Clinovir

By | Juli 17, 2021 |

CLINOVIR®
TABLET

Kandungan dan Komposisi Clinovir

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Clinovir adalah:
CLlNOVIR®  200
Tiap tablet mengandung acyclovir 200 mg.

CLlNOVIR®  400
Tiap tablet mengandung acyclovir 400 mg.

CARA KERJA OBAT
Acyclovir merupakan analog nukleasida purin sintetik dengan aktivitas inhibisi virus herpes human in vitro dan in vivo, termasuk virus Herpes simplex (HSV) type 1 dan 2, virus Varicella zoster (VZV), virus Epstein Barr (EBV) dan Cytomegalovirus (CMV). Aktivitas inhibisi acyclovir terhadap virus-virus tersebut di atas bersifat sangat selektif. Enzim timidin kinase (TK) dari sel normal, tidak terinfeksi, tidak menggunakan acyclovir secara efektif sebagai substrat, oleh karena itu toksisitas terhadap sel hospes mamalia rendah; tetapi TK yang disandikan oleh HSV, VZV dan EBV mengubah acyclovir menjadi acyclovir monofosfat, suatu analog nukleosida, yang kemudian diubah oleh enzim sel menjadi difosfat dan akhirnya menjadi trifosfat.
Acyclovir trifosfat mengganggu polimerase DNA virus dan menghambat replikasi DNA virus dengan akibat berakhirnya rantai reaksi setelah masuknya acyclovir trifosfat ke dalam DNA virus.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Clinovir

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Clinovir adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Pengobatan infeksi virus Herpes simplex pada kulit dan membran mukosa, termasuk infeksi Herpes genitalis inisial dan rekurens
  • Mencegah kambuhnya (supresi) infeksi Herpes simplex rekurens pada penderita dengan immune competent
  • Mencegah infeksi Herpes simplex pada penderita immune compromised
  • Pengobatan infeksi Herpes zoster (shingles)

Kontraindikasi Clinovir

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Clinovir dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Penderita yang hipersensitif terhadap acyclovir.

Peringatan Penggunaan Clinovir

  • Hati-hati bila diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal dan penderita lanjut usia dengan kelainan creatinine clearance
  • Pemberian pada wanita hamil dan menyusui harus dilakukan dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan manfaat potensialnya dibandingkan dengan setiap resiko yang mungkin timbul

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Clinovir Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Clinovir?

Jika Anda lupa menggunakan Clinovir, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Clinovir Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Clinovir?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Clinovir yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Clinovir

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Clinovir yang mungkin terjadi adalah:

  • Ruam kulit yang menghilang setelah pengobatan dihentikan
  • Kadang-kadang dijumpai reaksi neurologis yang reversibel, yang biasanya terjadi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal atau faktor predisposisi lainnya
  • Gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, sakit perut
  • Peningkatan bilirubin dan enzim-enzim yang berhubungan dengan hati, peningkatan kadar urea dan kreatinin dalam darah, penurunan pada indeks hematologik, sakit kepala, rasa lelah dan reaksi neurologik yang ringan dan reversibel

Interaksi Obat Clinovir

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Clinovir antara lain:


Probenecid meningkatkan waktu paruh rata-rata acyclovir dan daerah di bawah kurva konsentrasi plasma.

Dosis DAN CARA PEMBERIAN
Dosis pada orang dewasa
Untuk pengobatan infeksi herpes simplex, diberikan acyclovir 5 x 200 mg/hari dengan selang waktu 4 jam (dosis malam hari ditiadakan).

Pengobatan diberikan selama 5 hari, tetapi untuk infeksi inisial yang berat, lama pengobatan dapat diperpanjang. Pengobatan harus dilakukan sedini mungkin, setelah timbulnya infeksi. Untuk episode rekurensi sebaiknya diberikan pada periode prodromal atau pada awal timbulnya lesi.

