Ximex Koniflox

By | April 25, 2021 |

Reg. No. DKL0713023946A1
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Mengatasi infeksi oleh strain bakteri, tersedia dalam kemasan botol @ 5 ml
Komposisi
Tiap ml mengandung Ofloxacin 3 mg dan Benzalkonium Chloride 0,1 mg (pengawet)
Aturan Pakai

Terapi konjunctivitis karena bakteri :
Hari pertama dan kedua : teteskan 1-2 tetes pada mata yang terinfeksi, tiap 2-4 jam
Hari ketiga-ketujuh : teteskan 1-2 tetes pada mata yang terinfeksi, 4x sehari

Dosis rejimen yang dianjurkan untuk pengobatan ulcer karena bakteri adalah :
Hari pertama dan kedua : teteskan 1-2 tetes pada mata yang terinfeksi tiap 30 menit
Hari ketiga s/d hari ke 7 s/d 9 : teteskan 1-2 tetes pada mata yang terinfeksi tiap 1 jam
Hari ke-7 s/d ke-9 s/d selesai : teteskan 1-2 tetes pada mata yang terinfeksi 4x sehari

Farmakologi
Ofloxacin adalah derivate kuinolon, potensial efektif terhadap berbagai infeksi ekstra-okular. Ofloxacin secara spesifik menghambat sintesis DNA bakteri. Efek bakterisidal dan bakterilisisnya diamati pada MIC. Ofloxacin merupakan antiakteri poten spectrum luas yang mempunyai aktivitas terhadap organism yang menyebabkan infeksi mata, termasuk bakteri gram positif yaitu Staphylococcus dan Streptococcus (termasuk Streptococcus Pneumoniae), Micrococcus dan Corynebacterium spp dan bakteri gram negative yaitu Branhamella catarrhalis, Pseudomonas (termasuk P aeruginosa), Haemophillus, Moraxela, Serratia, Klebsiella, Proteus, Acinetobacter spp dan bakteri anaerobic (Propionibacterium acnes)
Indikasi
Infeksi yang disebabkan oleh strain bakteri yang rentan terhadap Ofloxacin yaitu Staphylococcus dan Streptococcus spp, Streptococcus penumoniae, Micrococcus sp, Corynebacterium sp, Branhamella catarrhalis, Pseudomonas sp, Pseudomonas aeruginosa, Haemophyllus sp (H. influenza, H. aegyptus [Koch-Weeks bacillus], Moraxella (Morax-Avenfeld diplobacillus), Serratia, Klebsiella, Proteus, dan Acinetobacter spp, dan bakteri anaerobic (Propionobacterium acnes), blefaritis, dakriosistitis, konjungtivitis, tarsadenitis, keratitis, dan ulcer pada kornea
Kontra Indikasi
Pasien dengan sejarah hipersensitif terhadap Ofloxacin atau antibiotic Kuinolon yang lain
Efek Samping
Efek Samping yang paling banyak dilaporkan yaitu rasa terbakar atau tidak nyaman sementara, pedih, kemerahan, gatal, chemical conjunctivitis/keratitis, periocular/facial edema, merasa ada benda asing, fotofobia, penglihatan agak kabur, pengeluaran air mata, kekeringan, dan sakit pada mata, jarang terjadi pusing
Peringatan dan perhatian
– Hindari penggunaan jangka panjang, sedimentasi pada ulcer dapat terjadi jika diterapi dengan topical kuinolon, jika tidak diterapi, hati-hati dapat merusak jaringan kornea

Tidak untuk injeksi, tidak untuk diinjeksikan pada subkonjungtiva atau ke dalam anterior mata

Reaksi hipersensitivitas serius dan kadang-kadang fatal (anafilaksis) dapat terjadi setelah pemberian dosis pertama

Beberapa reaksi diikuti dengan kardiovaskular kolaps, kehilangan kesadaran, angioedema (termasuk Laryngeal, Pharyngeal atau edema Facial) airway obstruction, dyspnea, urticaria, dan gatal

Jarang terjadi Stevens-Johnsons syndrome yang berkembang menjadi toksis nekrolisis epidermal, jika terjadi reaksi alergi, hentikan penggunaan obat

Reaksi hipersensitif serius akut membutuhkan terapi yang cepat, oksigen, dan airway management termasuk intubasi harus digunakan secara klinis seperti yang diindikasikan

Penggunaan lama dengan antiinfeksi lain dapat menyebabkan pertumbuhan organisme yang tidak rentan secara berlebihan termasuk fungi

Jika terjadi superinfeksi, hentikan penggunaan dan diganti dengan terapi lain

Hentikan penggunaan jika timbul ruam pada kulit atau timbul hipesensitivitas lain dan segera hubungi dokter

Hindari kontaminasi pada ujung penetes dengan mata, jari tangan atau yang lainnya

Penggunaan pada kehamilan keamanan penggunaan belum ditetapkan, pemberian pada wanita hamil atau wanita yang diduga hamil hanya diperlukan dan dipertimbangkan dengan segala resikonya

Cara penyimpanan
Simpan pada temperatur (< 30 °C). Penggunaan selama 4 minggu setelah dibuka pertama kali
Sekilas Tentang Konimex
PT Konimex adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Djoenaedi Joesoef (Djoe Djioe Liang) pada 8 Juni 1967 di kota Solo, Jawa Tengah. Djoenaedi Joesoef adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara dimana orang tuanya adalah pemilik dari toko obat tradisional Cina Eng Thay Hoo yang juga memiliki kemampuan untuk mengobati orang sakit.

Nama konimek merupakan kependekan dari "Kondang Import Export". Menurut pendirinya, nama itu adalah suatu harapan agar produk perusahaan ini bisa "kondang" atau "terkenal" di mana-mana. Awalnya perusahaan ini berfokus pada usaha penjualan produk obat, bahan kimia, alat laboratorium, dan alat kedokteran. Pada 1971 PT Konimex memperoleh dukungan fasilitas PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Perusahaan ini memproduksi banyak jenis produk yang menurut pendirinya berpegang pada falsafah 3MU yaitu Mutu, Mudah, dan Murah. Produknya meliputi produk obat resep, obat OTC, vitamin, suplemen, permen, herbal, makanan ringan, minyak telon dan kayu putih, dan masih banyak lagi. Produk yang dihasilkan seperti Paramex, Konidin, Konicare, Inzana, Feminax, Zeropain, Siladex, Fungiderm, Braito, Renofit, Konilife, permen Hexos, Nano Nano, dan masih banyak lagi. Perusahaan ini cukup aktif mengiklankan produknya di televisi, radio, dan media cetak.

Fasilitas produksi PT Konimex berlokasi di desa Sanggrahan, kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, negara Asia Tenggara, dan negara Timur Tengah. Untuk pemasarannya, perusahan ini mendirikan dua perusahaan distributor yakni PT Sinar Intermark dan PT Marga Nusantara.
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *