Apa Kandungan dan Komposisi Bioderma Atoderm Intensive Baume?
Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.
Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Bioderma Atoderm Intensive Baume adalah:Glycerin, mineral oil, Helianthus annuus (sunflower) seed oil, behenyl alcohol, sucrose stearate, canola oil, hydroxyethyl acrylate/Na acryloyldimethyl taurate copolymer, citric acid, pentylene glycol, beta-sitosterol, xylitol, Zn gluconate, acrylates/C10-30 alkyl acrylate crosspolymer, palmitamide MEA, 1,2-hexanediol, caprylyl glycol, diNa EDTA, Na hydroxide, rhamnose, Na lauroyl lactylate, polysorbate 60, sorbitan isostearate, tocopherol, phytosphingosine, ceramide NP, mannitol, ethylhexyl-glycerin, ceramide AP, cholesterol, carbomer, xanthan gum, ceramide EOP.
Na hydroxide (natrium hydroxide (sodium hidroksida)) atau dikenal juga dengan sebutan soda kaustik atau alkali merupakan suatu zat anorganik, mudah terlarut, bersifat basa kuat. Zat ini biasa digunakan dalam berbagai macam produk seperti sabun, skin care, deterjen, kertas, makanan, dan sebagainya. Tentunya berbeda produk juga berbeda pula bentuk pengaplikasian zat ini dan bukan berarti natrium hydroxide yang digunakan dalam produk kosmetik dan skin care sama persis dengan yang digunakan dalam produksi makanan, kertas dan sabun. Berbeda produk, berbeda pula bentuk, kekuatan, dan pengaplikasian natrium hydroxidenya.
Natrium hydroxide yang digunakan dalam produksi detergen dan produk pembersih perabotan merupakan natrium hydroxide yang bersifat agresif seperti surfaktan dan penghilang karat. Pada produk pembersih perabotan dan pipa, natrium hydroxida agresif digunakan untuk membersihkan atau melarutkan minyak, lemak, dan endapan lainnya yang berbasis protein.
Pada produk makanan seperti buah-buahan, bentuk natrium hydroxide khusus makanan digunakan untuk mencuci dan merendam buah. Tujuannya agar buah tetap segar dan biasanya buah zaitu dilakukan perendaman dengan larutan zat ini untuk membuatnya lunak. Pada pembuatan produk makanan pretzels dan iye rolls sebelum dimasak maka dilaposi dengan natrium hydroxide untuk membuatnya memiliki tekstur padat dan renyah. Pada pembuatan mie Cina, natrium hydroxide digunakan untuk memberi warna kuning. Zat ini juga digunakan dalam pengolahan cokelat, kakao, es krim, dan minuman ringan. Namun dalam jumlah kecil dan sudah dalam bentuk yang aman dan khusus untuk produk makanan.
Pada produk kosmetik dan sabun, natrium hydroxide digunakan sebagai agen pengatur keasamaan (pH) bahan dengan menetralkan ion hidrogen dan merubahnya menjadi air sehingga meningkatkan pH produk. Jika pH tidak dijaga maka akan berbahaya bagi kulit dan menimbulkan iritasi dan rasa panas terbakar. Keasaman atau pH sebaiknya tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi agar kulit kita tetap aman. Sebagai informasi sabun yang biasa kita pakai untuk mandi memiliki pH 9-10 dan untuk menjaga tingkat pH, diperlukan suatu agen pengatur pH yang salah satunya adalah natrium hydroxide.
Xanthan gum adalah suatu zat dengan komponen mirip gula yang terbuat dari hasil fermentasi gula dengan bakteri yang disebut dengan Xanthomonas campestris. Saat menjalani proses fermentasi, gula dan bakteri akan menghasilkan substansi yang kemudian dibuat menjadi padatan dengan tambahan bahan tertentu yang kemudian dirubah bentuknya menjadi serbuk. Xanthan gum digunakan sebagai bahan tambahan pada produk obat dan makanan yang berguna untuk menurunkan kadar gula darah dan kolesterol terlebih bila dikonsumsi oleh penderita diabetes. Selain itu xanthan gum juga mampu bertindak sebagai laksatif atau pencahar yang bekerja dengan merangsang saluran pencernaan untuk mendorong tinja. Terkadang xanthan gum digunakan sebagai pengganti saliva pada orang yang menderita mulut kering atau sindrom Sjogren's.
