Ceremax

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Vasodilator Perifer & Aktivator Serebral > Ceremax

By | 15/01/2015

Komposisi:

Nimodipine 0,2 mg.


Bentuk Sediaan:

Cairan infus 50 mL.


Farmakologi:

Sebagai penyekat saluran kalsium. Mekanisme kerja pasti belum diketahui. Menghambat kontraksi otot polos vaskular, terutama pada arteri serebral. Pada studi klinis Nimodipine menunjukan efek yang menguntungkan terhadap defisit neurologis yang disebabkan oleh vasospasme serebral akibat SAH.

Pada pemberian oral, kadar puncak terkapsulai dalam waktu 1 jam, t1/2 1-2 jam (pada awal pemberian, t1/2 = 1-2 jam, sedangkan t1/2 akhir = 8-9 jam). 95% terikat dengan protein plasma. Bioavabilitas melalui pemberian oral = 13% (-68% konsentrasi plasma pada pemberian setelah makan pagi dan -38% bioavabilitas, jika dibandingkan dengan pemberian tanpa makanan) T1/2 : 12 – 15 jam

 

Indikasi:

Profilaksis dan pengobatan defisit neurologik iskemik karena vasospasme serebral setelah perdarahan subarakhnoid (SAH)


Dosis:
Pada awal pengobatan:
1 mg Nimodipine (=5 ml cairan infus Nimodipine)/jam (sekitar 15 mg/kgBB/jam). Jika ditoleransi dengan baik dan tidak ada penurunan tekanan darah, dosis ditingkatkan setelah 2 jam menjadi 2 mg Nimodipine (=10ml cairan infus)/jam (sekitar 30mg/kg BB/jam).
Berat badan < 70 kg atau yang mempunyai tekan darah yang labil, mulai dari 0,5 mg (=2,5ml cairan infus)/jam. Jika terlihat gejala intoleransi, segera kurangi dosis atau dihentikan. Pada kasus gangguan ginjal atau gangguan fungsi hepar yang berat, khususnya sirosis hati, efektifitas dan efek samping obat menjadi lebih nyata. Pada beberap kasus, dosis perlu diturunkan dan dilakukan pengamatan tekanan darah dan  ECG.
– Instalasi Intrasternal: 20 ml larutan Nimodipine.
1 ml cairan infus Nimodipine dan 19 ml larutan ringer, penambahan ini harus digunakan sesegera mungkin. selama pembedahan, cairan encer Nimodipin yang baru saja dibuat dipanaskan sesuai dengan suhu tubuh dan harus segera digunakan.
– Infus i.v terus-menerus:
Diberikan bersama cairan infus lain dan darah dimasukan melalui kateter sentral dengan pompa infus di bypass. disarankan menggunakan 1000 ml cairan infus lain yang cocok. pemakaian sebaiknya diteruskan selama anastesi, pembedahan dan angiografi. Hanya gunakan pompa infus dengan polyethylene (PE) infusion tubing.
– Lama pemakaian:
Pemakaian profilaksis I.V. sebaiknya dimulai tidak lebih dari 4 hari setelah perdarahan dan diteruskan selama resiko maksimum vasospasme, misalnya sampai 10-14 hari setelah SAH.
Setelah I.V. selesai diteruskan dengan pemakaian Nimodipine oral 6×60 mg/hari dengan interval 4 jam selama 7 hari.
– Pemakaian terapeutik:
Jika gangguan neurologik iskemik akibat vasospasme setelah SAH sudah terjadi, mulai terapi secepatnya dan teruskan minimal selama 5 hari  dan maksimal 14 hari. Setelah itu sarankan penggunaaan oral 6×60 mg/hari dengan interval setiap 4 jam selama 7 hari. setelah operasi sumber pendarahan Nimodipine harus diteruskan selama paling tidak 15 hari.

 

Kontra Indikasi:

Hipersensitivitas.


Peringatan dan Perhatian:
Tekanan darah : hipotensi, kolaps kardiovaskular, henti jantung. Penyakit hati dan ginjal.
– Hindari penggunaan dibawah sinar matahari langsung.
– Hindari pemberian bersama dengan antagonis kalsium lain perlu dihindari.
– Wanita hamil, menyusui dan anak-anak sebaiknya jangan menggunakan obat ini.
– Hati-hati pada pasien geriatri, karena penurunan fungsi ginjal, hati atau jantung dan penyakit yang menyertainya.


Efek Samping:

Penurunan tekanan darah, diare, ruam, sakit kepala, mual, nyeri otot, hepatitis, gatal-gatal, perdarahan saluran cerna, trombositopenia, anemia, palpitasi, muntah, flushing, pusing, vasospasme rebound, ikterus, hipertensi,trombosis vena dalam, dapat mencetuskan gagal jantung pada pasien yang rentan  dan mengganggu konduksi a-v.