Zinc Plus Derma Expro Asia

Farmasi-id.com > Vitamin & Mineral > Zinc Plus Derma Expro Asia

By | 01/05/2018

Kandungan dan Komposisi

Zn picolinate 50 mg, Zn gluconate 50 mg, copper gluconate 8 mg, Calcium ascorbate 100 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Membantu memenuhi kebutuhan askorbat Zinc & Calcium dalam tubuh.

Dosis dan Aturan Pakai

1-2 kapsul/hr.

Kemasan dan Sediaan

Kapsul

Harga

Rp 195.000/botol @ 60 kapsul

Produsen

Derma XP

Sekilas Tentang Zinc Picolinate
Zinc picolinate adalah zinc yang terikat dengan asam amino pikolinat. Zinc picolinate diserap dengan lebih baik oleh tubuh dibandingkan dengan zinc citrate dan zinc gluconate. Hal itu disebabkan oleh asam amino pikolinat ada secara alami ada di dalam tubuh manusia dan bertindak sebagai pengelat atau pengikat. Asam pikolinat diproduksi di dalam hati dan kemudian dibawa menuju pankreas dan dalam proses pencernaan, ia akan dicampur dengan makanan untuk mempermudah penyerapan mineral oleh tubuh. Penyerapan berbagai jenis zinc akan meningkat jika dikombinasikan dengan asam pikolinat. Secara umum kekurangan zinc dapat menyebabkan beberapa kondisi serius seperti anemia, nafsu makan menurun, rambut rontok, depresi, dan penurunan kesehatan kulit.

Berikut ini adalah beberapa manfaat zinc picolinate bagi kesehatan:



  1. Meningkatkan daya tahan tubuh;

  2. Meningkatkan kemampuan otak;

  3. Mempercepat penyembuhan flu;

  4. Membantu penyembuhan luka;

  5. Mengurangi depresi;

  6. Mengurangi risiko kanker prostat;

  7. Membantu mencegah dan merawat kesehatan hati;

  8. Mengurangi risiko penyakit kronis yang bekaitan dengan usia;

  9. Meningkatkan kesuburan pria;

  10. Mempercepat penyembuhan diare.


Dosis zinc yang direkomendasikan sebagai berikut:


  • Bayi usia 0-6 bulan: 2 mg per hari;

  • Bayi usia 7-12 bulan: 3 mg per hari;

  • Anak usia 1-3 tahun: 3 mg per hari;

  • Anak usia 4-8 tahun: 5 mg per hari;

  • Anak usia 9-13 tahun: 8 mg per hari;

  • Pria usia 14 tahun ke atas: 11 mg per hari;

  • Wanita usia 14-18 tahun: 9 mg per hari;

  • Wanita usia 19 tahun ke atas: 8 mg per hari;

  • Wanita hamil usia 19 tahun ke atas: 11 mg per hari;

  • Wanita menyusui usia 19 tahun ke atas: 12 mg per hari.



Zinc picolinate ini aman untuk digunakan oleh individu dengan berbagai rentang usia. Namun mengonsumsinya dalam jumlah besar tidak aman karena dapat menghalangi penyerapan copper (tembaga) oleh tubuh dan menyebabkan berbagai kondisi seperti demam, batuk, mual, penurunan sel darah putih, muntah, nyeri abdomen, sakit kepala, fatigue, diare, gangguan pencernaan, dan berisiko terkena batu ginjal.

Sumber: tiram, daging merah, unggas, seafood (kepiting dan lobster), sereal, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu.
sekilas tentang vitamin dan mineral
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus fungsi yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Sumber berbagai vitamin ini dapat berasal dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Mineral adalah unsur atau elemen seperti tembaga, besi, kalsium, kalium, dll yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah tertentu (sering dalam jumlah kecil). adalah unsur kimia yang diperlukan sebagai nutrisi penting oleh organisme untuk melakukan fungsi yang diperlukan untuk kehidupan. Namun, empat elemen struktural utama dalam tubuh manusia berdasarkan berat (oksigen, hidrogen, karbon, dan nitrogen), biasanya tidak termasuk dalam daftar mineral nutrisi utama (nitrogen dianggap sebagai "mineral" untuk tanaman, seperti yang sering dimasukkan dalam pupuk). Keempat elemen ini menyusun sekitar 96% dari berat tubuh manusia, dan mineral utama (makromineral) dan mineral minor (juga disebut elemen jejak) menyusun sisanya.

Mineral, sebagai unsur, tidak dapat disintesis secara biokimia oleh organisme hidup. Tumbuhan mendapatkan mineral dari tanah. Sebagian besar mineral dalam makanan manusia berasal dari makan tumbuhan dan hewan atau dari air minum. Sebagai sebuah kelompok, mineral adalah salah satu dari empat kelompok nutrisi penting, yang lain adalah vitamin, asam lemak esensial, dan asam amino esensial. Lima mineral utama dalam tubuh manusia adalah kalsium, fosfor, kalium, natrium, dan magnesium. Semua elemen yang tersisa dalam tubuh manusia disebut "elemen jejak". Elemen jejak yang memiliki fungsi biokimia spesifik dalam tubuh manusia adalah belerang, besi, klorin, kobalt, tembaga, seng, mangan, molibdenum, yodium dan selenium.

Sebagian besar unsur kimia yang dicerna oleh organisme adalah dalam bentuk senyawa sederhana. Tumbuhan menyerap unsur-unsur terlarut dalam tanah, yang selanjutnya dicerna oleh herbivora dan omnivora yang memakannya, dan unsur-unsur tersebut bergerak ke atas rantai makanan.