Campto

Farmasi-id.com > Antineoplastik > Campto

By | 07/05/2016

Kandungan dan Komposisi Campto

Irinotecan HCl trihydrate

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Terapi untuk pasien kanker kolorektal stadium lanjut.

Dosis dan Aturan Pakai

Untuk Monoterapi (untuk pasien yang sudah pernah diterapi) : 350 mg/m2 secara infus Intra Vena selama 30-90 menit tiap 3 minggu. Untuk terapi kombinasi (untuk pasien yang belum pernah diterapi sebelumnya) : 180 mg/m2 secara infus Intra Vena selama 30-90 menit tiap 2 minggu, diikuti dengan infus asam folinat dan 5-fluorourasil.

Kontra Indikasi

Penyakit inflamasi usus besar kronis dan atau obstruksi usus besar; hamil, laktasi; bilirubin lebih dari 3x dari batas atas normal, kegagalan sumsum tulang yang berat, status kondisi menurut WHO lebih dari 2.

Perhatian

Pasien yang dirawat radioterapi abdomen/pelvis sebelumnya. Pasien dengan hiperlekositosis dan status kondisi menurut WHO lebih dari 2 mengalami peningkatan risiko diare. Monitor jumlah sel darah merah lengkap tiap minggu. Lakukan tes fungsi hati sebelum dan pada permulaan terapi. Hati-hati untuk pasien asma. Gunakan kontrasepsi selama dan sampai dengan 3 minggu setelah penghentian terapi. Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Hamil dan laktasi.

Efek Samping

Diare, demam, neutropenia, anemia, trombositopenia, mual, muntah, sindorma kolinergik akut sementara, dispnea, kram otot, parestesia, astenia, alopesia, konstipasi, dehidrasi, anoreksia, reaksi kulit, nyeri perut, mukositis, alergi dan reaksi pada tempat infus.

Interaksi Obat

Dapat memperpanjang efek hambatan neuromuskular dari suksamentonium. Dapat bersifat antagonis dengan efek blokade neuromuskular dari obat non depolarisasi.

Kemasan dan Sediaan

DUS, 1 VIAL @ 2 ML, INFUS 20 MG/ML

DUS, 1 VIAL @ 5 ML, INFUS 20 MG/ML

Izin BPOM

DKI0955901349A1

Produsen

Pfizer

Sekilas tentang antineoplastik
Antineoplastik adalah obat yang mencegah, membunuh, atau menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.
Sekilas Tentang Pfizer
Pfizer merupakan perusahaan farmasi besar asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Charles Pfizer dan sepupunya, Charles F. Erhart. Perusahaan ini memiliki kantor pusat di Manhattan, New York, Amerika Serikat. Awalnya Pfizer memproduksi produk santonin, suatu produk antiparasit yang dihasilkan dari asam sitrat. Produk tersebut sukses dipasaran dan seiring dengan kesuksesan ini, Pfizer lantas memperluas area produksinya dengan membeli tanah dan bangunan di sekitar Harrison Avenue dan Bartlett Street. Area tersebut digunakan sebagai lokasi produksi dan laboratorium.

Tingkat penjualan perusahaan semakin meninggkat sehingga ditahun 1906, angka penjualan mencapai 3,4 juta dollar. Perang Dunia I membuat Pfizer harus memutar otak untuk mencari suplier kalsium sitrat sebagai bahan baku asam sitrat yang biasanya diimpor dari Italia. Ilmuwan di laboratorium Pfizer kemudian melakukan serangkaian penelitian dan uji coba dan mereka menemukan bahwa ada suatu jenis jamur dapat memfermentasi gula menjadi asam sitrat, kemudian mereka mengkomersialisasikan penemuan itu dan menjadikannya sebagai bahan baku pembuatan asam sitrat mulai tahun 1919. Karena keberhasilan itulah maka, ilmuwan Pfizer melakukan penelitian lebih lanjut mengenai teknik fermentasi.

Selama Perang Dunia II, permintaan penisilin meningkat dan teknik fermentasi yang dikembangkan ilmuwan Pfizer digunakan untuk produksi masal penisilin untuk perawatan luka para tentara akibat perang. Harga penislin mengalami penurunan pada 1940 dan perusahaan mencari jenis antibiotik baru yang bisa menghasilkan keuntungan lebih banyak. Mereka kemudian menemukan oxytetracycline pada 1950 yang diberi nama brand Terramycin. Sejak saat itulah, Pfizer mulai masuk dalam industri farmasi berbasis riset. Perusahaan ini kemudian membuka cabangnya di berbagai negara seperti Belgia, Brazil, Canada, Kuba, Inggris, dan negara lainnya. Di tahun 1980 mereka meluncurkan produk piroxicam yang diberi nama brand Feldene. Beberapa produk terkenal yang dikembangkan dipasarkan oleh Pfizer antara lain Zoloft, Lipitor, Norvasc, Zithromax, Aricept, Diflucan, dan lain-lain.

Pada periode tahun 2000 hingga 2010, Pfizer melakukan serangkaian proses merger dan akuisisi. Proses merger dilakukan dengan Warner-Lambert (perusahaan farmasi Amerika Serikat), Pharmacia (perusahaan farmasi gabungan Swedia-Amerika Serikat), dan Wyeth (perusahaan farmasi Amerika Serikat). Di tahun 2003, Pfizer mengakuisisi Espiron Therapeutics, dilanjutkan dengan akuisisi Meridica, Vicuron Pharmaceutical, Angiosyn, dan beberapa perusahaan lainnya.

Pada 2006, Pfizer menjual divisi produk OTC-nya pada Johnson & Johnson. Produk OTC yang dihasilkan oleh divisi ini seperti Listerine, Nicorette, Visine, dan lain-lain. Diakhir tahun 2018, Pfizer mengumumkan bahwa mereka berencana melakukan merger dengan GlaxoSmithKline, khusus pada divisi produk Consumer Health.

Di Indonesia, Pfizer membuka cabang perusahaannya dengan nama PT. Pfizer Indonesia dan kantor pusatnya ada di Wisma GKBI, lantai 10, Jakarta.