Corsacillin Syrup

By | Juni 11, 2021 |

Produsen Corsacillin Syrup

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Corsacillin Syrup:

Corsa

Klasifikasi Obat

G

Kandungan dan Komposisi Corsacillin Syrup

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Corsacillin Syrup adalah:

Ampulicillin trihydrate

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Corsacillin Syrup

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Corsacillin Syrup adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Infeksi THT, bronkitis, pneumonia, GO, infeksi ginekologis, demam enterik, infeksi saluran cerna

Dosis dan Aturan Pakai Corsacillin Syrup

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Corsacillin Syrup:

Dewasa : infeksi THT 250 mg 4 kali sehari. Bronkitis : terapi rutin 250 mg 4 kali sehari. Dosis tinggi : 1 g 4 kali sehari. Pneumonia : 500 mg 4 kali sehari. ISK 500 mg 3 kali sehari. GO : 2 g per oral dengan 1 g probenesid sebagai dosis tunggal. Dosis ulang sebaiknya diberikan pada wanita. Infeksi saluran cerna : 500 – 750 mg 3 – 4 kali sehari. demam enterik akut : 1 – 2 g/hari selama 2 minggu. karier : 1 – 2 g 4 kali sehari, selama 4 – 12 minggu. Anak < 10 tahun : 1/2 dosis dewasa

Pemberian Obat Corsacillin Syrup

Berikan sebelum makan

Kontraindikasi Corsacillin Syrup

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Corsacillin Syrup dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitif penicillin, infeksi mononukleosis

Perhatian Penggunaan Corsacillin Syrup

Kerusakan ginjal, leukemia limfatik, hipersensitif sefalosporin, terapi jangka panjang agar dimonitor fungsi hati, ginjal, hematologi

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Corsacillin Syrup Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Corsacillin Syrup?

Jika Anda lupa menggunakan Corsacillin Syrup, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Corsacillin Syrup Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Corsacillin Syrup?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Corsacillin Syrup yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Corsacillin Syrup

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Corsacillin Syrup yang mungkin terjadi adalah:

Gangguan Gl, ruam kulit, pruritus, urtikaria, demam, anafilaksis, gangguan darah, superinfeksi

Interaksi Obat Corsacillin Syrup

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Corsacillin Syrup antara lain:

Probenesid mengganggu ekskresi obat. Penurunan efek kontrasepsi oral dan atenolol. Allopurinol meningkatkan risiko ruam kulit

Kemasan, Sediaan, dan Harga Corsacillin Syrup

Sirup 125 mg/5 mL x 60 mL, Harga: Rp 15.000

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *