Clinium Gel

By | Juni 10, 2021 |

CLINIUM 1% GEL

Kandungan dan Komposisi Clinium Gel

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Clinium Gel adalah: :
Tiap gram gel mengandung :
Clindamycin phosphate setara dengan Clindamycin 10 mg

KHASIAT :
Clindamycin phosphate akan mengalami hidrolisis membentuk Clindamycin aktif yang memiliki efek antibakteri. Secara in-vitro aktif terhadap Propionibacterium acnes. Jumlah asam lemak bebas di asam kulit akan turun dari 14% menjadi 2% setelah penggunaan Clindamycin.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Clinium Gel

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Clinium Gel adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
Untuk pengobatan acne vulgaris.

Kontra Indikasi :
– Pendrita yang hipersensitif terhadap Clindamycin
– Penderita dengan riwayat eriteritis regional atau colitis ulceratif.
– Penderita dengan riwayat colitis yang disebabkan pemakaian antibiotik

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Clinium Gel Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Clinium Gel?

Jika Anda lupa menggunakan Clinium Gel, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Clinium Gel Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Clinium Gel?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Clinium Gel yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Clinium Gel

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Clinium Gel yang mungkin terjadi adalah:

:
Rasa panas, gatal, kulit kering, erythema, kulit berminyak, mengelupas, iritasi kulit, foliculitif Gram-negatif, gangguan saluran pencernaan dan sakit perut.

PERINGATAN & Perhatian :
– Clindamycin topikal dapat diabsorbsi pada permukaan kulit. Sehingga sama seperti penggunaan oral, hentikan pemberian jika terjadi diare.
– Hati-hati pemberian pada pemberian atopik.
– Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui, hanya diberikan jika benar-benar diperlukan.
– Keamanan dan efektifitas pemakaian pada anak-anak dibawah 12 tahun belum ditetapkan.

INTERAKSI OBAT :
– Clindamycin gel memiliki sifat penghamabatan neuromuskular sehingga dapat meningkatkan, memperpanjang efek obat pengahmbat neuromuskular. Karena itu hati-hati pada pasien yang diberikan obat ini secara bersamaan.
– In-vitro menunjukkan adanya antagonis antara Clindamycin dengan Erithromicyn. Karena kemungkinaan bermakna secara klinis, kedua obat ini tidk boleh diberikan secara bersamaan.

ATURAN PAKAI :
Oleskan tipis pada daerah yang sakit 2 kali sehari.

Kemasan dan Sediaan Clinium Gel

& NO REG. :
Tube 15 gr, DKL 0217618128A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN DI BAWAH SUHU 30 DERAJAT C
TERLINDUNG DARI CAHAYA

Diproduksi oleh :
Interbat

Harga Clinium Gel

Rp 26.000

Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *