Acitretin

Farmasi-id.com > Preparat Psoriasis Seboroik & Iktiosis > Acitretin

By | 17/06/2018

Deskripsi

Acitretin memiliki nama brand Soriatane merupakan suatu retinoid generasi kedua yang biasa digunakan secara oral untuk terapi psoriasis resisten berat. Acitretin bekerja dengan cara mengikat reseptor nuklir (NR) yang mengatur transkripsi gen. Mereka menginduksi deferensiasi keratinosit dan mengurangi hiperplasia epidermal. Acitretin mudah untuk diserap dan didistribusikan secara luas setelah pemberian oral. Terapi terapeutik terjadi setelah 2 sampai 4 minggu atau  bahkan lebih.

Kontra Indikasi

Wanita hamil dan wanita yang sedang berencana untuk hamil, wanita menyusui, penderita gangguan hati dan ginjal, hiperlipidemia.

Efek Samping

Kekeringan selaput lendir dan kulit; konjungtivitis, mulut kering; gangguan pengelihatan; peningkatan kadar lipid, pankreatitis; berkeringat berlebihan, dermatitis. Sakit kepala parah; Gangguan GI; reaksi dermatologis, edema, paronychia, lesi granulomatosa, erupsi bullous; penipisan rambut reversibel dan alopoecia; Gangguan CNS; gangguan rasa, gingivitis; hipertensi intrakranial jinak; fotosensitivitas; hiperostosis skeletal; kalsifikasi ekstraoseus; penutupan epiphyseal prematur pada anak.

Berpotensi fatal: Fototoksisitas, sakit kuning, hepatitis, dan hepatotoksik.

Peringatan dan Perhatian

  • Wanita hamil atau wanita yang berencana untuk hamil.
  • Pasien wanita sebaiknya menghidari konsumsi alkohol baik selama perawatan maupun dua bulan setelah perawatan.
  • Hindari melakukan donor darah selama terapi atau setidaknya satu sampai tiga tahun setelah terapi.
  • Terapi tidak boleh berlangsung lebih dari 6 bulan.
  • Pantau kadar plasma lipid dan glukosa (terutama pada penderita diabetes) secara teratur.

Interaksi Obat

  • Penggunaan bersamaan dengan keratolytics atau vitamin A dosis tinggi.
  • Mengurangi efek antikoagulan coumarin seperti warfarin.
  • Penggunaan bersamaan kontrasepsi oral progestin microdised.
  • Penggunaan metotreksat secara serentak dapat berpotensi hepatotoksik.
  • Penggunaan bersamaan dengan tetrasiklin.
  • Pemberian bersama dengan makanan dapat meningkatkan bioavailabilitas oral.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori X: Studi terhadap binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin berdasarkan pengalaman pada manusia ataupun manusia dan binatang percobaan, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaat yang mungkin diperoleh. Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.

Dosis

Pemberian oral:

  • Penyakit Darier
    Dewasa: Awalnya, 10 mg setiap hari selama 2-4 minggu. Maks: 50 mg / hari.
    Anak: 500 mcg / kg / hari. Dosis maksimal: 35 mg / hari.
  • Icthyosis kongenital
    Dewasa: Awalnya, 25-30 mg setiap hari selama 2-4 minggu sebelum penyesuaian dosis dilakukan. Kisaran normal: 25-50 mg setiap hari untuk 6-8 minggu berikutnya. Max: 75 mg setiap hari untuk jangka pendek.
    Anak: 500 mcg / kg / hari. Max: 35 mg setiap hari.
  • Psoriasis berat
    Dewasa: Awalnya, 25-30 mg setiap hari selama 2-4 minggu sebelum penyesuaian dosis dilakukan. Kisaran normal: 25-50 mg setiap hari untuk 6-8 minggu berikutnya. Max: 75 mg setiap hari untuk jangka pendek.
    Anak: 500 mcg / kg / hari. Max: 35 mg setiap hari.
  • Lichen planus parah
    Dewasa: Awalnya, 25-30 mg setiap hari selama 2-4 minggu sebelum penyesuaian dosis dilakukan. Kisaran normal: 25-50 mg setiap hari untuk 6-8 minggu berikutnya. Max: 75 mg setiap hari untuk jangka pendek.
    Anak: 500 mcg / kg / hari. Max: 35 mg setiap hari.

Pemberian Obat

Sebaiknya diminum bersama makanan. (Ambil makanan utama atau dengan segelas susu.)

Sediaan

Kapsul 10 mg dan 25 mg

Cara Penyimpanan

Simpan dibawah suhu 25°C

Nama Brand

Aceret, Acetec, Acitrin, Acrotac, Zoratame

Sekilas Tentang Psoriasis, Seboroik, & Iktiosis

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit dibawahnya.

Psoriasis sering timbul di kuku, dimulai dari bintik putih pada kuku sampai ke penebalan kuku, juga mengenai kulit kepala (skalp) ditandai dengan sisik besar dan penebalan dengan warna kemerahan yang akan melewati batas rambut. Selain itu penyakit ini sering mengenai siku dan lutut, walaupun dapat juga mengenai wajah, lipat lutut dan siku, genitalia, telapak tangan dan kaki, sesuai tingkat keparahannya penyakit ini bisa meluas keseluruh tubuh (eritroderma) yang akan menimbulkan kegawatan dan dapat mengancam jiwa. Psoriasis merupakan inflamasi kronis pada kulit yang sering terjadi.

Dermatitis seboroik juga dikenal sebagai seborrhea, adalah gangguan kulit jangka panjang. Gejalanya meliputi kulit merah, bersisik, berminyak, gatal, dan meradang. Area kulit yang kaya kelenjar penghasil minyak sering terkena seperti kulit kepala, wajah, dan dada. Pada bayi disebut cradle cap. Ketombe adalah bentuk kondisi yang lebih ringan, tanpa disertai peradangan.

Penyebabnya tidak jelas tetapi diyakini melibatkan sejumlah faktor genetik dan lingkungan. Risiko terkena lebih besar pada mereka yang mengalami fungsi kekebalan tubuh yang buruk, penyakit Parkinson, epilepsi, dan sindrom Down. Penyakit ini bukan akibat kebersihan yang buruk. [Diagnosis tipikal didasarkan pada gejalanya. Terapi pengobatan biasanya menggunakan krim antijamur dan agen anti-inflamasi. Secara khusus ketoconazole atau ciclopirox dapat efektif. Tidak begitu jelas apakah antijamur lain seperti mikonazol memiliki tingkat keefektifan yang sama.

Iktiosis (ichthyosis) adalah kelainan pada kulit yang disebabkan hioerkeratosis sehingga menjadikan kulit menjadi kering, kasar dan bersisik. Kata ichthyosis berasal dari bahasa Yunani ἰχθύς, ichthys, yang secara harfiah berarti "ikan", karena kulit kering dan bersisik adalah ciri yang menentukan semua bentuk ichthyosis. terapi pengobatan untuk ichthyosis sering menggunakan obat dalam bentuk aplikasi krim topikal dan minyak emolien untuk melembabkan kulit. Krim yang mengandung asam laktat telah terbukti bekerja dengan sangat baik dalam beberapa kasus.