Dobuca

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Obat Jantung > Dobuca

By | 04/09/2018

Kandungan dan Komposisi Dobuca
Produsen Ethica Industri Farmasi –
Joint Venture with Fresenius Kabi
KomposisiDobutamine.
IndikasiPenyokong inotropik pada terapi jangka pendek dekompensasi jantung krn penekanan kontraktilitas jantung akibat penyakit jantung organik atau krn prosedur bedah jantung.
DosisPeningkatan cardiac output 2.5-10 mcg/kg BB/mnt hingga 40 mcg/kg BB/mnt jika diperlukan (jarang). Penyesuaian dosis tergantung dr kecepatan denyut jantung & ritme jantung, TD, & diuresis.
Kontra IndikasiKardiomiopati obstruktif; stenosis subaorta hipertrofi idiopatik.
PerhatianMonitor EKG, TD, tekanan pengisian jantung & cardiac output & baji paru secara kontinu. Lakukan koreksi hipovolemia sblm pemberian dobutamin. Infark miokard akut, inotropisme berlebihan & takikardi, fibrilasi atrium. Hamil.
Efek Samping Peningkatan kecepatan denyut jantung, TD, & aktivitas ektopik ventrikel; hipotensi; reaksi pada tempat infus IV; mual, sakit kepala, angina & nyeri dada non spesifik, palpitasi, dispnea.
Interaksi ObatNitroprusida, penyekat β.
Kategori Keamanan Kehamilan B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).
SediaanKemasan/Harga
Dobuca injeksi 50 mg/mL
(ampul) 5 mL x 5 × 1’s (Rp450,000/boks)
Sekilas tentang penyakit jantung

Penyakit jantung umumnya adalah setiap gangguan yang mempengaruhi jantung. Kadang-kadang istilah “penyakit jantung” digunakan secara sempit sebagai sinonim untuk penyakit arteri koroner. Penyakit jantung dalam arti luas mencakup berbagai jenis penyakit jantung, seperti angina, aritmia, penyakit jantung kongenital, penyakit arteri koroner, kardiomiopati dilatasi, serangan jantung (infark miokard), gagal jantung, kardiomiopati hipertrofik, regurgitasi mitral, prolaps katup mitral, dan stenosis paru.