Cisapride

By | Januari 13, 2021 | Farmasi-id.com > Health > Cisapride

Kandungan dan Komposisi Cisapride

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Cisapride adalah:

Tiap tablet mengandung:
Cisapride 5 mg

Cara kerja obat

Cisapride merupakan antagonis reseptor serotonin yang menstimulasi motilitas saluran cerna dengan cara meningkatkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah dan meningkatkan bersihan asam esofagus.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Cisapride

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Cisapride adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Dewasa:

Mengatasi gangguan motilitas saluran cerna, khususnya gastroparesis.

Refluks esofagitis.

Anak-anak:
Gastroesophageal reflux yang berat, apabila terapi lain tidak berhasil.

Kontraindikasi Cisapride

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Cisapride dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Pasien hipersensitif atau intoleransi terhadap cisapride
  • Pasien dengan penyakit organik seperti perdarahan lambung atau usus, obstruksi mekanik atau perforasi
  • Penggunaan bersama dengan obat lain yang dapat menginhibisi enzim cytochrome P450 3A4 yang memetabolisme cisapride seperti antifungi azole (fluconazole, miconazole, itraconazole, ketoconazole), antibiotik makrolida (erythromycin, clarithromycin), HIV protease inhibitor (indinavir, ritonavir), nefazodone
  • Penggunaan bersama dengan obat yang dapat memperpanjang interval QT dan meningkatkan risiko aritmia, seperti antiaritmia (kelas IA seperti quinidine dan procainamide; kelas III seperti sotalol), antidepresan trisiklik (amitriptyline), antidepresan tetrasiklik (maprotiline), antipsikotik (phenothiazine), astemizole, sparfloxacin

Dosis dan Aturan Pakai Cisapride

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cisapride:

Dewasa:

Dosis awal: 5 mg, 3-4 kali sehari.
Dosis dapat ditingkatkan sampai maksimum 40 mg/hari, dalam 3-4 kali pemberian.

Anak-anak:

Dosis awal: 0,2 mg/kg BB, 3-4 kali sehari.
Dosis dapat ditingkatkan sampai maksimum 0,8 mg/kg BB/hari dan tidak melebihi 20 mg/hari.
Dosis untuk anak sebaiknya tidak melebihi 5 mg setiap kali minum.

Untuk gangguan hati atau ginjal: dosis dikurangi menjadi 1/2 kali dosis harian yang direkomendasikan. Obat diminum 15 menit sebelum makan dan ketika akan tidur malam. Setiap 2 minggu pemakaian dilakukan evaluasi oleh dokter.

Peringatan dan perhatian

  • Lihat kotak peringatan
  • Setiap 2 minggu pemakaian harus dilakukan evaluasi oleh dokter
  • Pasien dengan atau yang diduga mempunyai faktor risiko aritmia jantung berikut ini, sebaiknya dievaluasi secara hati-hati sebelum menggunakan cisapride:

Riwayat penyakit jantung termasuk ventricular arrythmia yang serius, atrioventricular block (derajat II atau III), sinus node dysfunction, gagal jantung kongestif, penyakit jantung iskemik.
Riwayat keluarga yang mengalami kematian mendadak (sudden death).
Gangguan ginjal, terutama dialisis kronis.
Penyakit obstruksi paru kronik dan gangguan pernapasan.
Faktor risiko untuk gangguan elektrolit, seperti pada pasien yang menggunakan diuretik hemat kalium, yang dikaitkan dengan pemberian insulin pada keadaan akut atau pasien dengan muntah dan/atau diare yang persisten.

  • Pada pasien seperti ini harus dilakukan EKG, pemeriksaan elektrolit serum (kalium dan magnesium) dan fungsi ginjal, sebagai bagian dari evaluasinya. Cisapride sebaiknya hanya digunakan dibawah pengawasan dokter, dimana harus dipertimbangkan risiko terhadap manfaat yang diperoleh
  • Hati-hati pada pasien dimana peningkatan motilitas gastrointestinal dapat membahayakan
  • Sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan, pertimbangkan manfaat dibandingkan risiko terhadap janin
  • Walaupun cisapride diekskresikan didalam ASI dengan jumlah kecil, sebaiknya ibu tidak menyusui bayi ketika menggunakan obat ini

Efek samping

  • Pusing, muntah, faringitis, nyeri dada, lelah, nyeri punggung, depresi, dehidrasi dan mialgia
  • Dapat terjadi kram abdominal, borborigmus dan diare
  • Hipersensitivitas: ruam, pruritus, urtikaria, angioedema, bronkospasme
  • Pada kasus yang jarang, telah dilaporkan abnormalitas fungsi hati dengan atau tanpa kolestasis, hiperprolaktinemia yang menyebabkan ginekomastia dan galaktorea (<0,1%), convulsive seizure, efek ekstrapiramidal
  • Pernah dilaporkan: sinus tachycardia arrythmia, termasuk ventricular tachycardia, ventricular fibrillation dan perpanjangan QT (lihat Peringatan dan perhatian)

Interaksi obat

  • Penggunaan cisapride bersama dengan obat lain yang dapat menginhibisi enzim cytochrome P450 3A4 yang memetabolisme cisapride, seperti antifungi azole (fluconazole, miconazole, itraconazole, ketoconazole), antibiotik makrolida (erythromycin, clarithromycin), HIV protease inhibitor (indinavir, ritonavir), nefazodone, dapat meningkatkan kadar cisapride dalam darah. (lihat Kontraindikasi)
  • Penggunaan cisapride bersama dengan obat antiaritmia (kelas IA seperti quinidine dan procainamide; kelas III seperti sotalol), antidepresan trisiklik (amitriptyline), antidepresan tetrasiklik (maprotiline), antipsikotik (phenothiazine), astemizole, sparfloxacin dapat meningkatkan risiko aritmia dan memperpanjang interval QT. (lihat Kontraindikasi)
  • Pasien yang mendapat obat antikoagulan, waktu koagulasi dapat meningkat. Untuk itu dianjurkan untuk mengukur waktu koagulasi selama beberapa hari setelah dimulai atau berhenti pengobatan dengan cisapride dan menyesuaikan dosis antikoagulan jika perlu
  • Absorpsi cimetidine, ranitidine dapat dipercepat bila diberikan bersamaan dengan cisapride. Pemberian cimetidine bersamaan dengan cisapride juga akan meningkatkan kadar puncak plasma dan biovailabilitas cisapride
  • Pemberian bersama dengan antikolinergik akan mengantagonis efek cisapride terhadap motilitas saluran cerna

Overdosis

Gejala overdosis seperti tremor, konvulsi, dispnea, kehilangan gerakan ke kanan, katalepsi, katatonia dan diare dapat dilakukan pengobatan dengan cara pengosongan lambung atau arang aktif.

Kemasan dan Sediaan Cisapride

dan nomor registrasi

Kotak, 10 blister @ 10 tablet, DKL

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30ºC, TERLINDUNG DARI CAHAYA

Diproduksi oleh

PT Dexa Medica
Jl. Jenderal Bambang Utoyo 138
Palembang-Indonesia


Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *