Baquinor Sanbe

Farmasi-id.com > Antibiotik > Baquinor Sanbe

By | 30/04/2015

BAQUINOR 250 MG TAB
Film-coated tablet , Film-coated kapsul let

KOMPOSISI :
Tablet : Tiap tablet .mengandung Siprofloksasin Hidro-klorida yang setara dengan 250 mg Siprofloksasin.
Kaplet : Tiap kaplet mengandung Siprofloksasin Hidro-klorida yang setara dengan 500 mg Siprofloksasin.

FARMAKOLOGI

BAQUINOR® adalah fluorokinolon sintetik dengan spektrum antibakteri yang luas, digunakan untuk pe-makaian oral, Efek bakterisid Siprofloksasin disebabkan oleh gang-guan terhadap enzim DNA girase.yang dibutuhkan untuk sintesa DNA bakteri. Aktivitas in vitro menunjukkan spektrum yang luas terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. BAQUINOR® tidak memberikan resistensi silang dengan antimikroba lain seperti misalnya golongan be-talaktamatau aminoglikosida. Studi in vitro menunjukkan bahwa aktivitas aditif Siprofloksasin sering ter-jadi pada kombinasi dengan antimikroba lain seperti golongan betalaktam, aminoglikosida, klindamisin atau metronidazol. BAQUINOR ®diabsorpsi dengan baik dari saluran pencernaan, setelah pemberian oral. Bioavailabilitas absolut 70% tanpa kehilangan yang berarti pada metabolisme pertama, Kadar puncak dalam serum terkapsulai antara 1 sampai 2 jam setelah pemberian. Waktu paruh eliminasi pada orang dengan fungsi gin-jal normal kira-kira 4 jam. Kira-kira 40 – 50 % dosis oral diekskresikan ke dalam urin dalam bentukyang tidak berubah. Setelah pemberian oral 250 mg, selama 2 jam pertama kadar Siprofloksasin dalam urin biasanya di atas200 mcg/mi dan Jt3P mcg/ml antara 8 – 12-jam-setetafrpembenan.

Indikasi :
BAQUINOR® diindikasikan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh strain-strain yang sensitif dari mikroorganisme pada liondisi berikut :
1     Infeksi saluran nafas bawah yang disebabkan:E coli, K. pneumoniae, E.cloacae, Pr. mirabilis, Ps. aeruginosa, H. influenzae, H. parainfluenzae.
2     Infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan:E. coli, K. pneumoniae, £ cloacae, Pr. mirabilis, Pr. vulgaris, P. stuartii, M. morganii, C. freundii, Ps. aeruginosa, Staph. aureus (strain yang menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penicillinase), Staph. epidermldis dan Sir. pyogenes.
3     Infeksi tulang dan persendianyang disebabkan: £ cloacae, S. marcescens dan Ps. aeruginosa.
4     Infeksi saluran kemih yang disebabkan:£ coli, K. pneumoniae, E. cloacae, S. marcescens. Pr. mirabilis. P. rettgeri, M. morganii, C. diversus, C. freundii, Ps. aeruginosa, Staph. epidermldis dan Str. faecalis.
5     infeksi saluran cerna yang disebabkan:E coli (strain yang enterotoksigenik), C, jejuni, S. flexneri dan S, sonnei.

Kontra Indikasi :
–     Penderita yang hipersensitif terhadap Siprofloksasin maupun kinolon lainnya.
–     Wanita hamil dan menyusui.
–     Anak-anak dan remaja sebelum akhir fase pertumbuhan.

Perhatian :
–     BAQUINOR® hanya dapat diberikan pada penderita yang diketahui atau diduga menderita ganggu-ansusunan saraf pusat, biladijamin bahwa penderita tersebut mendapat terapi anti konvulsiva yang cocok.
–     Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal di-perlukan penyesuaian dosis (lihat keterangan pada dosis).
–     Untuk menghindari terjadinya kristaluria, makatablet BAQUINOR® harus ditelan dengan cairan.
–     Pemakaian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

Efek Samping :
BAQUINOR® umumnya   dapat ditoleransi dengan baik. Beberapa keluhan yang mungkin-timbul adalah berupa:
–     Gangguan saluran pencernaan seperti mual, diare, muntah, sakit perutdispepsia.meteorismus.
–     Gangguan sistem saraf pusat seperti pusing, sakit kepala, sukartidur, halusinasi, tremor, rasa letih, ka-dang-kadang gangguan penglihatan.
–     Reaksi kulit.
–     Peningkatan sementara nilai enzim hati, terutama pada pasien yang pernah mengalami kerusakan hati.
–     Bila timbul efek samping, hubungilah dokter.

INTERAKSI OBAT :
Penyerapan tablet dipengaruhi oleh antasidayang mengandung aluminium atau magnesium hidroksida. Maka jangan diberikan kedua obat itu bersamaan, tetapi harus diberikan satu sampai dua jam sebelum atau sesudah pemberian antasida. Bila Siprofloksasin (1500 mg atau lebih sehari) diberikan bersamaan dengan teofilin, maka akan terjadi peningkatan kadar teofilin dalam plasma yang tidak diinginkan. Bila pemberian teofilin tidak dapat dihindarkan teofilin dalam plasma harus dimonitor, bila perlu dosis teofilin dikurangi. Harus dipertimbangkan kemungkinan terjadinya interaksi apabila diberikan bersama-sama dengan probenesid, klindamisin dan metronidazol.

Dosis :
–     Infeksi saluran kemih yang ringan atau sedang 250 mg, 2 kali sehari. Infeksi saluran kemih berat: 500 mg, 2 kali sehari. Infeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi yang ringan /sedang: 500 mg, 2 kpli setiari. Infeksi yang berat: 750 mg. 2 kali sehari.
–     Infeksi saluran cerna: 500 mg, 2 kali sehari.
–     Untuk mendapatkan kadar yang adekuat pada os-teomielitis akut maka pemberian tidak boleh kurang dari 750 mg, 2 kali sehari.
–     Dosis untuk penderita dengan fungsi ginjal yang ter-ganggu:
Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 mi /menit maka dosis normal yang dianjurkan harus diberikan sekali atau dikurangi separuh bila diberikan 2 kali sehari.
–     Atau menurut petunjuk dokter.

ATURAN PAKAI :
BAQUINOR® harus ditelan dengan cairan dan dapat diberikan sebelum atau sesudah makan, pemberian tablet bila lambung kosong akan mempercepat penyerapan. Lamanya pengobatan tergantung pada beratnya penyakit, maupun pada perbaikan klinis dan bakteriologis. Pada infeksi akut, lamanya pengobatan umumnya 5-10 hari. Pengobatan sebaiknya diteruskan selama paling sedikit 3 hari setelah gejala-gejala~berkurang atau hilang.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Kemasan :
BAQUINOR® film-coated tablet : Dus isi 2 strip @ 10 tablet No. Reg.:DKL9122211517Al
BAQUINOR® Forte film-coated kapsul let: Dus isi 2 strip @ lOkapsullet No. Reg.: DKL9222212809A1

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk dan kering.

Dibuat oleh :

PT SANBE FAHMA
Bandung – Indonesia

Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini.