Dentasol

Farmasi-id.com > Obat Gigi dan Mulut > Dentasol
By | 24/10/2018 | Berikan Ulasan

Kandungan dan Komposisi Dentasol

  • Benzocaine 63 mg,
  • Cetylpyridinium Chloride 0,2 mg,
  • Champora 0,85 mg,
  • Mentholum 0,77 mg,
  • Phenolum 5 mg

Indikasi 

Untuk Pengobatan Radang gusi, sariawan, sakit gigi, sakit karena rangsangan saat pertumbuhan gigi.

Farmakologi

Dentasol merupakan anestetik dan antiseptik yang efektif dan aman serta dapat digunakan seluruh anggota keluarga untuk menghilangkan dan meredakan sakit gigi, radang gusi, dan sariawan.

Dentasol bekerja cepat untuk meredakan rasa sakit karena Benzocaine akan segera meresap masuk ke dalam jaringan dan memberikan efek anestesi/pati rasa yang kuat dan lama.

Perhatian

  • Jangan digunakan untuk jangka waktu yang lama, bila gejala-gejala belum menunjukkan perbaikan, segera diperiksakan pada dokter
  • Tidak untuk anak-anak dibawah 6 tahun
  • Obat keras, tidak boleh ditelan

Dosis dan Aturan Pakai Dentasol

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Dentasol:

Oleskan dengan kapas pada tempat yang sakit, jika perlu diulang setiap 3-4 jam.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu dibawah 30°C, terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Sediaan

Dus @ botol plastik @ 10 ml, cairan obat luar

Izin BPOM

DTL8706303641A1

Harga Dentasol

Rp 8.000/botol 10 ml

Produsen Dentasol

Erela

LAINNYA:  Neo Remat
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Dentasol Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Dentasol, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Dentasol?

Jika Anda lupa menggunakan Dentasol, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Dentasol Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Dentasol?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Dentasol yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Camphor Pada Dentasol
Pada jaman dahulu camphor dibuat dengan mendistilasi kulit kayu dan pohon camphor. Saat ini, camphor diproduksi secara kimia dari minyak terpentin seperti yang digunakan dalam produk seperti Vicks VapoRub.

Camphor dapat digosokkan pada kulit (aplikasi topikal) atau dihirup. Camphor topikal digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi rasa gatal, mengobati infeksi jamur pada kuku kaki, kutil, luka dingin, wasir, dan osteoartritis. Camphor topikal juga digunakan untuk meningkatkan aliran darah lokal dan sebagai "counterirritant," yang mengurangi rasa sakit dan pembengkakan dengan menyebabkan iritasi. 

Beberapa orang menggunakan camphor untuk mengobati penyakit saluran pernapasan, dan mengobati gejala penyakit jantung. Camphor juga digunakan secara topikal sebagai obat tetes telinga, dan untuk mengobati luka bakar ringan. Camphor juga dapat dihirup untuk mengatasi batuk.
Sekilas Tentang Menthol Pada Dentasol
Menthol adalah senyawa organik yang dibuat secara sintetis biasanya berasal dari herbal peppermint, eucalyptus dan pennyroyal. Mentol memiliki banyak manfaat kesehatan potensial. Diterapkan secara topikal atau digunakan secara oral, mentol telah terbukti membantu mengobati masalah pencernaan, nyeri, peradangan dan hidung tersumbat.
Sekilas Tentang Erela
PT Erela (Erlangga Edi Laboratories) merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Drs. Edi Handojo dan Dra. Kusumawati Handojo pada tahun 1965 di Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam produk farmasi seperti antasida, antiasma, antibiotik, antiemetik, antidiare, antigout, dan lain-lain dengan berbagai bentuk sediaan seperti tablet, kapsul, cairan, salep, krim, serbuk, dan sebagainya.

PT Erela telah menjalin beberapa kerjasama dengan perusaaan multinasional dan pada 2016 meningkatkan kapasitas produksi untuk sediaan tetes mata dan tetes telinga. Tahun 2018, perusahaan ini memodernisasi fasilitas produksinya dengan membeli mesin baru untuk produksi tetes mata steril.

Perusaaan yang berbasis di Semarang ini telah memperoleh sertifikat CPOB dan ISO 9001 sehingga kualitas produk yang dihasilkan telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Beberapa produk yang diproduksi oleh PT Erela antara lain Erlagin, Erlamol, Mixalgin, Parazon, dan masih banyak lagi.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang gigi
Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut. Gigi memiliki struktur yang bervariasi yang memungkinkan mereka untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi adalah untuk merobek dan mengunyah makanan. Akar dari gigi tertutup oleh gusi. Gigi memiliki struktur pelindung yang disebut email gigi, yang membantu mencegah lubang di gigi. Pulp dalam gigi menciut dan dentin terdeposit di tempatnya.

JENIS-JENIS PENYAKIT GIGI

Gingivitis

Jenis penyakit gigi gingivitis yang disebut dengan radang gusi atau gusi bengkak ini adalah sebuah kondisi yang biasanya terjadi karena mulut kurang terjaga kebersihannya sehingga muncul karang-karang gigi atau plak yang menumpuk berbatasan dengan tepi gusi. Infeksi akan terjadi di bagian gusi, ini disebabkan oleh banyaknya bakteri di bagian plak dan karang gigi.

Kondisi dapat menjadi semakin parah dan serius jika gingivitis tak segera ditangani dengan benar sehingga bisa berkembang menjadi penyakit lainnya. Kasus ini dapat terjadi dari kebiasaan buruk misalnya merokok, gosok gigi terlalu kuat, jarang membersihkan gigi dan lain-lain. Maka, diperlukan perawatan gigi yang benar agar tidak muncul plak di gigi anda yang dapat menyebabkan penyakit gingivitis.

Gigi Hipersensitif

Hipersensitivitas ialah jenis penyakit gigi yang biasanya penderita akan merasa ngilu ketika memakan makanan dingin atau meminum minuman dingin. Penyakit ini disebabkan dari kebiasaan sering makan dan minum yang dingin, manis dan asam, dampak dari pemutihan gigi atau adanya plak. Selain itu, penyakit ini juga dapat dialami oleh para orang tua secara alamiah. Ada beberapa cara mengatasi gigi sensitif yakni dengan menghindari makanan dan minuman yang sifatnya erosive atau makanan yang dapat merusak gigi, menghindari menggosok gigi dengan pasta gigi bersifat abrasive dan menghindari memberikan tekanan berlebih ketika menggosok gigi.

Abses Gusi

Diantara jenis-jenis penyakit gigi, penderita yang mengalami abses gusi, gusinya dapat bernanah. Nanah yang keluar tampak seperti cairan kental yang berwarna kuning, putih agak kuning atau bisa juga kuning agak cokelat. Nanah dapat muncul apabila terjadi inflamasi pada gusi ketika bagian gusi terinfeksi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak, atau dari kebiasaan terlalu sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang tinggi karbohidrat.

Obat pereda nyeri akan dapat membantu ketika penyakit ini datang. Abses yang posisinya menempel pada gusi berdekatan dengan gigi, dapat menularkan sakitanya sampai ke gigi. Abses juga dapat sembuh ketika nanah di gusinya pecah, baik memalui prosedur dokter ataupun meletus sendiri. Mengumurinya dengan garam dapat membantu mempercepat agar nanah cepat keluar. Karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka menjaga kesehatan gigi dan memperbaiki pola konsumsi terhadap makanan, dapat dilakukan untuk pencegahan.

Karies Gigi

Nama lain dari penyakit karies gigi adalah dental caries, penyakit ini salah satu jenis infeksi yang dapat memicu kerusakan struktur gigi. Misalnya memicu gigi berlubang. Apabila tidak segera mendapat penangan yang tepat, dapat menyebabkan rasa nyeri, terjadinya infeksi, gigi tanggal serta kasus bahaya lainnya. Bakteri yang berkembang biak, dapat menimbulkan penyakit ini. Terjadinya karies bisa ditandai dengan warna hitam atau cokelat pada lubang di bagian jaringan keras gigi.

Biasanya, gigi yang berlubang tak akan terasa sakit hingga lubang tersebut ukurannya membesar. Karies yang semakin membesar bisa sampai ke kamar pulpa (kamar pulpa memiliki jaringan saraf serta pembuluh darah) yang merupakan sebuah rongga di dalam gigi. Ketika karies sudah berada di kamar pulpa, peradangan dapat terjadi yang menyebabkan penderita merasakan denyutan nyeri.

Maka jagalah kesehatan dan kebersihan gigi anda supaya penyakit ini tidak menyerang. Ketika karies telah membentuk lubang pada gigi anda, maka cara merawat gigi berlubang perlu anda lakukan supaya tidak bertambah semakin parah. Sedangkan yang sudah terlanjur karies menyerang sampai menimbulkan sakit gigi, cara mengatasi gigi ngilu salah satunya dengan memijat salah satu dari kumpulan titik pijat sakit gigi.

Tumor Gigi

Penyakit tumor gigi adalah penyakit yang sama seriusnya dengan kasus tumor lainnya. Penyakit ini ditandai dengan adanya pertumbuhan daging yang seperti parasit dan bisa membuat jaringan sekitar gigi dan mulut menjadi rusak. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti mencabut gigi secara sembarangan, bakteri yang berkembang serta kurang terjaganya kebersihan mulut. Maka untuk mencegahnya, kita harus lebih memeperhatikan kesehatan gigi dan mulut dengan memastikan selalu bersih serta hindari mencabut gigi dengan sembarangan

Pulpitis

Jenis-jenis penyakit gigi yang berikutnya ialah pulpitis yang berupa peradangan pada pulpa gigi yang menimbulkan rasa nyeri. Bagian gigi paling dalam, yang mengandung saraf dan pembuluh disebut pulpa. Sebagian besar dari kasus penyakit pulpitis, disebabkan oleh pembususkan gigi dan cedera.

Alveolar Osteitis

Penyakit yang dapat menyerang gigi selanjutnya ialah alveolar osteitis atau biasa disebut sebagai dry socket. Dry socket ini bersifat sementara. Penyakit ini muncul sebagai efek lanjutan dari pencabutan gigi permanen. Bila gigi anda dicabut secara permanen, maka tulang rahang dan daerah sekitar akan mengalami sakit yang luar biasa. Kondisi ini juga akan menyerang (sekitar 20%) pada orang-orang yang mencabut giginya secara permanen.

Kelainan pada Jaringan Lunak

Jenis-jenis penyakit gigi yang terakhir adalah kelainan pada jaringan lunak. Misalnya seperti sariawan ( stomatitis), gusi berdarah ( gingivitis ), bibir kering dan pecah-pecah ( cheilitis ). Meski letaknya tidak langsung pada gigi, namun kondisi ini dapat menyebabkan rasa ngilu pada gigi yang berdekatan dengan pusat masalah.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2018, 24 Oktober). Dentasol. Diakses pada 29 Februari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/dentasol/


Format MLA (Modern Language Association)

"Dentasol". Farmasi-id.com. 24 Oktober 2018. 29 Februari 2020. https://www.farmasi-id.com/dentasol/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Dentasol", 24 Oktober 2018, <https://www.farmasi-id.com/dentasol/> [Diakses pada 29 Februari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda