini masuk ke dalam ASI sehingga berisiko bagi bayi.

Tranexamic acid ditemukan oleh peneliti asal Jepang, Shosuke dan Utako Okamoto pada 1962. Rute pemberian obat ini adalah secara oral, injeksi, dan topikal.
Fresenius Kabi merupakan satu dari empat divisi yang dimiliki oleh Fresenius SE & Co, suatu perusahaan farmasi dari Jerman. Fresenius Kabi dibentuk pada tahun 1999 dengan menggabungkan divisi Farmasi (Fresenius Pharma) yang dimiliki Fresenius Group dengan divisi infusion solution dari Pharmacia & Upjohn (Kabi) yang telah diakuisisi Fresenius. Perusahaan ini didirikan untuk memenuhi permintaan pasar akan produk-produk nutrisi, terapi infus, serta memenuhi permintaan obat-obatan esensial seperti obat kanker.

Tak berselang lama pada tahun 2003, unit produksi Fresenius HemoCare akhirnya digabungkan ke dalam Fresenius Kabi karena kesamaan platform teknologi yang digunakan. Pada tahun 2004, Perusahaan ini melebarkan pasarnya hingga ke Afrika Selatan, Republik Ceko, dan mendirikan perusahaan joint venture di Australia.

Beberapa perusahaan telah diakuisisi oleh Fresenius Kabi diantaranya Labesfal (perusahaan farmasi asal Portugal), Filaxis (perusahaan farmasi asal Argentina), Kyorin (perusahaan farmasi Jepang), Laboratorio Sanderson (perusahaan farmasi Chile), akuisisi divisi Nutrisi klinis Nestle di Perancis dan Spanyol, Dabur Pharma (perusahaan obat onkologi), APP Pharmaceutical (perusahaan obat generik Amerika Serikat), dan lain-lain. Beberapa produk farmasi yang diproduksi oleh Fresenius Kabi seperti Paclitaxel, Irinotecan, Oxaliplatin, Gemcitabine, Cytarabine, Carboplatin, Topotecan, Docetaxel, dan Epirubicin.

Di Indonesia Fresenius Kabi berdiri dengan nama PT Fresenius Kabi Indonesia dengan kantor pusat di Menara Bidakara 1, 19th Fl. Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav. 71-73 Jakarta 12870, RT.9/RW.4, East Kuningan, Tebet, Jakarta Selatan.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Obat Hemostatik
Obat hemostatik adalah obat yang bermanfaat untuk menghentikan atau mengurangi terjadinya perdarahan. Obat ini biasanya digunakan saat pasien menjalani prosedur operasi atau pembedahan dengan tujuan untuk menghentikan atau mengurangi terjadinya perdarahan parah. Obat hemostatik memiliki beberapa mekanisme aksi untuk mengurangi terjadinya perdarahan seperti:

  • Menghalangi fibrinolisis atau mendukung pembekuan darah

  • Menyempitkan pembuluh darah atau mendukung agregasi trombosit

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 6 Mei). Ethinex. Diakses pada 31 Mei 2020, dari https://www.farmasi-id.com/ethinex/


Format MLA (Modern Language Association)

"Ethinex". Farmasi-id.com. 6 Mei 2020. 31 Mei 2020. https://www.farmasi-id.com/ethinex/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Ethinex", 6 Mei 2020, <https://www.farmasi-id.com/ethinex/> [Diakses pada 31 Mei 2020]


Bagikan ke Rekan Anda