Vomidone

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Vomidone

By | 05/08/2018

Produsen:

Pharos

Komposisi:

Domperidone maleate.

Indikasi:

Lihat pada Dosis.

Dosis:

Mual & muntah akut Dws 10-20 mg tiap 4-8 jam, maks selama 12 minggu. Anak 200-400 mcg/kg tiap 4-8 jam. Dispepsia fungsional Dws 10-20 mg 3 x/hari sblm makan & 10-20 mg pada malam hr, maks selama 12 mingggu.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 15-30 mnt sblm makan.

Kontra Indikasi:

Hipersensitif, prolaktinoma tumor hipofise. Perdarahan, obstruksi mekanik atau perforasi GI.

Perhatian:

Hamil trimester kedua & ketiga, laktasi. Tdk untuk jangka panjang. Gangguan fungsi hati & ginjal.

Efek Samping:

Kejang usus sementara, fenomena ekstrapiramidal, fenomena neuro-endokrinologik, reaksi alergi (ruam & urtikaria).

Interaksi Obat:

Bioavailabilitas dapat menurun dengan antasida. Mengurangi efek hipoprolaktinemia bromokriptin. Efek dapat diantagonis dengan obat anti kolinergik muskarinik & analgesik opioid.

Kemasan/Harga:

Tablet salut selaput 10 mg x 5 x 10  (Rp110.000). Suspensi 5 mg/5 mL x 60 mL x 1 (Rp28.600). Tetes 5 mg/mL x 10 mL x 1 (Rp24.750).

Keamanan kehamilan US FDKategori A: C

Sekilas Tentang Domperidone

Domperidone adalah suatu obat antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 yang digunakan sebagai antiemetik. Obat ini digunakan untuk meredakan mual dan muntah seperti pada penderita migrain akut dan gastroparesis.

Sebagai antiemetik domperidone bekerja dengan memblokir reseptor D2 pada zona pemicu kemoreseptor yang terletak di sistem saraf yang memediasi mual. Obat ini dapat meningkatkan produksi ASI dengan memblokir reseptor dopamin di kelenjar hipofisis anterior sehingga meningkatkan pelepasan hormon prolaktin yang memicu peningkatan produksi ASI.

Domperidone relatif aman untuk digunakan oleh ibu menyusui sepanjang sesuai dosis yang ditetapkan dan walaupun dapat meningkatkan produksi ASI, namun domperidone tidak diperuntukkan untuk itu, oleh sebab itu obat domperidone ini tidak dijual di Amerika Serikat karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping akibat penggunaannya tidak sesuai peruntukannya. Sementara itu keamanan penggunaannya pada wanita hamil masih diragukan.

Domperidone pertama kali dibuat pada 1974 di laboratorium Janssen Pharmaceutica di Belgia yang kemudian dipatenkan pada Januari 1978 di Amerika Serikat dengan mencantumkan nama Jan Vandenberk dkk, sebagai penemunya. Kemudian dipasarkan pertama kali dengan nama Motilium. Domperidone tersedia dalam berbagai sediaan seperti tablet, suspensi, dan supositoria.