Echinacea

Farmasi-id.com > Jamu > Jamu Kesehatan & Imunitas > Echinacea

By | 15/01/2015

Kandungan dan Komposisi

Ekstrak Echinaceae Radix (terstandarisasi 4% echinacoside), setara dengan 500 mg bahan kering.

Deskripsi

Echinacea berasal dari Amerika Utara yang tumbuh sepanjang tahun dan sejak lama merupakan bahan untuk obat tradisional suku Indian Sioux. Suku Indian Sioux menggunakan Echinacea untuk mengobati gigitan ular dan serangga beracun. Echinacea termasuk lima besar tumbuhan berkhasiat obat yang secara empirik terbukti meningkatkan imunitas tubuh melawan segala macam infeksi dan peradangan, menghilangkan luka-luka bernanah, dan memerangi racun yang masuk ke dalam tubuh.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

  • Meningkatkan sistem kekebalan (imunitas) tubuh.
  • Membantu mencegah dan mengatasi gangguan saluran pernapasan atas (flu, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, bronkitis).
  • Membantu mengobati luka yang susah sembuh dan bengkak bernanah.
  • Untuk pengobatan pada keracunan, gigitan serangga beracun/ular.
  • Menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

Mekanisme kerja

  • Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mempercepat reproduksi sel darah putih yang berkhasiat melumpuhkan virus dan menghancurkan bakteri-bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
  • Meningkatkan pergerakan sel-sel darah putih ke bagian badan yang terinfeksi artinya sel darah putih akan memakan/membunuh bakteri dan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
  • Meningkatkan aktivitas pernapasan sel.
  • Meningkatkan integritas kolagen dalam jaringan-jaringan bekas luka sehingga berefek mempercepat penyembuhan luka dan menolak racun.

Keunggulan Echinacea

  • Menggunakan bahan alami terstandarisasi dan kapsul halal.
  • Penelitian oleh R&ul;D SidoMuncul membuktikan dapat meningkatkan sel limfosit T secara nyata, yang berarti meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Diproduksi di pabrik dengan standar GMP (Good Manufacturing Practice).
  • Dianalisis pada laboratorium yang telah terakreditasi.
  • Terdaftar pada POM. TR. 092303931.
  • Tidak mengandung gula, ragi, penyedap, pewarna, dan zat pengawet.

Dosis dan Aturan Pakai

1-3 x sehari @ 1 kapsul sesudah makan atau sesuai petunjuk dokter.

Perhatian

  • Setiap pemakaian dalam waktu 8 minggu diberi tenggang waktu satu minggu sebelum dilanjutkan kembali.
  • Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui.
  • Untuk anak-anak perlu konsultasi dokter terlebih dahulu.

Kontra Indikasi

Penderita TBC, leucosis, kolagenosis, multiple sclerosis, AIDS, infeksi HIV, dan gangguan autoimun.

Kemasan dan Sediaan

Botol plastik isi 30 kapsul transparan.

Produsen

Sido Muncul

Sekilas Tentang Echinacea Purpurea
Echinacea purpurea adalah suatu tanaman herbal yang masih masuk ke dalam keluarga bunga matahari. Tanaman ini berasal dari Amerika Utara bagian Timur. Echinacea purpurea biasa tumbuh di hutan, padang rumput, dan saat ini juga sudah dibudidayakan. Tanaman ini memiliki bunga berwarna ungu dan berbunga sepanjang musim semi hingga akhir musim panas.

Manfaat dari Echinacea purpurea adalah untuk mengbati luka seperti luka bakar, gigitan serangga, akarnya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi gigi, dan tenggorokan. Untuk pemberian internal bisa digunakan untuk pengobatan sakit perut, batuk, kuram perut, dan mengatasi gigitan ular.
Sekilas tentang imunitas
Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi normal. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.
Sekilas Tentang Sido Muncul
Sido Muncul adalah suatu perusahaan jamu terbesar di Indonesia. Perusahaan itu awalnya didirikan oleh Ibu Rakhmat Sulistio (Go Djing Nio) yang memiliki kemampuan membuat dan mengolah jamu dari bahan rempah. Dari kemampuan itu maka beliau lantas mendirikan usaha jamu di Yogyakarta.

Salah satu produk awal dari usaha itu adalah jamu "Tujuh Angin" yang diproduksi pada tahun 1941. Produk ini merupakan cikal bakal munculnya jamu "Tolak Angin". Ibu Rakhmat Sulistio memformulasikan jamu tersebut sehingga memiliki khasiat dan manfaat untuk menyembuhkan masuk angin. Jamu Tujuh Angin ini laris manis manis dipasaran sehingga usaha jamu Ibu Rakhmat Sulistio semakin berkembang maju. Akibat perang kemerdekaan melawan Belanda pada 1949, usaha jamu ini terpaksa berpindah lokasi ke Semarang dan di sanalah ia mendirikan usaha jamu dengan nama "Sido Muncul" yang memiliki arti "impian yang terwujud". Pada saat itu usaha ini hanya memiliki tiga orang karyawan.

Usaha yang semakin berkembang dan jumlah permintaan yang semakin meningkat, maka banyak pelanggan yang meminta dibuatkan kemasan produk jamu yang lebih praktis agar dapat mudah dikonsumsi. Oleh karenanya dibuatlah produk Tolak Angin. Produk itu awalnya dibuat dalam bentuk serbuk yang kemudian dapat diseduh.

Pada tahun 1970, dibentuklah suatu badan usaha bernama CV. Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul dan lima tahun kemudian pada 1975, bentuk perusahaan yang awalnya berupa CV, berubah menjadi berbentuk PT (Perseroan Terbatas) dengan nama PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Generasi kedua pendiri perusahaan ini, Ibu Desy Sulistio, memutuskan untuk membuka pabrik Sido Muncul di Kaligawe, Semarang pada tahun 1984.

Tahun 1997 perusahaan ini menambah fasilitas produksinya dengan mendirikan pabrik di lahan seluas 30 hektar di Ungaran. Pabrik baru ini diresmikan pada 11 November 2000 dan disaat yang sama perusahaan menerima dua sertifikat pengendali mutu yakni CPOB dan CPOTB. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa produk jamu dan farmasi yang diproduksi oleh Sido Muncul sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

Sido Muncul kemudian melebarkan sayapnya dengan membuat divisi food yang mana divisi ini membuat berbagai produk makanan dan minuman kesehatan seperti Kuku Bima Energi, Permen Tolak Angin, Kopi Jahe Sido Muncul, Alang Sari Plus, dan lain-lain.

Salah satu hal yang unik adalah logo perusahaan ini tidak berubah sejak lama yakni berupa lumpang atau alat penumbuk/penghalus bahan jamu yang terdapat foto seorang ibu dengan anaknya yang menurut beberapa sumber, gambar tersebut adalah gambar Ibu Rakhmat Sulistio dengan cucunya, Bapak Irwan Hidayat, yang saat ini menjadi Presiden Direktur Sido Muncul.

Saat ini produk yang telah dihasilkan oleh Sido Muncul berjumlah lebih kurang 250 varian produk yang beberapa diantaranya telah diekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Australia, Korea Selatan, Nigeria, Algeria, Amerika Serikat, Arab Saudi, Mongolia, dan Rusia. Sido Muncul terus berusaha agar dapat menjual produknya di negara-negara lainnya di seluruh dunia.