Cortiment

By | Februari 14, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Cortiment

Kandungan dan Komposisi

Budesonide

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Cortiment

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Cortiment:

Merangsang terjadinya remisi pada pasien penyakit Crohn ringan hingga sedang yang melibatkan ileum & atau kolon desenden.

Farmakologi

Budesonide merupakan golongan kortikosteroid yang memiliki efek anti inflamasi disertai dengan aktivitas glukokortikoid yang kuat dan aktivitas mineralokortikoid yang lemah. Budesonid dapat menghambat sel dan mediator yang terlibat dalam proses inflamasi baik yang termasuk dalam kategori alergi maupun non-alergi.

Efek Samping Cortiment

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Cortiment:

Eksantema alergi, striae merah, petekie, ekimosis, akne steroid, penyembuhan luka lambat, dermatitis kontak, kelemahan otot, osteoporosis, nekrosis aseptik tulang, glaukoma, katarak, depresi, iritabilitas, euforia, gangguan GI, ulkus duodenum, pankreatitis, sindrom Cushing, hipertensi, peningkatan risiko trombosis & vaskulitis, melambatnya respons imun.

Peringatan dan Perhatian

TB, hipertensi, DM, osteoporosis, ulkus peptikum, glaukoma, katarak, riwayat keluarga diabetes, riwayat keluarga glaukoma, gangguan hati. Hamil, laktasi.

Parameter Pemantauan

Beberapa parameter yang perlu di monitor pada penggunaan Budesonid untuk terapi :

  • Asma: Peak Expiratory Flow Rate (PEFR), penurunan intensitas mengi, sesak nafas dan kecepatan nafas; serta penurunan aktivitas akibat serangan asma
  • Alergi Rhinitis: lakukan scratch testing (test yang dilakukan di kulit secara epicutaneous dengan menggunakan alergen khusus); penurunan gejala rhinitis
LAINNYA:  Emerten

Beberapa parameter lain yang perlu dimonitor meliputi:

  • Gejala Cushing’s syndrome
  • Gejala hypercorticism pada pasien yang mendapatkan pengobatan bersamaan dengan ketoconazole
  • Pertumbuhan pada anak-anak
  • Pemeriksaan katarak dan galukoma
  • Gejala oropharyngeal candidiasis
  • Gejala osteoporosis

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Cortiment dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Infeksi lokal intestinal, bayi & anak kecil, gangguan fungsi hati berat.

Interaksi Obat

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Cortiment antara lain:

  • Vaksin virus hidup, glikosida jantung, diuretik hemat K, ketokonazol, troleandromisin, eritromisin, siklosporin, simetidin, kolestiramin
  • Dengan Obat Lain: Meningkatkan efek: Cimetidine dapat menurunkan clearance dan meningkatkan bioavailabilitas Budesonide dengan meningkatkan konsentrasi plasma. Ketoconazole dapat menghambat enzim CYP3A4 sehingga dapat meningkatkan serum level dan kemungkinan dapat terjadi toksisitas penggunaan Budesonide. Inhibitor enzim yang lain meliputi: Amiodarone, Clarithromycin, Delavirdine, Diltiazem, Dirithromycin, Disulfiram, Fluoxetine, Fluvoxamine, Indinavir, Itraconazole, Nefazodone, Nevirapine, Propoxyphene, Quinupristin-Dalfopristin, Ritonavir, Saquinavir, Verapamil, Zafirlukast, Zileuton. Penambahan Salmeterol meningkatkan respon inhaled corticosteroid. Secara teoritis penggunan bersamaan dengan Proton Pump Inhibitor (omeprazole dan pantoprazole) mempengaruhi pH lambung yang pada akhirnya juga mempengaruhi kecepatan disolusi enteric-coated tablet. Pemakaian bersama dengan omeprazole tidak mempengaruhi kinetika Budesonid tablet
  • Dengan Makanan: Grapefruit juice dapat menggandakan jumlah Budesonid yang digunakan secara oral didalam sistemik. Penggunaan bersama tablet dengan diet tinggi lemak dapat menunda pencapaian waktu puncak, tetapi tidak mempengaruhi tingkat absorpsi. St John’s wort dapat menurunkan kadar Budesonid
LAINNYA:  Gracef

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai Cortiment

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cortiment:

Penyakit Crohn

Dewasa:

Dosis awal: 9 mg sekali sehari di pagi hari untuk hingga 8 minggu. Dosis pemeliharaan: 6 mg sekali sehari di pagi hari untuk hingga 3 bulan.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan

DKI2054600114A1, dus @ 3 blister @ 10 tablet pelepasan lambat @ 9 mg

Produsen

CTCBIO INC - Republic Of Korea

Pendaftar

Abbott Indonesia

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Cortiment Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Cortiment, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Cortiment?

Jika Anda lupa menggunakan Cortiment, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Cortiment Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Cortiment?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Cortiment yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Abbott Laboratories

Abbott Laboratories adalah suatu perusahaan farmasi besar yang memiliki kantor pusat di Abbott Park, Illinois, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh ahli fisika asal Chicago, Dr. Wallace Calvin Abbott. Perusahaan ini selain bergerak dalam bidang farmasi juga bergerak dalam bidang lainnya seperti peralatan medis dan diagnostik, produk nutrisi, alat laboratorium, dan sebagainya. Produk-produk perusahaan ini telah beredar di 130 negara termasuk Indonesia dan jumlah karyawan perusahaan ini diseluruh dunia diperkirakan mencapai 103 ribu orang (per Desember 2018). Saat ini pimpinan Abbott pusat dipimpin oleh Miles D. White yang bertindak sebagai Chairman dan CEO. Ia telah lama bekerja di Abbot sejak tahun 1984.

Abbot diketahui telah banyak melakukan akuisisi terhadap berbagai perusahaan farmasi dan perusahaan lain yang bergerak dibidang kesehatan. Diantaranya adalah Knoll, Kos Pharmaceuticals, TheraSense, STARLIMS, Piramal Healthcare, dan masih banyak lagi.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 14 Februari). Cortiment. Diakses pada 5 April 2020, dari https://www.farmasi-id.com/cortiment/


Format MLA (Modern Language Association)

"Cortiment". Farmasi-id.com. 14 Februari 2020. 5 April 2020. https://www.farmasi-id.com/cortiment/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Cortiment", 14 Februari 2020, <https://www.farmasi-id.com/cortiment/> [Diakses pada 5 April 2020]


Bagikan ke Rekan Anda