Zat ini sering digunakan dalam produk-produk seperti pasta gigi, makanan, dan obat sebagai agen penstabil sebab saat ditambahkan ke dalam produk cair, ia akan cepat menyebar dan membuat produk cair menjadi larutan kental dan stabil.
Penggunaan produk-produk yang mengandung xanthan gum pada penderita diabetes yang menggunakan atau mengonsumsi obat penurun kadar gula darah sebaiknya dihindari sebab dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi terlalu rendah. Belum ada informasi yang memadai mengenai keamanan penggunaan xanthan gum pada wanita hamil dan menyusui.
Xanthan gum pertama kali ditemukan oleh Allene Rosalind Jeanes, seorang ahli kimia Amerika Serikat yang kemudian pada tahun 1060-an oleh CP Kelco dijual dengan nama Kelzan. Pada 1968 FDA menyetujui xanthan gum untuk digunakan dalam produk makanan.
Gliserin adalah gula alkohol yang dihasilkan dari hewan, tumbuhan, dan minyak. Jika yang tercantum adalah vegetable glycerin, maka yang dimaksud adalah gliserin yang dihasilkan dari minyak tumbuhan.
Vegetable glycerin (gliserin nabati) dibuat dengan memanaskan lemak nabati yag kaya akan trigliserida seperti kelapa sawit, kedelai, dan minyak kelapa pada tekanan atau bersama dengan alkali sehingga akhirnya gliserin terpecah dari asam lemak dan bercampur dengan air, membentuk cairan, tidak berbau dan rasanya agak manis. Gliserin nabati banyak digunakan dalam produk makanan, farmasi, dan kosmetik. Penggunaannya digunakan untuk membantu minyak dan bahan-bahan lain yang menggunakan air bercampur, mempermanis, dan melembabkan hasil produk.
Selain itu penggunaannya juga untuk mencegah terbentuknya kristal es pada makanan beku seperti yogurt rendah lemak, es krim, dan lain-lain. Dalam industri farmasi gliserin nabati digunakan pada produksi obat jantung, supositoria, obat batuk, dan anestesi. Gliserin digunakan untuk mencegah produk seperti lotion, krim, dan salep, mengering karena sifat gliserin yang mampu memberikan kelembapan dan memberikan keawetan. Pada produk kosmetik seperti pasta gigi, gliserin digunakan untuk mencegah pasta gigi mengering atau mengeras dalam tubenya.
Berikut adalah beberapa manfaat umum gliserin:
Edetate disodium (EDTA)/edetate dinatrium (diNa EDTA) adalah suatu agen pengkelat yang berguna untuk mengeluarkan logam berat seperti timbal dan merkuri dari dalam darah. Selain itu edetate disodium (EDTA) digunakan untuk menurunkan kadar kalsium dalam darah ketika kadarnya sangat tinggi dan juga untuk mengontrol irama jantung yang disebabkan oleh obat jantung digitalis seperti digoxin dan lanoxin.
Pada perawatan kesehatan dirumah sakit, edetate disodium (EDTA) biasa diberikan melalui injeksi atau infus ke dalam vena. Ia hanya dapat diberikan oleh dokter dan atau tenaga medis profesional. Pasien penyakit jantung, gagal jantung kongestif, kelainan irama jantung, diabetes, kadar potasium rendah (hipokalemia), riwayat kejang, tumor otak, dan cedera kepala sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Pada produk kosmetik dan perawatan tubuh seperti pelembab kulit, skin care, pembersih kulit, sabun mandi, shampo, dan sebagainya, edtate disodium (EDTA) digunakan untuk mengikat ion logam dan menonaktifkannya sehingga membantu melindungi produk-produk tadi dari kerusakan, menjaga kemurnian, menjaga aroma, dan mencegah munculnya bau tak sedap dari produk.
FDA Amerika Serikat mengkategorikan keamanan edetate disodium (EDTA) untuk digunakan oleh wanita hamil masuk dalam kategori C. Belum diketahui secara jelas apakah obat ini masuk ke dalam ASI, wanita menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Rhamnose adalah gula alami hasil ekstraksi tanaman Buckthorn. Rhamnose memiliki kandungan antiinflmasi dan membuat kulit menjadi lebih lembut. Banyak perusahaan farmasi yang menggunakan bahan ini karena hasil klinis membuktikan bahwa rhamnose membuat tekstrut kulit menjadi kenyal. Afinitas alami yang ada pada rhamnose memicu fibroblast dermis papiler menjadi lebih aktif untuk memproduksi sel baru, kolagen, dan sebagainya dan pada akhirnya membuat kulit lebih kencang lebih halus, dan cerah. Hasil pada kulit akan mulai terlihat setelah pemakaian 2 minggu hingga 1 bulan.
Citric acid (asam sitrat) merupakan suatu zat yang biasanya terdapat pada buah jeruk, lemon, kiwi, strawberry, dan lain-lain. Asam sitrat memiliki manfaat antara lain:
Sumber: lemon, limau, jeruk, anggur, kiwi, apel, stroberi, pir, ceri, rasberi dan jeruk keprok dan dalam sayuran seperti kentang, kacang polong, jamur, asparagus, dan tomat.
Xylitol merupakan gula rendah kalori dengan kadar glikemik rendah. Xylitol diketahui dapat meningkatkan kesehatan gigi, mencegah infeksi telinga, dan sebagai antioksidan. Xylitol digunakan sebagai pengganti gula karena komponennya yang rendah kalori tadi. Banyak produk yang menggunakan xylitol seperti permen karet, pasta gigi, selai roti, dan sebagainya.
Xylitol sering dianggap sebagai gulanya orang diabetes dan zat ini didapat dari proses ekstraksi berbagai macam buah dan sayuran seperti jamur, buah beri, gandum, sekam jagung, dll.
Berikut ini beberapa manfaat dari xylitol:
Carbomer (karbomer) dalam kimia organik adalah molekul yang diperluas yang diperoleh dengan memasukkan unit C2 ke dalam molekul tertentu. Karbomer berbeda dari templatnya dalam ukuran tetapi tidak dalam simetri ketika setiap ikatan tunggal C–C digantikan oleh setidaknya satu ikatan alkuna dan ketika ikatan rangkap digantikan oleh ikatan alena. Ukuran karbomer akan terus meningkat ketika lebih banyak ikatan alkuna diperkenalkan dan karena alasan ini karbomer juga disebut molekul karbon dengan n jumlah gugus asetilen atau alena dalam unit ekspansi n. Konsep ini, yang dirancang oleh Remi Chauvin pada tahun 1995 bertujuan untuk memperkenalkan sifat kimia baru untuk motif kimia yang ada.
Ada dua representasi untuk karbo-benzena (ditulis sebagai turunan annulena: 1,2,4,5,7,8,I0,11,13,14,16,17-dodecadehydroannulene), satu memiliki inti aromatik dari benzena yang diperluas dan satu dengan substituen hidrogen diperluas. Turunan benzena tersubstitusi hexaethynylbenzene adalah senyawa yang dikenal, dan molekul inti yang diperluas juga ada meskipun dengan atom hidrogen digantikan oleh gugus fenil. Langkah terakhir dalam sintesis organiknya adalah oksidasi organik triol dengan stannous klorida dan asam klorida dalam dietil eter.
Spektrum NMR proton untuk senyawa ini menunjukkan bahwa proton fenil bergeser ke bawah dibandingkan dengan posisi proton dalam benzena itu sendiri (posisi pergeseran kimia untuk proton orto adalah 9,49 ppm) menunjukkan adanya arus cincin diamagnetik dan dengan demikian aromatisitas.
Karbomer total benzena dengan inti dan perifer diperluas (C30H6) hanya ada di silico .
