Human Albumin 20%


Human Albumin 20% Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Human Albumin 20%?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Human Albumin 20% adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Diindikasikan dalam perawatan darurat hipovolemia dengan atau tanpa syok. Serum ini paling efektif pada pasien yang terhidrasi dengan baik. Bila hipovolemia sudah berlangsung lama dan terdapat hipoalbuminemia yang disertai dengan hidrasi atau edema yang adekuat, sebaiknya gunakan larutan Human albumin 20% – 25%
  • Hipoalbuminemia : Untuk pasien hipoalbuminemia yang sakit kritis dan / atau mengalami pendarahan secara aktif, bisa diberikan infus Human albumin 20%. Bila defisit albumin terjadi karena kehilangan protein yang berlebihan, efek pemberian Human albumin 20% akan bersifat sementara kecuali gangguan yang mendasarinya diselesaikan terlebih dahulu
  • Digunakan untuk menjaga fungsi kardiovaskular setelah pengeluaran cairan asites dalam volume besar setelah paracentesis karena asites sirosis
  • Digunakan bersamaan dengan obat diuretik untuk menangani kelebihan volume cairan yang terkait dengan Sindrom Distres Pernapasan Dewasa (ARDS)
  • Dapat digunakan untuk mengobati edema pada pasien nefrosis akut yang sulit disembuhkan dengan terapi cyclophosphamide dan kortikosteroid
  • Diindikasikan dalam pengobatan hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir

Bagaimana Farmakologi Human Albumin 20%?

Human albumin adalah albumin serum yang ditemukan dalam darah manusia, merupakan zat protein yang paling banyak dalam plasma darah manusia (sekitar 50% dari keseluruhan protein serum). Albumin berfungsi untuk mengangkut hormon, asam lemak, dan senyawa lainnya, sebagai buffer pH, dan mempertahankan tekanan onkotik intravaskuler.

Human albumin meningkatkan tekanan onkotik intravaskuler dan menyebabkan pergerakan cairan dari interstisial ke ruang intravaskular. Serum ini tersedia dalam berbagai konsentrasi. Human albumin 5% biasanya digunakan pada pasien hipovolemik, sedangkan Human albumin 25% direkomendasikan pada pasien dimana asupan cairan dan sodium harus diminimalkan misalnya, pasien dengan hipoproteinemia atau edema serebral atau pada pasien anak-anak.

Apa Saja Kontraindikasi Human Albumin 20%?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Human Albumin 20% dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Kontraindikasi pada pasein anemia berat atau gagal jantung, insufisiensi ginjal, hipertensi parah, esophageal varices, edema paru, dan pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas/reaksi alergi atau anafilaksis terhadap albumin.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Human Albumin 20% Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Human Albumin 20%, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Human Albumin 20%?

Jika Anda lupa menggunakan Human Albumin 20%, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Human Albumin 20% Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Human Albumin 20%?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Human Albumin 20% yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Human Albumin 20%?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Human Albumin 20% yang mungkin terjadi adalah:

  • Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan serum ini adalah mual, muntah, peningkatan air liur, demam dan menggigil
  • Efek samping kardiovaskular yang kadang terjadi seperti vascular overload, hemodilusi dan edema paru, hipertensi, hipotensi, takikardia, dan bradikardia
  • Waspadai terjadinya reaksi hipersensitivitas/alergi
  • Efek samping yang bisa berpotensi fatal : shock anafilaksis

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Human Albumin 20%?

  • Hati-hati menggunakan serum ini pada pasien yang membutuhkan pembatasan Natrium, pasien dengan gagal jantung, insufisiensi ginjal atau anemia kronik berisiko tinggi mengalami kelebihan beban peredaran darah, atau dehidrasi
  • Lakukan pemantauan tekanan vena sentral, tekanan darah, Kalium serum, jumlah trombosit dan parameter koagulasi darah dan hematokrit selama perawatan
  • Hati-hati jika digunakan untuk ibu hamil, menyusui atau pasien lanjut usia
  • Jika ada tanda overloading peredaran darah, infus harus segera dihentikan
  • Volume dan laju infus harus selalu disesuaikan dengan situasi dan respon pasien
  • Incompatibility : Pengenceran dengan air akan menghasilkan larutan hipo-osmolar yang dapat menyebabkan hemolisis parah dan gagal ginjal

Apa Saja Interaksi Obat Human Albumin 20%?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Human Albumin 20% antara lain:

  • Berinteraksi dengan FCGRT (protein yang dikodekan oleh gen FCGRT)
  • Larutan Human albumin tidak boleh dicampur dengan larutan hidrolisat protein atau alkohol
  • Resiko reaksi atipikal jika digunakan bersamaan dengan inhibitor ACE pada pasien yang menjalani pertukaran plasma terapeutik

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Human Albumin 20% Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Human Albumin 20% untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Human Albumin 20%?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Human Albumin 20%:

  • Hipoalbuminemia
    (Tidak diencerkan), 35-70 drops/menit
  • Sebelum, selama dan pasca operasi
    (diencerkan 1:4), 125 drops/menit
  • Cerebral edema
    (Tidak diencerkan), 35-70 drops/menit, 50-100 mL dengan promosi diuresis secara simultan
  • Toksikosis gestasional
    (Tidak diencerkan), 125 drops/menit, 150-300 mL
  • Hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir
    5-15 mL/kg ½ jam sebelum exchange infusion
  • Terapi volume pada shock defisiensi volume, kehilangan plasma, kehilangan darah
    Dosis awal (Tidak diencerkan),, 125 drops/menit, 50-100 mL, kemudian 125 drops/menit, 500 mL/jam (diencerkan 1:4)
  • Dehidrasi dengan defisiensi protein, stabilisasi volume sebelum, selama dan setelah operasi
    (diencerkan 1:4), 125 drops/menit
  • Extracorporeal perfusion, assisted circulation
    Disesuaikan dengan perfusion solution

Sediaan

Vial, infus, larutan.

Bagaimana Cara Penyimpanan Human Albumin 20%?

Simpan dibawah suhu 30°C, jangan dibekukan.

Nama Brand Human Albumin 20%?

Albapure 20, Albuman 20%, Albuminar-25, Alburaas 20%, Albutein, Cealb, Fimalbumin, Human albumin 20%, Octalbin, Plasbumin, Plasbumin-5, Robumin, Zenalb 20.