Dacarbazine Medac

Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > Dacarbazine Medac

By | 07/06/2015
Produsen Dipa Pharmalab Intersains
KomposisiDacarbazine.
IndikasiMelanoma maligna dengan metastasis, penyakit Hodgkin tahap lanjut, sarkoma jaringan lunak pada pasien dws tahap lanjut (kecuali mesotelioma, sarkoma Kaposi).
DosisIV Melanoma metastatik Dws 200-250 mg/m2 luas permukaan tubuh/hari secara injeksi IV selama 5 hr, ulangi tiap 3 minggu atau 850 mg/m2 luas permukaan tubuh secara infus, ulangi tiap 3 minggu. Penyakit Hodgkin Dws 375 mg/m2 luas permukaan tubuh tiap 15 hari dalam kombinasi dengan obat lain (rejimen ABVD). Sarkoma jaringan lunak Dws 250 mg/m2 luas permukaan tubuh/hari selama 5 hr, ulangi tiap 3 minggu. Biasanya diberikan bersama doksorubisin (rejimen ADIC).
Kontra IndikasiHamil, laktasi. Leukopenia &ampul;/atau trombositopenia.
PerhatianGangguan fungsi ginjal & hati.
Efek Samping yang Mungkin Timbul Anoreksia, mual, muntah, anemia, leukopenia, trombositopenia, sakit kepala, gangguan daya penglihatan, kebingungan mental, letargi, kejang, parestesis pada wajah.
Interaksi ObatObat sitostatik, radioterapi, fenobarbital, karbamazepin, aminoglutetimid, rifampisin.
Kategori Keamanan Kehamilan C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Dacarbazine Medac injeksi 200 mg
1’s
Sekilas Tentang Kemoterapi Sitotoksik

Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.

Sekilas tentang kanker dan tumor

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  1. Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.

  3. Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.


Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.