Perhitungan memprediksi struktur planar D6h dengan panjang ikatan yang mirip dengan dua karbobenzena lainnya. Isomer non-planarnya disebut hexaethynyl-carbo-trannulena setelah permainan kata pada all-cis annulenes dan menyerupai cincin sikloheksana. Molekul hipotetis ini lebih energik 65 kkal/mol.
Arti lainnya dari carbomer
Carbomer juga merupakan nama dagang untuk polimer sintetik asam akrilat. Karbomer digunakan sebagai penstabil emulsi atau bahan pengental dalam produk kosmetik. Mereka mungkin homopolimer asam akrilat, terikat silang dengan alil eter pentaeritritol, alil eter sukrosa, atau alil eter propilena.
Mannitol adalah salah satu tipe gula alditol yang biasa digunakan sebagai pemanis dan obat. Sebagai pemanis, ia biasa digunakan pada produk-produk yang dikonsumsi oleh penderita diabetes karena ia memiliki tingkat indeks glikemik yang rendah sehingga relatif aman dan tidak meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Sebagai obat, mannitol digunakan untuk menurunkan tekanan mata pada penderita glaukoma dan menurunkan tekanan intrakranial seperti pada kasus trauma kepala. Pada dosis besar, mannitol digunakan sebagai laksatif osmotik untuk anak-anak.
Mannitol pertama kali ditemukan oleh Joseph Louis Proust, seorang ahli kimia asal Perancis pada tahun 1806.
Alkohol dalam berbagai bentuknya merupakan suatu zat yang memiliki sifat antiseptik, disinfektan, dan antidot. Alkohol memiliki banyak bentuk yang digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Pada pembahasan ini kita batasi alkohol dalam bentuk alkohol, n-butanol, dan ethanol. Alkohol dapat diaplikasikan pada kulit sebagai disinfektan kulit sebelum injeksi dan sebelum pembedahan pada operasi. Alkohol dalam bentuk ethanol (suatu komposisi kimia alkohol sederhana) secara intravena digunakan untuk perawatan toksisitas methanol atau toksisitas ethylene glycol saat fomepizole tidak tersedia. Efek toksik dari glycol dapat terkristalisasi pada ginjal dan menyebabkan efek yang sangat serius. Diperkirakan alkohol mulai digunakan sebagai antiseptik pada sekira tahun 1363 namun kemungkinan jauh lebih awal dari itu. Alkohol umumnya dihasilkan dari fermentasi ragi, gula, dan pati pada buah-buahan seperti anggur, kaktus, tebu, gandum, dan sebagainya.
Alkohol dalam bentuk n-butanol (produk minor hasil fermentasi gula) dalam jumlah kecil digunakan dalam industri makanan dan miuman sebagai pelarut dan pengaroma. Alkohol berupa ethanol (alkohol yang secara alami diproduksi oleh fermentasi gula oleh ragi) memiliki sifat memabukkan biasanya dijumpai pada produk-produk minuman keras seperti bir, wine, dan sejenisnya. Efek samping yang biasa terjadi saat seseorang mengonsumsi alkohol adalah pusing, mual, dan muntah. Alkoho dapat bersifat adiktif, menyebabkan alkoholisme, dan ketergantungan serta menimbulkan efek penarikan. Mengonsumsi alkohol dalam jangka lama dapat menyebabkan kerusakan hati kerusakan otak, dan berisiko menyebabkan kanker. Kebanyakan efek tadi ditimbulkan jika mengonsumsinya dalam dosis besar dan frekuensi sering. Namun kemungkinan efek samping itu bisa saja terjadi pada penggunaan dosis ringan dan moderat. Alkohol pada bir bekerja dengan meningkatkan efek neurotransmiter yang disebut γ-aminobutyric acid atau GABA. GABA adalah inhibitor major neurotransmiter pada otak dan dengan memfasilitasi aksinya, alkohol dapat menekan aktifitas sistem saraf pusat. Alkohol juga secara langsung berefek pada sistem neurotransmiter lainnya termasuk glutamate, glycine, acetylcholine, dan serotonin. Hasilnya akan terjadi peningkatan kadar dopamin dan opioid endogen pada otak.
Pada industri farmasi, alkohol digunakan sebagai pelarut atau media "transportasi" pada berbagai jenis obat baik obat bebas maupun obat resep. Selain itu ia juga digunakan sebagai pengawet produk farmasi.
Sumber: kuning telur, tahu, bayam, kacang tanah, kedelai, almond, alpukat, udang, labu, brokoli, dan minyak biji bunga matahari.
Xanthan gum adalah polisakarida yang digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan pengubah reologi.(Davidson bab 24) Ini diproduksi melalui proses yang melibatkan fermentasi glukosa atau sukrosa oleh bakteri Xanthomonas campestris.
Sejarah penemuan
Itu ditemukan oleh upaya penelitian ekstensif oleh Allene Rosalind Jeanes dan tim penelitinya di Departemen Pertanian Amerika Serikat, yang melibatkan penyaringan sejumlah besar biopolimer untuk kegunaan potensial mereka. Itu dibawa ke produksi komersial oleh Perusahaan Kelco dengan nama dagang Kelzan pada awal 1960-an. (Whistler hal. 486) Itu disetujui untuk digunakan dalam makanan setelah pengujian hewan ekstensif untuk toksisitas pada tahun 1969. Ini diterima sebagai aditif makanan yang aman di Amerika Serikat, Kanada dan Eropa, dengan nomor E E415.
Struktur kimia
Tulang punggung rantai polisakarida terdiri dari dua unit -D-glukosa yang dihubungkan melalui posisi 1 dan 4. Rantai samping terdiri dari dua mannose dan satu asam glukuronat, sehingga rantai terdiri dari modul berulang dari lima unit gula. Rantai samping terkait dengan setiap glukosa lain dari tulang punggung pada posisi ke-3. Sekitar setengah dari unit mannose terminal memiliki gugus asam piruvat yang dihubungkan sebagai ketal pada posisi 4 dan 6. Unit mannose lainnya memiliki gugus asetil pada 6 posisi. Dua dari rantai ini dapat disejajarkan untuk membentuk heliks ganda, memberikan konfigurasi batang yang agak kaku yang menyumbang efisiensi tinggi sebagai viscosifier air. Berat molekul xanthan bervariasi dari sekitar satu juta hingga 50 juta tergantung pada bagaimana ia disiapkan.
Polisakarida dibuat dengan menginokulasikan larutan karbohidrat dalam air steril, sumber nitrogen, di-kalium monohidrogen fosfat, dan beberapa elemen. Media diangin-anginkan dan diaduk dengan baik, dan polimer diproduksi secara ekstraseluler ke dalam media. Konsentrasi akhir xanthan yang dihasilkan adalah sekitar tiga sampai lima persen berat. Setelah fermentasi selama sekitar empat hari, polimer diendapkan dari media dengan penambahan isopropil alkohol dan dikeringkan dan digiling untuk menghasilkan bubuk yang mudah larut dalam air atau air garam.
Penggunaan
Salah satu sifat yang paling luar biasa dari xanthan gum adalah kemampuannya menghasilkan peningkatan besar dalam viskositas cairan dengan menambahkan jumlah yang sangat kecil dari gum, di urutan satu persen. Di sebagian besar makanan, digunakan pada 0,5% dan dapat digunakan dalam konsentrasi yang lebih rendah. Viskositas larutan gom xanthan menurun dengan laju geser yang lebih tinggi; ini disebut pseudoplastisitas. Ini berarti bahwa produk yang mengalami geser, baik dari pencampuran, pengocokan atau bahkan pengunyahan, akan menipis, tetapi begitu gaya geser dihilangkan, makanan akan mengental kembali. Penggunaan praktisnya adalah dalam saus salad: Permen xanthan membuatnya cukup tebal saat diam di dalam botol untuk menjaga campuran cukup homogen, tetapi gaya geser yang dihasilkan oleh pengocokan dan penuangan menipiskannya sehingga dapat dengan mudah dituangkan. Saat keluar dari botol, gaya geser dihilangkan dan mengental kembali sehingga menempel pada salad. Tidak seperti gum lainnya, gum ini sangat stabil di bawah kisaran suhu dan pH yang luas.
Dalam makanan, permen karet xanthan paling sering ditemukan dalam saus salad dan saus. Ini membantu menstabilkan minyak koloid dan komponen padat terhadap krim dengan bertindak sebagai pengemulsi. Juga digunakan dalam makanan dan minuman beku, permen karet xanthan menciptakan tekstur yang menyenangkan di banyak es krim. Pasta gigi sering mengandung xanthan gum, yang berfungsi sebagai pengikat untuk menjaga keseragaman produk. Xanthan gum juga digunakan dalam pembuatan kue bebas gluten. Karena gluten (ditemukan dalam gandum) harus dihilangkan, xanthan gum digunakan untuk memberi adonan atau adonan "kelengketan" yang seharusnya dicapai dengan gluten. Xanthan gum juga membantu mengentalkan pengganti telur komersial yang terbuat dari putih telur untuk menggantikan lemak dan pengemulsi yang ditemukan dalam kuning telur. Ini juga merupakan metode pengental cairan yang disukai bagi mereka yang memiliki gangguan menelan, karena tidak mengubah warna atau rasa makanan atau minuman.
Dalam industri minyak, xanthan gum digunakan dalam jumlah banyak, biasanya untuk mengentalkan cairan pengeboran. Cairan ini berfungsi untuk membawa padatan yang dipotong oleh mata bor kembali ke permukaan. Meluasnya penggunaan pengeboran horizontal dan permintaan untuk kontrol yang baik dari padatan yang dibor telah menyebabkan meluasnya penggunaan getah xanthan. Gum Xanthan juga telah ditambahkan ke beton yang dituangkan di bawah air, untuk meningkatkan viskositasnya dan mencegah pencucian.
Dalam kosmetik, getah xanthan digunakan untuk membuat gel air, biasanya dalam hubungannya dengan lempung bentonit. Juga digunakan dalam emulsi minyak dalam air untuk membantu menstabilkan tetesan minyak terhadap koelesensi. Ini memiliki beberapa sifat menghidrasi kulit.
Alergi
Beberapa orang alergi terhadap xanthan gum, dengan gejala keluhan usus dan diare. Pekerja yang terpapar debu karet xanthan menunjukkan iritasi hidung dan tenggorokan serta penyakit terkait pekerjaan, dengan gejala menjadi lebih umum dengan meningkatnya paparan.
Juga, karena permen karet xanthan diproduksi oleh bakteri yang diberi makan bersama jagung, maka beberapa orang alergi terhadap jagung juga akan bereaksi terhadapnya.Bioderma Atoderm Intensive Baume Obat Apa?
Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Bioderma Atoderm Intensive Baume?
Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Bioderma Atoderm Intensive Baume adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:
Untuk kulit sensitif yang sangat kering.
Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis. Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba. |
Emolien merupakan zat atau agen yang melunakkan dan menyejukkan kulit; pelunak atau penyejuk. |
Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Bioderma Atoderm Intensive Baume?
Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Bioderma Atoderm Intensive Baume:
Oleskan 1-2x/ hr pada kulit, setelah dibersihkan dengan Atoderm Intensive Gel Moussant. Dapat digunakan pada bayi baru lahir kecuali pada bayi prematur.
Bagaimana Kemasan dan Sediaan Bioderma Atoderm Intensive Baume?
Botol dengan pump 500 ml; Tube 200 ml; Tube 8 ml; Tube dalam box 75 ml
Berapa Nomor Izin BPOM Bioderma Atoderm Intensive Baume?
Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Bioderma Atoderm Intensive Baume:
NC14170105875
Berapa Harga Bioderma Atoderm Intensive Baume?
75 ml: Rp 180.000
200 ml: Rp 310.000
Apa Nama Perusahaan Produsen Bioderma Atoderm Intensive Baume?
Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Bioderma Atoderm Intensive Baume:Naos Les Laboratories – Cedex 03, France
Importir
PT Dermanesia