Biosave

Farmasi-id.com > Vaksin Antiserum & Imunologikal > Vaksin Gigitan Ular Berbisa > Biosave

By | 31/08/2016

Komposisi

Per mL Agkistrodon rhodostoma ≥10 LD50, Bungarus fasciatus ≥25 LD50, Naja sputatrix ≥25 LD50, phenol 2.5 mg.

Indikasi

Pengobatan terhadap gigitan ular berbisa jenis Agkistrodon rhodostoma (ular tanah), Bungarus fasciatus (ular belang), Naja sputatrix (ular kobra).

Dosis

Tergantung tingkat keparahan. Infus Dosis pertama 2% v/v dg kecepatan 40-80 tetes/mnt, lalu ulangi pemberian dosis ssdh 6 jam. Bila perlu, dosis dpt diberikan tiap 24 jam hingga maks 0-100 mL. Anak Sama dg dosis dws.

Kontra Indikasi

Hipersensitif thd antiserum kuda.

Perhatian

Lakukan uji kepekaan sblm terapi. Tdk efektif utk gigitan ular yg terdapat di Indonesia bagian timur. Dpt diberikan pd pasien dg riwayat asma berat yg menunjukkan gejala-gejala toksisitas sistemik.

Efek Samping

Syok anafilaksis; serum sickness; demam disertai menggigil, nyeri pd tempat inj ssdh pemberian inj antiserum dosis tinggi.

Kemasan dan Sediaan

Biosave (Snake Anti Venom/Abu Polivalen I) soln for inj/infusion, 5 mL x 10 × 1’s (Rp591,250/vial)

Izin BPOM

DKL1102906543A1

Produsen

Bio Farma

Sekilas Tentang Vaksin

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.