Corsamycin

By | Juli 9, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Corsamycin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Corsamycin adalah:
Oxytetracicline / Oksitetrasiklin HCl.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Corsamycin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Corsamycin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Bronkhitis akut & kronis, termasuk pencegahan kumatnya penyakit atau gejala penyakit secara mendadak, bronkhopneumonia dan pneumonia atipikal yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae, bronkhiektasis yang terinfeksi, bronkhiolitis, otitis media (radang rongga gendang telinga), angina Vincent, infeksi saluran kemih & uretritis non gonokokal, infeksi saluran pencernaan & saluran empedu akibat bakteri, infeksi jaringan lunak, infeksi setelah melahirkan (endometritis/radang selaput lendir rahim), meningitis (radang selaput otak) dan endokarditis (radang endokardium jantung), jerawat, gonore dan sifilis pada kasus-kasus yang tidak cocok dengan Penicillin, granuloma lipat paha dan syanker, bruselosis (biasanya bersama dengan Streptomisin), kolera, amubiasis, demam tifus dan demam-Q, psitakosis dan limfogranuloma venereum, trakhoma.

Kontraindikasi Corsamycin

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Corsamycin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Hipersensitifitas.
Kehamilan.
Gagal ginjal berat.
Anak berusia kurang dari 7 tahun.

Perhatian Penggunaan Corsamycin


Pasien yang dehidrasi.
Gagal hati.
Menyusui.

Interaksi Obat Corsamycin

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Corsamycin antara lain:


absorpsi Oksitetrasiklin HCl dikurangi oleh antasida, susu.
penggunaan bersama dengan obat-obat hepatotoksis.
dapat mempengaruhi aksi Penicillin dan antikoagulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Corsamycin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Corsamycin?

Jika Anda lupa menggunakan Corsamycin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Corsamycin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Corsamycin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Corsamycin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Corsamycin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Corsamycin yang mungkin terjadi adalah:


Rasa tidak enak pada perut, gatal-gatal pada anus/dubur & vulva/pukas (alat kelamin luar perempuan), perubahan warna pada gigi & hipoplasia email pada anak-anak, menghambat pertumbuhan tulang untuk sementara waktu, uremia (pada pemakaian dengan dosis tinggi).

Kategori Keamanan Kehamilan
Positif ada kejadian yang berbahaya pada janin manusia, tetapi keuntungan dari penggunaan oleh wanita hamil mungkin dapat diterima walaupun berisiko. (Misalnya jika obat digunakan untuk situasi menyelamatkan nyawa atau penyakit yang serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Izin, Kemasan & Sediaan Corsamycin


Kapsul 250 mg x 100 biji.

PEMBERIAN OBAT
Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan)

HARGA  :
Rp. –

Produsen Corsamycin

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Corsamycin:
Corsa.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *