Alboost

Apa Kandungan dan Komposisi Alboost?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Alboost adalah:

Setiap kapsul mengandung:

Ekstrak ikan gabus setara dengan kutuk/Channa striata 5 gram.

Sekilas Tentang Channa Striata (Ikan Gabus) Pada Alboost
Channa striata atau yang juga dikenal dengan sebutan ikan gabus, ikan kutuk, ikan haruan, ikan sneakhead, merupakan ikan air tawar yang banyak dijumpai di Indonesia, India, Bangladesh, dan Pakistan. Manfaat dari ikan ini sangat banyak dikarenakan ikan ini kaya akan albumin, asam amino, serta kandungan nutrisi lainnya yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah beberapa kandungan nutrisi yang ada dalam 100 gram daging Channa striata:


Kalori= 69 kalori
Protein= 25,2 g
Lemak=1,7 g
Besi= 0,9 mg
Kalsium= 62 mg
Fosfor= 76 mg
Vitamin A= 150 mg
Vitamin B= 0,04 mg
Air=69 g


Ikan Channa striata memiliki manfaat sebagai antimikroba, antiinflamasi, perbaikan sel, induksi akresi trombosit, dan aktivitas anti-nosisetif. Berikut adalah beberapa manfaat dari Canna striata:

1. Mencegah pembengkakan

Albumin yang banyak terkandung dalam Channa striata merupakan protein penting yang berguna mencegah pembengkakan atau edema. Pembengkakan terjadi akibat sel darah kehilangan bentuk dan mengendap pada bagian tubuh. Pada pasien diabetes, pembengkakan biasanya terjadi pada kaki dan diperlukan pemberian albumin melalui infus jika terindikasi mengalami hipoalbumin (kadar albumin rendah) untuk meningkatkan kadar albumin dan sekaligus mengurangi pembengkakannya.

2. Mempertahankan cairan tubuh

Manusia terdiri dari 70% cairan dan cairan itu kebanyakan digunakan untuk metabolisme tubuh. Jika tubuh kekurangan cairan, albumin akan membuat air pada darah masuk ke dalam sel tubuh untuk membuat keseimbangan cairan. Sebaliknya jika konsentrasi air dalam tubuh berlebih, albumin akan mengeluarkan kelebihan air itu dari sel tubuh untuk kembali ke darah.

3. Media penyimpanan nutrisi dan hormon

Albumin dapat menjadi media untuk penyimpanan nutrisi dan hormon. Albumin tidak hanya menjaga sel darah dalam bentuk terlarut akan tetapi juga menjaga nutrisi lainnya. Beberapa protein, hormon, dan mineral disimpan dalam albumin untuk ditransportasikan ke bagian-bagian tubuh. Karenanya kekurangan albumin akan menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah manusia.

4. Membantu perbaikan jaringan tubuh

Albumin memiliki peranan penting dalam regenerasi sel untuk memperbaiknya dari kerusakan sekaligus memacu sel tubuh dengan baik. Selain itu albumin berfungsi sebagai media perantara pemberi sinyal pada sistem imunitas tubuh jika ada sel dan jaringan yang rusak. Albumin akan mempercepat proses penyembuhan luka.

5. Berperan dalam pembentukan sel darah putih

Sel darah putih memiliki sifat fagosit yang mampu mempertahankan fungsi kekebalan tubuh. Albumin berperan penting dalam pembentukan sel darah putih ini. Kekurangan sel darah putih dapat menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit dan peradangan.

6. Mencegah munculnya penyakit serius

Albumin dalam ikan Channa striata bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit gagal ginjal, stroke, diabetes mellitus, dan tuberculosis. Biasanya pasien yang telah mengalami penyakit-penyakit tadi, maka pemberian albuminnya dilakukan melalui infus.

7. Meningkatkan daya tahan tubuh

Dengan kandungan asam amino seperti arginin, lisin, vialin, glutamin, dan histidin, maka mengonsumsi Channa striata dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

Alboost Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Alboost?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Alboost adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Membantu proses penyembuhan luka.

Apa Saja Kontraindikasi Alboost?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Alboost dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitif/alergi terhadap ikan kutuk/gabus.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Alboost?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Alboost:

3 x 1 kapsul per hari (sesuai petunjuk dokter).

Bagaimana Cara Penyimpanan Alboost?

Simpanlah di tempat sejuk, kering dan terhindar dari sinar matahari lansgung, simpan dibawah suhu 30°C.

Bagaimana Kemasan dan Sediaan Alboost?

Dus @ botol @ 30 kapsul

Berapa Nomor Izin BPOM Alboost?

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Alboost:

POM TR. 163395761

Berapa Harga Alboost?

Rp 200.000/Dus @ botol @ 30 kapsul

Apa Nama Perusahaan Produsen Alboost?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Alboost:

UD Rachma Sari