Amitriptyline

By | Juni 20, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Antidepresan > Amitriptyline

Kandungan dan Komposisi Amitriptyline

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Amitriptyline:

Amitriptyline

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Amitriptyline

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Amitriptyline:

Amitriptyline adalah obat yang masuk dalam kelompok obat tricyclic antidepressant . Obat ini berefek pada zat kimia otak yang dapat menjadi tidak seimbang.

Amitriptyline digunakan untuk mengobati depresi.

Amitriptyline juga digunakan untuk kebutuhan lain yang tidak tercantum disini.

Informasi Penting

Jangan menggunakan obat ini jika anda memiliki alergi terhadap amitriptyline, atau jika anda pernah mengalami serangan jantung sebelumnya. Jangan menggunakan amitriptyline jika anda sedangan menggunakan cisapride (Propulsid) atau MAO inhibitor seperti isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), rasagiline (Azilect), selegiline (Eldepryl, Emsam), atau tranylcypromine (Parnate) dalam waktu 14 hari.

Hubungi dokter jika anda memiliki gejala baru atau gejala yang semakin parah seperti : perubahan suasana hati, gelisah, serangan panik, bermasalah dalam tidur, atau jika anda merasa sangat impulsif, mudah marah, agresif, hiperaktif (secara mental atau fisik), depresi yang lebih parah atau ingin bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Efek Samping Amitriptyline

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Amitriptyline:

Panggil pertolongan medis darurat jika anda memiliki tanda apapun dari reaksi alergi ini:

  • Hives atau gatal dengan kulit kemerahan
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan

Hubungi dokter anda jika anda memiliki gejala baru atau gejala yang semakin parah seperti :perubahan suasana hati, gelisah, serangan panik, bermasalah dalam tidur, atau jika anda merasa sangat impulsif, mudah marah, agresif, hiperaktif (secara mental atau fisik), depresi yang lebih parah atau ingin bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Hubungi dokter anda jika anda memiliki efek samping serius berikut:

  • Detak jantung cepat, tidak beraturan atau berdebar, nyeri pada dada atau terasa berat, sakit yang menyebar ke lengan dan pundak, mual, berkeringat, tidak enak badan
  • Mati rasa atau lemah secara tiba-tiba, khususnya di salah satu bagian tubuh
  • Sakit kepala secara tiba-tiba, masalah dengan penglihatan, berbicara atau keseimbangan
  • Berhalusinasi, melayang-layang, kepala terasa ringan, pingsan
  • Pergerakan pada mata, lidah, rahang atau leher yang tidak terkendali atau gemetar
  • Ruam kulit, rasa geli yang parah, mati rasa, nyeri, otot lemah
  • Mudah memar atau berdarah
  • Rasa haus yang sangat dengan pusing, mual, muntah dan lemah
  • Urin lebih sedikit daripada biasanya

Efek Samping lainnya:

  • Mual, muntah, konstipasi, diare, hilang nafsu makan
  • Mulut kering, rasa tidak nyaman di mulut
  • Pusing, mengantuk atau lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mimpi buruk
  • Pandangan kabur, sakit kepala, telinga berdengung
  • Nyeri payudar4 pada wanita
  • Berkurangnya kemampuan 5eksual, impoten atau sulit mendapat orgasme

Gejala efek samping di atas belum lengkap dan dapat muncul gejala lain.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Amitriptyline Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Amitriptyline, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Amitriptyline?

Jika Anda lupa menggunakan Amitriptyline, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Amitriptyline Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Amitriptyline?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Amitriptyline yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Depresi
Depresi adalah suatu kondisi mental yang rendah dan ketidakmauan untuk beraktivitas yang dapat memengaruhi pikiran, perilaku, kecenderungan, dan perasaan seseorang. Gejala depresi ditandai oleh kesedihan, ketidakaktifan, kesulitan berpikir dan konsentrasi, peningkatan/penurunan nafsu makan serta waktu yang banyak dihabiskan untuk tidur. Banyak penderita depresi memiliki perasaan kesal, putus asa, dan terkadang kecenderungan untuk bunuh diri. Ini bisa bersifat jangka pendek atau jangka panjang tergantung pada tingkat keparahan kondisi seseorang. Suasana hati yang tertekan adalah reaksi sementara yang normal terhadap peristiwa-peristiwa kehidupan, seperti kehilangan orang yang dicintai. Depresi dapat merupakan gejala dari beberapa penyakit fisik amun juga dari efek samping beberapa obat yang dikonsumsi. Suasana hati yang depresi juga mungkin merupakan gejala dari beberapa gangguan suasana hati seperti gangguan depresi berat atau distrofiia.

Salah satu jenis depresi adalah depresi mayor dimana depresi yang terjadi cukup serius sehingga pasien perlu dirawat di rumah sakit. Kondisi ini sering “kronis,” yang berarti pasien tersebut telah memiliki episode depresi selama beberapa bulan atau tahun. Depresi ini juga tidak “situasional,” yang artinya tidak terkait dengan situasi atau peristiwa tertentu. Suatu episode depresi mayor biasanya hanya terjadi sekali seumur hidup, meskipun dapat juga berulang. Terapi medis yang terkait dengan depresi termasuk terapi interferon, beta-blocker, isotretinoin, antikonvulsan, obat antimigrain, antipsikotik, dan lain-lain.
Sekilas Tentang Obat Antidepresan
Antidepresan adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gangguan depresi mayor dan kondisi lainnya, termasuk beberapa gangguan kecemasan, beberapa kondisi nyeri kronis (penggunaan di luar label), dan untuk membantu mengelola beberapa kecanduan.

Efek samping khas dari antidepresan termasuk mulut kering, penambahan berat badan, kurangnya dorongan seksual, dan dalam beberapa kasus disfungsi ereksi. Sebagian besar jenis antidepresan biasanya aman dikonsumsi, tetapi dapat menyebabkan meningkatnya pikiran untuk bunuh diri ketika dikonsumsi oleh anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Sindrom penghentian dapat terjadi setelah menghentikan antidepresan apa pun. Risiko lebih besar di antara mereka yang telah minum obat lebih lama dan ketika obat tersebut memiliki paruh pendek.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 20 Juni). Amitriptyline. Diakses pada 8 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/amitriptyline/


Format MLA (Modern Language Association)

"Amitriptyline". Farmasi-id.com. 20 Juni 2020. 8 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/amitriptyline/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Amitriptyline", 20 Juni 2020, <https://www.farmasi-id.com/amitriptyline/> [Diakses pada 8 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda