Diurefo

By | Oktober 9, 2020 | Farmasi-id.com > Health > Diurefo

GOLONGAN
G

Kandungan dan Komposisi Diurefo

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Diurefo adalah:

Furosemide adalah suatu zat obat yang digunakan untuk mengatasi edema atau penumpukan cairan yang disebabkan oleh gagal jantung, sirosis hati, maupun penyakit ginjal. Selain itu furosemide juga digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, gagal ginjal, sindrom nefrotik, dan terapi tambahan pada edema serebral maupun edema paru dimana diuresis yang cepat diperlukan via injeksi intravena. Furosemide juga digunakan dalam pengobatan hiperkalsemia (kondisi di mana kadar kalsium di dalam darah terlalu tinggi) yang parah.

Furosemide bekerja dengan cara menghambat cotransporter luminal Na-K-Cl dengan mengikatkan diri pada saluran transport chloride sehingga menyebabkan pengurangan natrium (sodium), chloride, dan potasium.

Penggunaan furosemide dikontraindikasikan pada mereka yang mengalami anuria dan riwayat hipersensitif terhadap furosemide maupun terhadap kandungan lainnya yang terdapat di dalamnya.

Hati-hati penggunaan furosemide khususnya jika mengalami efek hepatik, efek pada ginjal (terjadinya peningkatan azotemia dan oliguria) selama pemberian, anafilaksis (urtikaria, angiedema, hipotensi), potensi aktivasi lupus eritematosus sistemik, pasien yang sensitif terhadap sulfonamide dapat menunjukkan reaksi alergi, fotosensitivitas kemungkinan dapat terjadi. Diuresis yang eksesif dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan volume darah dengan kemungkinan trombosis vaskular dan embolisme, khususnya pada pasien lanjut usia. Risiko hipotensi ortostatik juga dapat terjadi. Perlu dilakukan pemantauan kemungkinan terjadinya diskrasia darah, kerusakan hati atau ginjal, maupun reaksi lainnya.

Efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah penggunaan furosemide diantaranya hipotensi ortostatik, pusing, ketidakseimbangan elektrolit (hiponatremia, hipokalemia, hipokloremia, tinnitus, dan sensitif terhadap cahaya).

Penggunaan furosemide bersamaan dengan aspirin, obat diuretik lainnya (ethacrynic acid, hydrochlorthiazide), obat antihipertensi (doxazosin), dan sucralfate dapat menimbilkan interaksi obat. Penggunaan bersamaan dengan analgesik (OAINS) dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, penggunaan bersamaan dengan antiaritmia berisiko menyebabkan toksisitas jantung, penggunaan bersamaan dengan antibakteria (aminoglycoside, polymyxin, dan vancomycin) dapat meningkatkan risiko ototoksisitas, penggunaan bersamaan dengan antidepresan (reboxetine) dapat menimbulkan risiko hipokalemia, penggunaan bersamaan dengan antiepilepsi (carbamazepine) dapat menyebabkan risiko hiponatremia, penggunaan bersamaan dengan antijamur (amphotericin) dapat menyebabkan hipokalemia, penggunaan bersamaan dengan antihipertensi (alpha-blockers) dapat menyebabkan hipotensi dan bersamaan dengan sotalol dapat menyebabkan aritmia, penggunaan bersamaan dengan antipsikotik (amisulpride, sertindole, pimozide) dapat menyebabkan risiko aritmia ventrikular, penggunaan bersamaan dengan siklosporin dapat menyebabkan risiko nefrotoksisitas, ototoksisitas, dan hepatotoksisitas.

Setelah pemberian secara oral, onset diuresis dapat terjadi dalam 30 menit hingga 1 jam, maksimal efek setelah 1-2 jam. Pemberian secara IV, diuresis dapat terjadi dalam lima menit dan puncaknya 20-60 menit. Efek diuresis akan bertahan selama 6-8 jam mengikuti pemberian oral dan sekira dua jam setelah pemberian secara intravena. Sekira 95% mengikat pada plasma protein (utamanya albumin). Furosemide dimetabolisme di dalam hati menjadi defurfurylated derivative, 4-chloro-5-sulfamoylanthranilic acid. Rute eliminasi adalah melalui urin yakni berkisar 50% dari dosis oral dan 80% dari dosis IV dan IM. Sisanya akan diekskresikan melalui feses sebagai komponen obat tidak berubah.

Furosemide tidak aman untuk digunakan oleh wanita hamil. Oleh karena itu FDA mengategorikannya dalam kategori C untuk tingkat keamanan penggunaan pada wanita hamil. Furosemide juga tidak aman untuk digunakan oleh wanita menyusui, sebab diketahui bahwa obat ini masuk ke dalam ASI. Konsultasikanlah dengan dokter.

Furosemide pertama kali dipatenkan pada 1959 dan mulai disetujui untuk digunakan secara luas oleh dunia medis pada 1964.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Diurefo

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Diurefo adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Edema yang berhubungan dengan gagal jantung kongestif, sirosis hati & penyakit ginjal.
Edema serebral & perifer, edema pada kehamilan.
Hipertensi ringan sampai sedang.

Kontraindikasi Diurefo

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Diurefo dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Anuria (tidak dibentuknya kemih/air seni oleh ginjal), kehamilan.

Perhatian Penggunaan Diurefo

Diabetes, edema paru, infark miokard.

Efek Samping Diurefo

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Diurefo yang mungkin terjadi adalah:

Hipokalsemia, hiperurisemia, gangguan toleransi glukosa, muntah, diare, anoreksia (kehilangan nafsu makan), hiperglikemia, gangguan hematologis.
Kategori Keamanan Kehamilan
Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

Izin, Kemasan & Sediaan Diurefo

Tablet 40 mg x 10 x 10 biji.

Dosis dan Aturan Pakai Diurefo

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Diurefo:

Dewasa : dosis awal 1/2-1 tablet sebagai dosis tunggal di pagi hari.
Jika perlu dapat diulangi setelah 6-8 jam.
Anak-anak : 2 mg/kg berat badan/hari.
PEMBERIAN OBAT
Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan
HARGA  :
Rp. 82.000/kemasan

Produsen Diurefo

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Diurefo:

Pyridam.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Diurefo Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Diurefo, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Diurefo?

Jika Anda lupa menggunakan Diurefo, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Diurefo Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Diurefo?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Diurefo yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Pyridam Farma adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1972 oleh Sarkri Kosasih. Nama perusahaan ini terinspirasi dari Piramida yang memiliki filosofi agar perusahaan dapat berdiri kokoh seperti piramida walaupun usianya sudah ribuan tahun. Awalnya perusahaan ini berfokus pada distribusi obat veteriner dan kemudian mulai memproduksi sendiri obat-obatan tersebut. Sembilan tahun kemudian perusahaan ini membuat perusahaan baru bernama PT Pyridam Veteriner yang mengkhususkan diri pada produk obat veteriner, sedangkan PT Pyridam berfokus pada produksi obat-obatan untuk manusia.

Pada tahun 2001, perusahaan ini membuka area produksi baru seluas 35 ribu meter persegi di Cianjur. Seiring dengan pergantian kepemimpinan di perusahaan, maka pada akhir tahun 2000 perusahaan ini merubah statusnya menjadi perusahaan publik.

Perusahaan ini telah memproduksi sekira 100 varian produk farmasi termasuk penisilin, anti-TBC, analgesik, vitamin, antipiretik, dan antibiotik dengan berbagai bentuk sediaan seperti tablet, sirup, kaplet, krim, dan lain-lain.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 9 Oktober). Diurefo. Diakses pada 28 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/diurefo/


Format MLA (Modern Language Association)

"Diurefo". Farmasi-id.com. 9 Oktober 2020. 28 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/diurefo/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Diurefo", 9 Oktober 2020, <https://www.farmasi-id.com/diurefo/> [Diakses pada 28 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *