Clamixin

By | Juni 8, 2021 |

Produsen Clamixin

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Clamixin:

Otto

Kandungan dan Komposisi Clamixin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Clamixin adalah:

Per tab Amoxicillin 500 mg, clavulanic acid 125 mg. Per 5 mL sir Amoxicillin 125 mg, clavulanic acid 31.25 mg. Per 5 mL sir forte Amoxicillin 250 mg, clavulanic acid 62.5 mg.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Clamixin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Clamixin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Infeksi saluran napas atas & bwh, infeksi saluran kemih & kelamin, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi tulang & sendi, serta infeksi lainnya seperti abortus septik, sepsis intra abdominal.

Dosis dan Aturan Pakai Clamixin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Clamixin:

Dws Infeksi ringan s/d sedang 500/125 mg 2 atau 3 x/hari. Infeksi berat 1-2 x 500/125 mg 3 x/hari. Anak  ≤12 thn Infeksi kulit & jaringan lunak & tonsilitis rekuren 20/5-40/10 mg/kg BB/hari. Otitis media, sinusitis, infeksi saluran napas bwh, & ISK 40/10-60/15 mg/kg BB/hari. Dosis hrs diberikan 3 x/hari.

Pemberian Obat Clamixin

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Kontraindikasi Clamixin

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Clamixin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitif terhadap penicillin. Neonatus yang lahir dr ibu hipersensitif terhadap penicillin atau derivatnya. Riwayat ikterus kolestatik (ggn fungsi hati).

Perhatian Penggunaan Clamixin

Gggn hati berat, gangguan ginjal sedang hingga berat. Hindari penggunaan jangka lama. Hamil & laktasi.

Efek Samping yang Mungkin Timbul

Diare, mual, muntah, gangguan GI, kolitis pseudomembran, kandidiasis, hepatitis, ikterus kolestatik, urtikaria, ruam eritematosus, eritema multiformis, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik, dermatitis eksfoliatif, agnioedema, anafilaksis, nefritis interstisial, leukopenia sementara, trombositopenia, & anemia hemolitik.

Interaksi Obat Clamixin

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Clamixin antara lain:

Menurunkan efektivitas kontrasepsi oral; pada penggunaan bersama dengan antikoagulan akan memperpanjang waktu perdarahan & waktu pembekuan darah.

Kategori Keamanan Penggunaan Clamixin Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Clamixin untuk digunakan oleh wanita hamil:

B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Bentuk Sediaan

Kemasan dan Sediaan Clamixin

/Harga

Clamixin dry syrup

60 mL x 1’s (Rp45,000/botol)

Clamixin Forte dry syrup

60 mL x 1’s (Rp70,000/botol)

Clamixin tab

5 × 6’s (Rp300,000/boks)

Otto Pharmaceutical merupakan suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1963 di kota Bandung, Jawa Barat. Pada tahun 1981, perusahaan ini diakuisisi oleh Mensa (Menjangan Sakti Group) sekaligus menjadi perusahaan farmasi pertama dalam lini perusahaan Mensa Group.

Pada tahun 1991, Otto Pharmaceutical berhasil mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Kemudian pada Juni 2005 perusahaan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari RWTUV GmbH Jerman sebagai pengakuan atas standar manajemen kualitas yang diterapkan dalam perusahaan.

Otto Pharmaceutical memiliki area produksi seluas dua hektar yang digunakan untuk memproduksi produk betalaktam dan non-betalaktam serta sefalosporin. Fasilitas itu dilengkapi dengan gudang penyimpanan, riset and development, quality control, dan sebagainya. Perusahaan ini memiliki total karyawan sebanyak 600 orang dengan cakupan pemasaran produk tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun 2015, Otto Pharmaceutical bersama CKD Pharma (perusahaan asal Korea Selatan) membuat suatu perusahaan joint venture bernama PT CKD Otto Pharma untuk memproduksi obat-obatan onkologi dan telah selesai membangun area fasilitas produksi obat kanker yang sesuai dengan standar Eropa (EU-GMP) yang produknya selain dapat dipasarkan di Indonesia juga dapat diekspor ke mancanegara. Fasilitas produksi baru ini mencakup area seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi $ 30 juta dengan total kapasitas produksi 1,6 juta vial per tahun. Beberapa obat yang diproduksi seperti Oxaliplatin, Gemcitabine dan Docetaxel. Produk obat anti-kanker yang diproduksi telah mandapatkan sertifikat halal dari MUI

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *