Viusid

Farmasi-id.com > Alergi & Sistem Imun > Viusid

By | 30/06/2015

SACHET

MerekSintesaHealth
Klasifikasi ObatB
KomposisiMalic acid 0.666 g, Glucosamine 0.666 g, Arginine 0.666 g, Glycine 0.333 g, Glychirrizinic acid 0.033 g, Ascorbic acid 0.020 g, Zinc Sulphate 0.005 g, Calcium Panthotenate 0.002 g, Piridoxine 0.6 mg, Folic acid 66 mcg, Cyanocobalamin 0.3 mcg Sodium methyl paraben 0.003 g, Neohesperidine 0.005 g, Lemon 0.666 g, Mint 0.033 g, Honey 0.833 g, Guar gum 0.068 g
IndikasiMempertahankan kondisi kesehatan prima dan mencegah menurunnya sistem imun tubuh mempertahankan bagi setiap orang yang peduli menjaga kesehatannya termasuk lansia dan anak-anak. Mempercepat pemulihan kondisi fisik lemah sesudah sakit atau selama masa penyembuhan melalui peningkatkan sistem imun tubuh yang menyeluruh.
DosisAntioksidan : Dewasa : 1 kali sehari 1 sachet Pemulihan Fisik : Dewasa dan Lansia : 2 kali sehari 1 bungkus Penyembuhan : Dewasa : 3 kali sehari 1 bungkus, Anak diatas 6-12 tahun : 2 kali sehari 1 bungkus
Pemberian ObatBerikan sesudah makan. Larutkan dahulu dalam air putih, jus buah, teh, susu atau minuman lainnya
Kontra IndikasiOrang yang hipersensitif terhadap salah satu bahan di dalam kandungan produk
Efek SampingDitemukan gejala ringan di sistem pencernaan seperti diare pada beberapa orang
KemasanSachet 21 x 1

 

SYRUP

MerekSintesaHealth
Klasifikasi ObatB
KomposisiHoney 2.5 g, Malic acid 2 g, Glucosamine 2 g, Arginine 2 g, Glycine 1 g, Glychirrizinic acid 0.1 g, Ascorbic acid 60 mg, Zinc Sulphate 1.5 mg, Calcium Panthotenate 6 mg, Piridoxine 2 mg, Folic acid 200 mcg, Cyanocobalamin 1 mcg Lemon 2 g, Mint 0.1 g, Sodium methylparabene 10 mg, Neohesperidin 0 mg, Water Sqf 100 ml
IndikasiMempertahankan kondisi kesehatan prima dan mencegah menurunnya sistem imun tubuh mempertahankan bagi setiap orang yang peduli menjaga kesehatannya termasuk lansia dan anak-anak. Mempercepat pemulihan kondisi fisik lemah sesudah sakit atau selama masa penyembuhan melalui peningkatkan sistem imun tubuh yang menyeluruh.
DosisAntioksidan : Anak-anak sampai dengan 12 tahun : 1 kali sehari 5 mL Pemulihan Fisik : Anak >6-12 tahun : 2 kali sehari 15 mL; Anak-anak sampai dengan 6 tahun : 2 kali sehari 5 mL Penyembuhan : Anak diatas 6-12 tahun : 2 kali sehari 30 mL; Anak-anak sampai 6 tahun : 3 kali sehari 5 mL
Pemberian ObatBerikan sesudah makan. Larutkan dahulu dalam air putih, jus buah, teh, susu atau minuman lainnya
Kontra IndikasiOrang yang hipersensitif terhadap salah satu bahan di dalam kandungan produk
Efek SampingDitemukan gejala ringan di sistem pencernaan seperti diare pada beberapa orang
KemasanSirup 100 mL x 1
Sekilas tentang alergi

Alergi atau hipersensitivitas tipe I (1 dari 4) adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Simtomanya meliputi mata merah, gatal-gatal, rhinorrhea, eksem, urticaria, atau serangan asma. Pada sebagian orang, alergi berat terhadap lingkungan, atau alergi makanan atau alergi obat-obatan atau reaksi terhadap sengatan dari tawon mungkin dapat membahayakan jiwa dengan timbulnya anafilaksis. Tidak semua reaksi dari hipersensivitas adalah alergi.

Reaksi alergi dapat diduga dan berlangsung cepat. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE. Maka pembengkakan terjadi dari bersifat tidak nyaman hingga membahayakan.
Sekilas tentang imunitas
Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi normal. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.