Amdixal

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Obat Antiangina > Amdixal

By | 07/09/2018
Produsen Sandoz
KomposisiAmlodipine maleate.
IndikasiHipertensi arterial. Terapi profilaksis angina pektoris.
DosisDws Awal 5 mg 1 x/hari. Maks 10 mg/hari.
Pemberian ObatDapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
Kontra IndikasiHipersensitif terhadap amlodipin atau dihidropiridin lain atau salah satu komponen obat ini. Syok kardiogenik, stenosis aorta berat, angina pektoris tidak stabil, infark miokard akut, hipotensi berat, gangguan hati berat.
PerhatianPasien dengan gagal hati, insufisiensi ginjal dengan dialisis, hipotensi, gagal jantung kongestif.
Efek Samping Gangguan GI (mual, nyeri perut), gangguan hati (ikterus, peningkatan enzim hati), kelainan kulit (eksantema), gangguan muskuloskeletal (astenia, kram otot, mialgia, artralgia), gangguan saluran kemih kelamin, gangguan sistem saraf (sakit kepala, lelah, mengantuk, somnolen), gangguan sensorik (diplopia, konjungtivitis, tinitus), gangguan KV (edema, palpitasi, pusing), sensasi panas & kemerahan pada wajah, keringat berlebihan, ginekomastia, disfungsi 5eksual, nyeri.
Interaksi ObatEfek ditingkatkan oleh antihipertensi lain & antidepresan trisiklik. Nitrat, β-bloker, amiodaron, kuinidin.
Kategori Keamanan Kehamilan C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
SediaanKemasan/Harga
Amdixal tablet 10 mg
3 × 10’s (Rp225,000/boks)
Amdixal tablet 5 mg
3 × 10’s (Rp126,000/boks)
Sekilas Tentang Obat Antiangina

Obat antiangina adalah obat yang digunakan untuk terapi perawatan atau pengobatan angina pektoris, suatu gejala dari penyakit jantung iskemik. Angina pektoris merupakan suatu kondisi berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke dalam miokardium. Gangguan tersebut bisa karena suplai oksigen yang turun (adanya aterosklerosis koroner atau spasme arteria koroner) atau kebutuhan oksigen yang meningkat. Sebagai manifestasi keadaan tersebut akan timbul angina pektoris yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi infark miokard. Angina pektoris dibagi menjadi 3 jenis yaitu angina klasik (stabil), angina varian, dan angina tidak stabil. Beberapa obat yang termasuk dalam obat antiangina seperti nitrat, beta-blocker, dan calcium channel blocker.

Nitrat bekerja dengan cara memperlebar pembuluh darah dengan menstimulasi EDRF (endothelium-derived relaxing factor) dan digunakan untuk meredakan angina eksersional (angina yang dipicu oleh aktivitas) dan vasospastik. Akibatnya tekanan pada ventrikel berkurang dan mengurangi ketegangan dan kebutuhan oksigen pada jantung. Biasanya nitrat short-acting digunakan untuk meredakan kondisi dimana angina telah terjadi dan nitrat longer-acting digunakan untuk pencegahan angina.

Beta blocker atau antagonis beta digunakan untuk menghambat aksi dari reseptor beta-adrenergik yang memodulasi fungsi jantung, fungsi pernapasan, dan pelebaran pembuluh darah. Cara kerjanya yakni dengan mengurangi kekuatan kontraksi otot jatung dan memperlambat denyut jantung. Obat ini efektif saat nyeri dada angina dipicu oleh aktivitas.

Obat calcium channel blocker (penghambat kalsium) merupakan obat yang berfungsi menurunkan tekanan darah dengan mengatur kalsium yang berhubungan dengan aktivitas listrik di jantung. Obat ini secara langsung akan mencegah vasospasme arteri koroner dengan cara melebarkan arteri koroner dan perifer, meningkatkan efisiensi miokard, menurunkan denyut jantung, dan meningkatkan aliran darah koroner.