Vometa

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Vometa

By | 04/08/2018

Produsen:

Dexa Medica

Kandungan dan Komposisi

Domperidone.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Sindroma dispepsia disertai pengosongan lambung yang lambat, refluks gastro esofagus & esofagitis. Rasa penuh pada epigastrium, rasa panas pada epigastrium & retrosternal. Mual & muntah krn berbagai penyebab.

Dosis dan Aturan Pakai

Dispepsia kronik Dws 10 mg, anak 2.5 mg/10 kgBB. Diberikan 3 x/hari, tambahkan 10 mg sblm tidur jika perlu. Mual & muntah Dws 10-20 mg. Anak 2.5-5 mg/10 kgBB. Diberikan 3-4 x/hari, sblm makan & menjelang tidur.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 15-30 mnt sblm makan. Vometa FT dapat diberikan dengan atau tanpa air minum.

Kontra Indikasi:

Jika stimulasi terhadap motilitas lambung dianggap membahayakan.

Perhatian:

Bayi < 1thn, kehamilan, laktasi.

Efek Samping:

Jarang: kram perut ringan.

Interaksi Obat:

Antikolinergik mengantagonis efek antidispepsia domperidon. Antasida & anti sekresi harus dimakan stlh makan jika digunakan bersamaan.

Kemasan/Harga:

Sirup 1 mg/mL x 60 mL x 1 (Rp34.500). Tetes 5 mg/mL x 10 mL x 1 (Rp34.500).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Sekilas Tentang Domperidone
Domperidone adalah suatu obat antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 yang digunakan sebagai antiemetik. Obat ini digunakan untuk meredakan mual dan muntah seperti pada penderita migrain akut dan gastroparesis.

Sebagai antiemetik domperidone bekerja dengan memblokir reseptor D2 pada zona pemicu kemoreseptor yang terletak di sistem saraf yang memediasi mual. Obat ini dapat meningkatkan produksi ASI dengan memblokir reseptor dopamin di kelenjar hipofisis anterior sehingga meningkatkan pelepasan hormon prolaktin yang memicu peningkatan produksi ASI.

Domperidone relatif aman untuk digunakan oleh ibu menyusui sepanjang sesuai dosis yang ditetapkan dan walaupun dapat meningkatkan produksi ASI, namun domperidone tidak diperuntukkan untuk itu, oleh sebab itu obat domperidone ini tidak dijual di Amerika Serikat karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping akibat penggunaannya tidak sesuai peruntukannya. Sementara itu keamanan penggunaannya pada wanita hamil masih diragukan.

Domperidone pertama kali dibuat pada 1974 di laboratorium Janssen Pharmaceutica di Belgia yang kemudian dipatenkan pada Januari 1978 di Amerika Serikat dengan mencantumkan nama Jan Vandenberk dkk, sebagai penemunya. Kemudian dipasarkan pertama kali dengan nama Motilium. Domperidone tersedia dalam berbagai sediaan seperti tablet, suspensi, dan supositoria.
Sekilas Tentang Dexa Medica

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.