Desrem


Deskripsi Desrem

Belum ada terapi obat yang disebut sungguh-sungguh efektif dalam mengatasi infeksi COVID-19.

Namun, beberapa obat, salah satunya Remdesivir, terus diteliti demi memastikan efektivitas serta keamanan dalam mengatasi virus corona.

Remdesivir sendiri sudah mengantongi izin penggunaan darurat, termasuk di Indonesia.

Beragam merek dagang dengan kandungan Remdesivir pun bermunculan. Salah satunya, Desrem dari PT Indofarma.

Obat Desrem saat ini sudah bisa digunakan oleh pasien dengan gejala sedang sampai berat.

Yang masuk dalam kategori gejala berat adalah pasien dengan tingkat saturasi oksigen kurang dari atau sama dengan 94.

Pasien coronavirus yang membutuhkan bantuan oksigen untuk bernapas juga dapat digolongkan dalam kategori berat.

Apa Kandungan dan Komposisi Desrem?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Desrem adalah:

Remdesivir 100 mg

Bagaimana Kemasan dan Sediaan Desrem?

Vial serbuk injeksi Remdesivir 100 mg

Apa Nama Perusahaan Produsen Desrem?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Desrem:

PT Indofarma

Desrem Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Desrem?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Desrem adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Obat Desrem injeksi digunakan untuk mengatasi pasien COVID-19 dengan kondisi darurat, berusia di atas 12 tahun dengan berat minimal 40 kg.

Pasien juga sedang menjalani rawat inap di rumah sakit.

Apa Saja Kontraindikasi Desrem?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Desrem dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Anda yang punya alergi pada Remdesivir tidak dianjurkan menggunakan Desrem.

Sekilas Tentang Obat Antivirus
Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Desrem?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Desrem:

  • Dosis tunggal 200 mg infus intravena selama 30-120 menit pada hari pertama
  • Dosis pemeliharaan 100 mg satu kali sehari secara intravena selama 30-120 menit selama 4 hari

Remdesivir diberikan melalui infus intravena dalam volume total hingga 250 mL saline 0,9 persen selama 30-120 menit.

Perpanjangan penggunaan lebih dari 10 hari tidak dianjurkan.

Sementara, dosis pada anak-anak harus sesuai dengan instruksi dokter yang biasa menangani pasien anak dengan gejala COVID-19 yang berat.

Pemberian boleh dilakukan sampai 5 hari.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Desrem Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Desrem, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Desrem?

Jika Anda lupa menggunakan Desrem, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Desrem Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Desrem?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Desrem yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Desrem?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Desrem yang mungkin terjadi adalah:

Meski tidak selalu, keluhan mual dan muntah, nyeri, serta ruam di bekas suntikan dapat dirasakan usai diberikan Desrem.

Selain itu, pasien juga dapat mengalami gangguan enzim transaminase di hati.

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Desrem?

Jika Anda memiliki riwayat kesehatan, seperti gangguan ginjal atau sedang menjalani cuci darah, beritahu dokter sebelum diberikan obat Desrem.

Informasikan juga jika Anda memiliki masalah pada fungsi hati.

Hindari penggunaan jika Anda alergi terhadap obat lain yang mengandung Remdesivir.

Komunikasikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, ataupun berencana hamil dalam waktu dekat.

Informasikan ke petugas kesehatan jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, seperti antibiotik dan obat-obatan herbal.

Apa Saja Interaksi Obat Desrem?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Desrem antara lain:

Hindari penggunaan Desrem bersama chloroquin phosphate atau hydroxychloroquin phosphate karena akan menurunkan efektivitas antivirus.

Berikan jeda waktu dua jam jika ingin mengonsumsi Desrem bersama obat golongan Midazolam.

Pasalnya, Desrem dapat menurunkan efektivitas obat tersebut.

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Desrem Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Desrem untuk digunakan oleh wanita hamil:

Data tentang keamanan Remdesivir bagi ibu hamil dan menyusui masih sangat terbatas.

Namun, jika pemakaian obat Desrem lebih besar manfaatnya untuk ibu hamil, penggunaannya bisa dipertimbangkan.

Di sisi lain, belum diketahui pasti apakah Remdesivir ikut masuk ke dalam ASI atau tidak.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Desrem jika Anda sedang hamil dan menyusui.