Dipitenz

By | Februari 13, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Dipitenz

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Dipitenz adalah:

Nicardipine HCl.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Dipitenz

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Dipitenz adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Terapi darurat utk krisis hipertensi akut selama pembedahan. Kedaruratan hipertensi.

Kontraindikasi Dipitenz

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Dipitenz dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitivitas. Ada dugaan hemostasis abnormal ssdh perdarahan intrakranial; peningkatan TD intrakranial pd tahap stroke akut.

Peringatan Penggunaan Dipitenz

  • Hindari penghentian terapi secara mendadak
  • Pada pasien dengan hypertensive emergencies, jika kontrol tekanan darah diperlukan setelah terkapsulai tekanan darah yang diinginkan dan jika pemberian secara oral memungkinkan, penggantian pemberian obat secara oral harus dilakukan
  • Pada pasien dengan hypertensive emergencies, dilaporkan bahwa tekanan darah dapat meningkat kembali apabila pemberian nicardipine HCl dihentikan secara tiba-tiba. Oleh karena itu, setelah penghentian obat secara tiba-tiba, dosis harus dikurangi secara bertahap dan tekanan darah dikontrol dengan hati-hati. Selanjutnya setelah penggantian dengan obat secara oral, pasien harus hati-hati terhadap peningkatan tekanan darah kembali
  • Pasien dengan gangguan hati atau ginjal. Secara umum, hipotensi akut pada pasien dengan gangguan ginjal berat dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal
  • Penggunaan nicardipine HCl dapat memperburuk gejala stenosis aorta
  • Karena efek nicardipine HCl dapat berbeda pada setiap pasien, maka nicardipine HCl harus diberikan secara hati-hati dengan pemantauan yang ketat terhadap tekanan darah dan detak jantung
  • Jika terjadi hipotensi yang disebabkan oleh overdosis nicardipine HCl, pemberian harus dihentikan. Vasopresor (norepinephrine) harus diberikan jika diperlukan pemulihan tekanan darah yang cepat
  • Jika muncul rasa nyeri atau kemerahan pada area penyuntikan setelah pemberian nicardipine HCl jangka panjang, maka area penyuntikan harus dipindah
  • Diketahui bahwa beberapa pasien pada periode pemantauan setelah operasi jantung terbuka, dapat mengalami kegagalan sirkulasi dan menunjukkan gejala gagal jantung. Efikasi nicardipine HCl untuk pasien tersebut belum diketahui
  • Seperti obat parenteral lain, partikel dan perubahan warna sediaan injeksi nicardipine HCl harus diperiksa secara visual sebelum diberikan. Larutan nicardipine HCl jernih dan berwarna kuning pucat


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Dipitenz Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Dipitenz?

Jika Anda lupa menggunakan Dipitenz, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Dipitenz Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Dipitenz?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Dipitenz yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Dipitenz

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Dipitenz yang mungkin terjadi adalah:

Takikardi, kemerahan & rasa panas pd wajah, ileus paralitik, hipoksemia, nyeri angina, trombositopenia, ggn fungsi hati & ikterus.

Interaksi Obat Dipitenz

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Dipitenz antara lain:

Penghambat HIV-protease & obat hipotensi lainnya, β-blocker, propanolol,fentanyl, digoksin, imunosupresan, siklosporin, takrolimus hidrat, fenitoin, rifamisin, dantrolene Na, tandospirone, nitrogliserin & relaksan, pankuronium bromida, vekuronium bromida.

Kategori Keamanan Penggunaan Dipitenz Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Dipitenz untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.


Sekilas Tentang Obat Antagonis Kalsium
Obat antagonis kalsium atau yang juga dikenal dengan sebutan calcium-channel blockers, calcium entry blockers, dan slow channel blockers adalah suatu zat atau obat yang bekerja pada kanal kalsium sehingga mencegah terjadinya influks ion kalsium dalam darah, sehingga menyebabkan efek vasodilatasi. Obat yang termasuk dalam golongan ini digunakan untuk menghasilkan efek dilatasi pembuluh darah perifer dan pembuluh darah jantung pada pasien hipertensi. Setelah terjadi dilatasi, maka tekanan yang dihasilkan oleh aliran darah terhadap dinding pembuluh darah mengalami penurunan.

Dosis dan Aturan Pakai Dipitenz

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Dipitenz:

Terapi darurat utk krisis hipertensi akut selama pembedahan:

2-10 mcg/kg BB/mnt secara infus IV drip hingga nilai TD yg diinginkan tercapai. Utk memperoleh penurunan TD secara cepat, berikan dosis 10-30 mcg/kg secara inj IV.

Kedaruratan hipertensi:

0.5-6 mcg/kg/mnt secara infus IV drip dg kecepatan 0.5 mcg/kg BB/mnt hingga nilai TD yg diinginkan tercapai.

Cara Penyimpanan Dipitenz

Simpan pada suhu di bawah 30°C, terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Sediaan Dipitenz

Dus @ 10 ampul @ 10 ml, cairan injeksi 1 mg/ml

Izin BPOM Dipitenz

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Dipitenz:

DKL1604524443A1

Produsen Dipitenz

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Dipitenz:

Darya Varia

Sekilas Tentang Darya-Varia Laboratoria
PT Darya-Varia Laboratoria merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Drs. Wim Kalona pada 5 Februari 1976. Perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi, distribusi dan penjualan produk-produk farmasi, kesehatan umum, dan kosmetik. Pada 1994, perusahaan merubah statusnya menjadi perusahaan terbuka dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Pada tahun 1995 perusahaan ini mengakuisisi PT Pradja Pharin (Prafa). Pada 1998, PT Darya-Varia Laboratoria sempat menutup dua pabriknya sebagai bentuk restrukturisasi usaha. Di tahun 2014, perusahaan ini merger dengan PT Pradja Pharin.

PT Darya-Varia Laboratoria telah menerima sertifikat CPOB guna memenuhi syarat agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Saat ini perusahaan memiliki dua fasilitas produksi yakni di Gunung Putri dan Citeureup. Pabrik di Gunung Putri digunakan untuk produksi kapsul gelatin lunak dan produk bentuk cair sedangkan pabrik yang ada di Citeureup digunakan untuk memproduksi produk injeksi steril dan produk padat. Produk di kedua lokasi ini selain digunakan untuk konsumsi dalam negeri juga diekspor ke beberapa negara.

Untuk kepemilikan saham, saat ini PT Darya-Varia Laboratoria mayoritas sahamnya dimiliki oleh Blue Sphere Singapore Pte. Ltd, anak perusahaan Unilab, perusahaan farmasi terbesar Filipina. Beberapa merek produk yang terkenal dari perusahaan ini seperti Decolgen, Enervon-C, Neo Diatabs, Natur-E, Vicee, dan lain-lain. PT Darya Varia Laboratoria memiliki kantor pusat di South Quarter, Tower C, Jakarta.
Produk Lainnya Dengan Kandungan Nicardipine Hydrochloride
Produk Lainnya Artikel Lainnya
    Komentar


    Leave a Reply

    Email address will not be published. Required fields are marked *