Vosedon

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Vosedon

By | 06/08/2018

Produsen:

Sanbe

Komposisi:

Domperidone.

Indikasi:

Mengurangi gejala mual & muntah pd: keadaan akut, disebabkan pemberian obat levodopa atau bromokriptin, pada anak stlh kemoterapi kanker atau iradiasi. Pengobatan gejala dispepsia fungsional.

Dosis:

Dispepsia fungsional Dws 10 mg 3x/hari. Mual & muntah Dws 10-20 mg 3-4 x/hari. Anak 0.25 mg/kgBB 3 x/hari.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 15-30 mnt sblm makan.

Perhatian:

Dosis dikurangi pada pasien gagal ginjal. Timbul efek ekstrapiramidal bila diberikan bersama obat lain. Jangan diberikan pada bayi, wanita hamil & laktasi. Tdk direkomendasikan untuk penggunaan lama. Gangguan hati.

Efek Samping:

Muka merah & reaksi alergi lain, reaksi distonik akut.

Interaksi Obat:

Penggunaan bersama dengan antikolinergik dapat mengantagonis efek antidispepsia. Dg antasida & antisekretorik dapat menurunkan bioavailabilitas.

Kemasan/Harga:

Tablet 10 mg x 10 x 10 (Rp179.500). Suspensi 5 mg/5 mL x 60 mL x 1 (Rp22.655).

Keamanan kehamilan US FDKategori A: C

Sekilas Tentang Domperidone

Domperidone adalah suatu obat antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 yang digunakan sebagai antiemetik. Obat ini digunakan untuk meredakan mual dan muntah seperti pada penderita migrain akut dan gastroparesis.

Sebagai antiemetik domperidone bekerja dengan memblokir reseptor D2 pada zona pemicu kemoreseptor yang terletak di sistem saraf yang memediasi mual. Obat ini dapat meningkatkan produksi ASI dengan memblokir reseptor dopamin di kelenjar hipofisis anterior sehingga meningkatkan pelepasan hormon prolaktin yang memicu peningkatan produksi ASI.

Domperidone relatif aman untuk digunakan oleh ibu menyusui sepanjang sesuai dosis yang ditetapkan dan walaupun dapat meningkatkan produksi ASI, namun domperidone tidak diperuntukkan untuk itu, oleh sebab itu obat domperidone ini tidak dijual di Amerika Serikat karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping akibat penggunaannya tidak sesuai peruntukannya. Sementara itu keamanan penggunaannya pada wanita hamil masih diragukan.

Domperidone pertama kali dibuat pada 1974 di laboratorium Janssen Pharmaceutica di Belgia yang kemudian dipatenkan pada Januari 1978 di Amerika Serikat dengan mencantumkan nama Jan Vandenberk dkk, sebagai penemunya. Kemudian dipasarkan pertama kali dengan nama Motilium. Domperidone tersedia dalam berbagai sediaan seperti tablet, suspensi, dan supositoria.