Untuk menekan infeksi Herpes simplex pada penderita dengan immune competent diberikan acyclovir 4 x 200 mg/hari dengan selang waktu 6 jam. Kebanyakan penderita lebih menyukai pemberian acyclovir 2 x 400 mg/hari dengan selang waktu 12 jam. Pengobatan harus dihentikan secara periodik dengan selang waktu 6 –
12 bulan, untuk mengamati kemungkinan terjadinya perubahan riwayat penyakit alamiah.

Pada penderita immune compromised yang berat (misalnya setelah transplantasi sumsum tulang) atau pada penderita dengan gangguan absorpsi, dosis dapat dilipatgandakan menjadi 400 mg, Lama pemberian profilaktik ditentukan berdasarkan lamanya periode resiko tertular penyakit.

Untuk pengobatan infeksi Herpes zoster diberikan acyclovir 5 x 800 mg/hari dengan selang waktu 4 jam (dosis malam hari ditiadakan), Pengobatan diberikan selama 7 hari.
Pengobatan harus dilakukan sedini mungkin setelah timbulnya infeksi. Hasil pengobatan akan lebih baik bila pengobatan diberikan segera setelah timbul warna kulit.

Dosis pada anak-anak
Untuk pengobatan infeksi Herpes simplex dan untuk pencegahan infeksi Herpes simplex pada penderita immune compromised.
Anak-anak:

  • Usia diatas 2 tahun diberikan acyclovir dengan dosis dewasa
  • Usia dibawah 2 tahun diberikan acyclovir 1/2 dosis dewasa

Tidak tersedia data supresi infeksi Herpes simplex pada anak-anak immune competent.
Tidak ada data tentang supresi infeksi Herpes simplex atau pengobatan infeksi Herpes zoster pada anak-anak immune competent.
Dosis pada penderita lanjut usia
Dosis acyclovir pada penderita lanjut usia dengan gangguan fungsi ginjal harus dikurangi.

Dosis pada penderita gangguan ginjal
Untuk penderita Herpes simplex dengan gangguan fungsi ginjal yang berat (creatinine clearance lebih kecil dari 10 ml/menit) dianjurkan penyesuaian dosis acyclovir menjadi 2 x 200 mg/hari dengan selang waktu 12 jam.
Pada penanganan infeksi Herpes zoster, dianjurkan penyesuaian dosis menjadi:

  • 2 x 800 mg/hari dengan selang waktu 12 jam untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal yang berat (creatinine clearance lebih kecil dari 10 ml/menit)
  • 3 x 800 mg/hari dengan selang waktu 8 jam untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal yang moderat (creatinine clearance 10 – 25 ml/menit)

Izin, Kemasan & Sediaan Clinovir


CLlNOVIR®  200
Dus berisi 3 blister @ 10 tablet
No. Reg. DKL9321614310A1

CLlNOVIR®  400
Dus berisi 3 [email protected] 10 tablet
No. Reg. DKL9321614310B1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Simpan di tempat kering dengan temperatur tidak lebih dari 25 °C.

Diproduksi oleh:
PHAROS
Jakarta – Indonesia

Pharos merupakan suatu perusahaan farmasi besar di Indonesia yang didirikan pada 30 September 1971 oleh Drs. Eddie Lembong Apt. Nama Pharos sendiri diambil dari nama suatu mercusuar di Alexandria, Mesir. Perusahaan ini bergerak di banyak lini usaha sehingga membentuk sekira 17 perusahaan yang masing-masing perusahaan berfokus pada lini usahanya masing-masing. Semua perusahaan itu bergabung dalam suatu group usaha bernama Pharos Group. Beberapa perusahaan itu seperti Faratu Medika Laboratories (industri kosmetik), Century Franchisindo Utama (franchise apotek Century), Nutrindo Jaya Abadi (marketing produk farmasi), dan lain-lain.

Pharos memiliki banyak produk terkenal dan jangkauan pemasarannya telah meluas hingga ke negara-negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Vietnam, Malaysia, Filipina, bahkan fasilitas produknya selain di Indonesia juga telah ada di Singapura dan Vietnam. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan juga sertifikat ISO 9001/2000.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *