Alluric

By | Maret 30, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Muskuloskeletal > Alluric

Kandungan dan Komposisi Alluric

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Alluric adalah:

Allopurinol 100 mg dan 300 mg.


Bentuk sediaan:

Tablet.


Farmakologi:

Allopurinol dan metabolitnya oxypurinol (alloxanthine) dapat menurunkan produksi asam urat dengan menghambatxanthine oxidase yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxanthine menjadi xanthine dan mengubah xanthine menjadi asam urat. Dengan menurunkan konsentrasi asam urat dalam darah dan urin, allopurinol mencegah atau menurunkan endapan urat sehingga mencegah terjadinya gout arthritis dan urate nephropathy.


Indikasi:
Hiperurisemia primer: gout.
Hiperurisemia sekunder: mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat. Produksi berlebihan asam urat antara lain pada keganasan, polisitemia vera, terapi sitostatik.


Dosis:
* Dewasa:
– Dosis awal: 100 – 300 mg sehari.
– Dosis pemeliharaan : 200 – 600 mg sehari.
– Dosis tunggal maksimum 300 mg. Bila diperlukan dapat diberikan dosis yang lebih tinggi, maksimal 900 mg sehari. Dosis harus disesuaikan dengan cara pemantauan kadar asam urat dalam serum/air seni dengan jarak waktu yang tepat hingga efek yang dikehendaki terkapsulai yaitu selama ± 1- 3 minggu, atau:
– Untuk kondisi ringan : 2 – 10 mg/kg BB sehari atau 100 – 200 mg sehari.
– Kondisi sedang : 300 – 600 mg sehari.
– Kondisi berat : 700 – 900 mg sehari.
* Anak – anak:

10 – 20 mg/kg BB sehari atau 100 – 400 mg sehari. Penggunaan pada anak – anak khususnya pada keadaan malignan terutama leukemia serta kelainan enzim tertentu, misalnya sindrom Lesch – Nyhan.
* Penderita gangguan fungsi ginjal:

Jumlah dan interval pemberian perlu dikurangi disesuaikan dengan hasil pemantauan kadar asam urat dalam serum.

Untuk pasien dewasa berlaku dosis sebagai berikut:
– Bersihan kreatinin : 2 – 10 mL/menit
Dosis : 100 mg sehari atau dengan interval lebih panjang.
– Bersihan kreatinin : 10 – 20 mL/menit
Dosis : 100 – 200 mg sehari.
– Bersihan kreatinin : > 20 mL/menit
Dosis : dosis normal.

Dosis yang dianjurkan pada penderita dialisa : allopurinol dan metabolitnya dikeluarkan dengan dialisis ginjal. Jika dialisis perlu dilakukan lebih sering, dapat dipertimbangkan pemberian allopurinol dengan dosis alternatif 300 – 400 mg segera setelah dialisa tanpa pemberian lagi diantara interval waktu.


Kontra Indikasi:
Penderita yang hipersensitif terhadap allopurinol.
– Keadaan serangan akut gout.


Peringatan dan Perhatian:
Efek allopurinol dapat diturunkan oleh golongan salisilat dan urikosurik, seperti probenecid.
Hentikan penggunaan bila timbul gejala kemerahan pada kulit atau terjadi gejala alergi.
– Hindari penggunaan pada penderita kelainan fungsi ginjal atau penderita hiperurisemia asimptomatik.
– Pada penderita kerusakan fungsi hati, dianjurkan untuk melakukan tes fungsi hati berkala selama tahap perawatan.
– Keuntungan dan risiko penggunaan allopurinol pada ibu hamil dan menyusui harus dipertimbangkan terhadap janin, bayi atau ibunya.
Allopurinol dapat menyebabkan kantuk. Hati-hati penggunaan pada penderita yang harus bekerja dengan konsentrasi penuh termasuk mengemudi dan menjalankan mesin.
– Sebaiknya allopurinol diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung.
– Dianjurkan untuk meningkatkan pemberian cairan selama penggunaan allopurinol untuk menghindari terjadinya batu ginjal.
– Bila terjadi gatal-gatal, anoreksia, serta berkurangnya berat badan, harus dilakukan pemeriksaan fungsi hati.


Efek Samping:
Gejala hipersensitivitas seperti eksfoliatif, demam, limfadenopati, arthralgia, eosinofilia.
– Reaksi kulit : pruritus, makulopapular.
– Gangguan gastrontestinal: mual, diare.
– Sakit kepala, vertigo, mengantuk, gangguan mata dan rasa.
– Gangguan darah : leukopenia, trombositopenia, anemia hemolitik, anemia aplastik.


Interaksi obat:
Allopurinol dapat meningkatkan toksisitas siklofosfamid dan sitotoksik lain.
Allopurinol dapat menghambat metabolisme obat di hati, misalnya warfarin.
Allopurinol dapat meningkatkan efek azathioprine dan merkapsultopurine, sehingga dosis perhari dari obat-obat tersebut harus dikurangi sebelum dilakukan pengobatan dengan allopurinol.
Allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh klorpropamid dan meningkatkan risiko hipoglikemia, terutama pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
– Efek allopurinol dapat diturunkan oleh golongan salisilat dan urikosurik, seperti probenecid.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *