Voroste

By | Juli 18, 2021 |

Voroste® 
Alendronate Sodium

Kandungan dan Komposisi Voroste

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Voroste adalah:
Setiap tablet mengandung:
Alendronate Sodium setara dengan Alendronate Acid 10 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Voroste

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Voroste adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


VOROSTE digunakan untuk pengobatan osteoporosis pada wanita postmenopausal.

CARA KERJA OBAT
Alendronate Sodium termasuk golongan aminobiphosphonate, inhibitor selektif pada resorpsi tulang.

Kontraindikasi Voroste

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Voroste dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Abnormalitas esophagus yaitu perlambatan pengosongan esophageal seperti stricture atau achalasia. Ketidakmampuluan untuk berdiri dan duduk tegak selama minimal 30 menit.
Hipersensitivitas terhadap obat ini.
Hipokalsemia ( lihat Peringatan dan Perhatian ).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Voroste Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Voroste?

Jika Anda lupa menggunakan Voroste, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Voroste Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Voroste?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Voroste yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Voroste

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Voroste yang mungkin terjadi adalah:


Telah dilaporkan iritasi lokal pada mukosa saluran cerna bagian atas. Perlu pengurangan dosis jika terjadi efek samping ini.
Gangguan Kalsium dan Vitamin D.
Hipokalsemia atau defisiensi Vitamin D harus diobati lebih dahulu sebelum dimulai pengobatan dengan VOROSTE tablet .
Esophagitis, luka esophageal dan erosi esophageal, kadang-kadang disertai perdarahan telah dilaporkan. Dysphagia, odynophagia atau nyeri di bagian belakang tulang dada.

Peringatan Penggunaan Voroste


Alendronate Sodium, sebagaimana bisphosphonate lainnya, dapat menyebabkan iritasi lokal pada lapisan mukosa saluran cerna bagian atas.
Penyebab osteoporosis lain daripada defisiensi estrogen dan penuaan juga harus dipertimbangkan.
Sebelum memulai pengobatan dengan VOROSTE, hypocalcemia harus dikoreksi lebih dulu. Gangguan metabolisme mineral (seperti defisiensi Vitamin D) juga harus diobati secara efektif.

Pasien osteoporosis
Pasien diberitahu jika terjadi gejala-gejala penyakit perut (seperti sulit atau nyeri saat menelan, nyeri pada tulang dada belakang, baru atau bertambah rasa terbakar pada jantung), harus dihentikan pemakaian VOROSTE dan konsultasi pada dokter.
Semua pasien osteoporosis harus diberikan tambahan kalsium yang memadai sesuai dengan rekomendasi pengobatan lokal.
Pada orang tua atau pasien dengan insuffisiensi ginjal ringan sampai sedang Creatine Clearance 35 – 60 mL/ menit tidak perlu dilakukan penyesuaian dosis. VOROSTE tidak direkomendasikan untuk pasien dengan insuffisiensi lebih serius (Creatine Clearence ‹ 35 ml/ menit).
Belum ada studi untuk wanita hamil dan ibu menyusui dan jangan diberikan VOROSTE pada wanita hamil dan ibu menyusui.
Hentikan VOROSTE jika terjadi dysphagia, odynophagia atau nyeri di bagian belakang tulang dada.

Dosis dan Aturan Pakai Voroste

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Voroste:


Dosis 1 tablet sehari diberikan 1 1/2 jam sebelum makan, minum dan pengobatan lainnya dengan air satu gelas penuh karena minuman lain (termasuk air mineral), makanan dan obat dapat mengurangi absorpsi dari VOROSTE tablet .
Agar dapat segera menkapsulai lambung dan mengurangi kemungkinan iritasi pada saluran cerna, VOROSTE tablet harus ditelan pada pagi hari dengan air satu gelas penuh dan jangan berbaring minimal selama 30 menit dan sampai setelah makan, minum atau pengobatan lainnya. VOROSTE harus ditelan dengan segelas air penuh dan pasien tidak berbaring untuk sekurang-kurangnya 30 menit dan sampai setelah sarapan paginya.
Pasien jangan mengunyah atau menghisap tablet VOROSTE, karena berpotensi untuk menyebabkan tukak oropharyngeal (oropharynx).
Pasien jangan menelan VOROSTE pada waktu tidur atau sebelum bangun pada pagi hari.
Bila tidak mengikuti petunjuk penggunaan, dapat meningkatkan efek samping pada saluran cerna (lihat Peringatan dan Perhatian).

PENYIMPANAN
Simpan pada suhu kamar 15° – 30°C

Izin, Kemasan & Sediaan Voroste


Box, 2 Strip @ 10 Tablet
No. Reg. DKL9904125010A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi oleh:
COMBIPHAR
BANDUNG – INDONESIA

Sekilas Tentang Combiphar
PT Combiphar ((Combined Imperial Pharmaceutical Incorporation) adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1971 di Bandung. Awalnya perusahaan ini hanya industri kecil atau home industri yang memproduksi OBH (Obat Batuk Hitam), antibiotik, dan analgesik. Pada 1985 Dr. Biantoro Wanandi dan Hamadi Wijaya membawa kemajuan pesat bagi PT Combiphar seperti berhasil mandapatkan sertifikat CPOB pada tahun 1991, mendirikan beberapa fasilitas produksi baru untuk memisahkan fasilitas profuksi produk sefalosporin dengan produk lainnya, bekerja sama dengan Rohto untuk memproduksi produk kesehatan mata, bekerja sama dengan Sanofi-Syntelabo , dan sebagainya.

Hasil kerjasama dengan Sanofy akhirnya membuat didirikannya perusahaan baru bernama PT Sanofi-Syntelabo Combiphar (SSC) yang kemudian pada 2006 berubah namanya menjadi PT Pharma Health Care. Pada 2006 PT Combiphar berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2000.

PT Combiphar memiliki pabrik di daerah Padalarang, Bandung, Jawa Barat dan kantor pusatnya ada di Graha Atrium Senen, Jakarta. Saat ini CEO PT Combiphar dijabat oleh Michael Wanandi, anak dari pendiri perusahaan ini. Dibawah kepemimpinannya, perusahaan ini berhasil meraih penghargaan Asia's Leading SMEs dalam ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards 2018.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *