VIRULES

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Antivirus > VIRULES

By | 06/06/2015

TABLET

Kandungan
Aciclovir/asiklovir

Indikasi
Infeksi herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa dan infeksi herpes zoster.
Profilaksis infeksi herpes simpleks pada pasien immunocompromised.

Perhatian
Gangguan ginjal berat dan klirens kreatinin yang terganggu, Hamil dan laktasi.

Efek Samping
Ruam kult, gangguan gastro intestinal.

Kategori Keamanan Kehamilan
Kategori B: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).

Kemasan
Tablet 200 mg x 5 x 10.

Dosis
Dewasa:
Infeksi herpes simpleks: 5 x sehari 200 mg, untuk 5 hari. Profilaksis infeksi herpes simpleks : 4 x sehari 200 mg, untuk 5 hari. Terapi infeksi herpes zoster: 5 x sehari 800 mg, untuk 7 hari.
Terapi dan profilaksis infeksi herpes simpleks anak usia usia 2 tahun atau lebih : dosis dewasa.
usia kurang dari 2 tahun: 1/2 dosis dewasa.

Produsen
Kimia Farma

CREAM

Kandungan

Aciclovir / asiklovir

Indikasi

Infeksi herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa.
Perawatan infeksi herpes simpleks pada pasien immunocompromised.

Kemasan

Krim 5% x 5 g

Dosis

Oleskan 6 kali sehari selama 7 hari.

Produsen

Kimia Farma

Sekilas tentang kulit

Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.
Sekilas Tentang Antivirus
Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).